News
Buku Perjalanan Hidup Margono Djojohadikusumo Diluncurkan
Published
6 months agoon
Jakarta, Koin24.co.id – Buku yang berjudul “Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46” karya HMU Kurniadi dan Jimmy S. Harianto resmi diluncurkan Penerbit Buku Kompas di Kompas Institute, pada Jumat (8/8/2025).
Buku ini mengupas perjalanan hidup Margono, yang juga kakek Presiden Prabowo Subianto, sebagai tokoh perintis ekonomi nasional sekaligus pendiri Bank Negara Indonesia pada 5 Juli tahun 1946,menyoroti perannya dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi bangsa pasca-kemerdekaan.

Foto: Koin24.co.id/Ucok. Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, penulis buku Jimmy S Harianto dan HMU Kurniadi, serta Wakil Menteri Perumahan Permukiman Fahri Hamzah (dari kiri ke kanan) berbicara dalam sesi diskusi Peluncuran dan Bincang Buku _Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46_ di Kompas Institute, Jakarta, pada Jumat (8/8/2025). Margono adalah kakek dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya menyambut baik peluncuran buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46 karya penulis HMU Kurniadi dan Jimmy S. Harianto untuk menjaga memori kolektif bangsa. Dia juga menegaskan bahwa Margono mewariskan 2 (dua) hal penting bagi bangsa Indonesia yakni BNI 46 dan Koperasi yang digunakannya sebagai alat perjuangan di bidang ekonomi untuk menopang kemerdekaan Indonesia.
“Selamat kepada mas Jimmy dan mas Kurniadi atas bukunya. Semoga ini menjadi bagian penting dalam menjaga memori kolektif bangsa,” kata Fadli.
Hadir pada peluncuran buku ikonik tersebut, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Wakil Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, keluarga besar Margono Djojohadikusumo, Anggota Komisi IX DPR Achmad Ruyat, Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal dan Komisaris Independen BNI Vera Febyanthy, Staf Khusus Panglima TNI Mayjen TNI Oni Junianto, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Muhammad Asrian, pengacara kondang OC Kaligis dan juga Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menilai gagasan Margono Djojohadikusumo tentang perbankan nasional yang berpihak pada rakyat sangat relevan untuk menjawab tantangan penyediaan rumah layak dan terjangkau di Indonesia.
“Margono mengajarkan bahwa lembaga keuangan harus menjadi alat pemerataan kesejahteraan, bukan sekadar mesin keuntungan. Prinsip itu yang kami terjemahkan dalam kebijakan perumahan hari ini, khususnya melalui skema kredit rumah murah,” ujar Fahri.
Fahri menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak untuk meneladani keberanian Margono dalam membuat terobosan ekonomi. “Kredit rumah murah bukan sekadar program perumahan, tetapi instrumen membangun martabat dan kemandirian rakyat, seperti yang diperjuangkan Margono.”
Wakil Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menilai perjuangan Margono Djojohadikusumo sangat relevan dengan tantangan pembangunan ekonomi Indonesia masa kini.
Menurutnya, Margono adalah sosok yang memahami bahwa kedaulatan ekonomi tidak bisa bergantung pada kekuatan asing, melainkan harus dibangun dengan kekuatan dan sumber daya bangsa sendiri.
“Margono tidak hanya pendiri Bank Negara Indonesia pada tahun 1946, tetapi juga penggagas sekaligus pelaksana pencetakan uang pertama Republik Indonesia. Di tengah keterbatasan dan ancaman pasca-proklamasi, beliau berani mengambil langkah strategis yang menjamin peredaran uang kita bebas dari kendali kolonial,” ujar Qodari.
Ia menekankan bahwa pencetakan uang Republik(Oeang Republik Indonesia/ORI)adalah langkah monumental yang memantapkan kedaulatan bangsa di bidang moneter, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi yang berdikari. Qodari juga mengusulkan agar Margono Djojohadikusumo diakui secara resmi sebagai Bapak Uang Republik Indonesia, mengingat jasanya dalam memimpin proses pencetakan dan distribusi ORI.
“Seperti halnya para pejuang di medan tempur, Margono berjuang di medan ekonomi. Menghadirkan uang Republik bukan hanya soal transaksi, tetapi soal harga diri dan kemerdekaan. Saya kira layak jika negara memberi penghormatan formal sebagai Bapak Uang Republik Indonesia,” tambahnya.
Mora Dharma Silitonga yang mewakili keluarga besar Margono, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas penerbitan buku ini. “Eyang kami selalu mengajarkan bahwa ukuran keberhasilan bukan harta pribadi, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan untuk rakyat,” ungkapnya.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengungkapkan, ada satu statement Margono menjadi inspirasi bagi BNI di tahun 1946 bahwa bangsa ini butuh bank sendiri bukan hanya untuk menghitung uang tetapi untuk menyusun harga diri.
“Saya merinding bacanya karena ini suatu kata-kata yang membuat kami di BNI sebagai bank pertama di republik ini untuk terus mampu bertahan untuk menghadapi dinamika perjalanan bangsa hingga hari ini,” kata Iqbal.
Penulis HMU Kurniadi mengungkapkan riset buku ini memakan waktu lebih dari satu tahun, mencakup penelusuran arsip sejarah dan wawancara dengan berbagai pihak.
Jimmy S. Harianto menambahkan,semangat Margono yang menolak ketergantungan pada kekuatan asing menjadi pesan penting bagi generasi sekarang.
Wakil Pemimpin Umum Kompas Paulus Tri Agung Kristanto yang akrab disapa Mas Tra mengungkapkan, Buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46 dapat menjadi salah satu sumber rujukan penting mengenai peran strategis para founding father meletakkan fondasi perekonomian pada era kemerdekaan.
“Pak Margono adalah penggerak perekonomian Indonesia saat itu,” katanya.
Peluncuran buku ini dihadiri akademisi, sejarawan, ekonom, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum dan diakhiri dengan penandatanganan buku dan sesi foto bersama. Suasana peluncuran memadukan diskusi akademis dengan nuansa emosional mengenang jasa seorang tokoh bangsa. Buku kini tersedia di toko buku seluruh Indonesia dan platform daring.
You may like
News
Parama Hansa Abhipraya, Juara Matematika Dunia Raih Silver Trophy Piano di Golden Lion Singapore 2026
Published
3 hours agoon
February 11, 2026
Singapura, Koin24.co.id – Parama Hansa Abhipraya, bocah multitalenta asal Bojonegoro, Jawa Timur, menorehkan prestasi internasional dengan meraih 2nd Place Silver Trophy pada Kompetisi Piano Golden Lion Singapore 2026 yang berlangsung di Singapura pada 6–8 Februari 2026.
Capaian ini semakin mengukuhkan reputasi Parama—yang sebelumnya dikenal sebagai juara matematika dunia—sebagai anak Indonesia dengan bakat multidimensi di bidang sains dan seni.

Keberhasilan Parama di ajang piano internasional ini menegaskan bahwa kecemerlangan di ranah logika tidak menghalangi berkembangnya kepekaan artistik. Di panggung bergengsi Golden Lion Singapore, bocah 7 tahun itu tampil percaya diri membawakan repertoar dengan tingkat kesulitan di atas grade kemampuannya. Hasilnya, Silver Trophy pun berhasil dibawa pulang.
Partisipasi Parama di Golden Lion Singapore tidak datang begitu saja. Ia merupakan bagian dari delegasi Indonesia yang dikurasi oleh Federation of International Music Organizer (FIMO) melalui proses seleksi nasional berjenjang di berbagai daerah.
CEO FIMO, Andy Ujang, menegaskan bahwa kurasi dilakukan untuk menjaring talenta terbaik Indonesia yang siap bersaing di level global.
“Visi FIMO adalah membina anak-anak Indonesia untuk menjadi juara di level internasional, dan kami melihat potensi ini pada berbagai bidang, termasuk seni. Prestasi Parama di piano ini adalah bukti nyata bahwa bakat anak Indonesia itu komplit dan bisa unggul di mana pun. Dari matematika dunia ke panggung piano internasional, ini sangat membanggakan,” ujar Andy.
Prestasi delegasi Indonesia di Golden Lion Singapore juga mendapat perhatian khusus dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Singapura, Thomas, mengundang para perwakilan Indonesia untuk berkunjung ke KBRI sebagai bentuk apresiasi.
“Kami sangat terkesan dan bangga. Parama Hansa dan anak-anak indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa pemuda Indonesia mampu menguasai dua disiplin yang tampak berbeda, sains dan seni, dengan tingkat keunggulan tertinggi. Ini adalah profil generasi emas Indonesia. KBRI Singapura siap mendukung penuh setiap upaya untuk mempromosikan dan mengangkat prestasi multitalenta anak-anak Indonesia seperti ini,” tutur Thomas.
Melalui unggahan di akun Instagram @paramahansa.id, Parama membagikan pengalamannya berkompetisi di ajang internasional tersebut. Ia mengaku persaingan jauh lebih ketat dari yang dibayangkan, dengan ribuan peserta dari berbagai negara.
“Ternyata, persaingan di Singapore Golden Lion ini jauh lebih besar dari yang aku bayangkan. Ada sekitar 2.000–2.500 peserta dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, China, Taiwan, Jepang, Australia dll yang ikut dalam babak penyisihan,” tulis Parama.
Ia juga mengungkapkan antusiasmenya saat tampil di panggung internasional. “Ketika sampai di Singapura, Aku merasa makin EXCITED! Panggungnya besar sekali dan aku tampil di depan panel juri yang hebat-hebat. Di sana aku membawakan lagu-lagu dengan tingkat kesulitan beberapa grades di atasku. Meskipun menantang, aku tetap percaya diri karena aku sangat suka bermain piano,” tambahnya.
Rasa syukur pun ia sampaikan setelah meraih penghargaan. “Aku bersyukur banget karena akhirnya berhasil membawa pulang 2nd Prize Award – Silver Trophy!”
Silver Trophy di Golden Lion Singapore 2026 menambah panjang daftar prestasi internasional Parama Hansa Abhipraya. Sepanjang 2025, ia mengukir berbagai pencapaian bergengsi di bidang matematika, termasuk menyabet gelar World Star Champion pada Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025.
Parama juga mengoleksi medali emas dari berbagai kompetisi internasional, seperti:
* Philippine International Math and Science Olympiad (PIMSO)
* American Mathematics Olympiad (AMO)
* Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO)
* Global Mathematics Elite Competition (GMEC)
Tak hanya unggul di akademik, Parama aktif menorehkan prestasi di luar kelas. Ia pernah meraih juara 1 Freestyle Swimming di Area Fun Swimming Jakarta, peringkat 4 Kuala Lumpur Chess Championship di Malaysia, serta penghargaan Best Little Surfer di Nemo Surfing Competition, Halfway Kuta Boardriders.
Minatnya pada olahraga seperti berenang, berlari, selancar, hingga catur, berjalan seiring dengan kecintaannya pada musik piano.
Golden Lion Singapore sendiri merupakan rangkaian kompetisi internasional prestisius yang mencakup berbagai bidang seni mulai dari berbagai instrument alat musik, vocal dan dance. Ajang ini diikuti ribuan peserta terbaik dari berbagai negara, menjadikannya panggung unjuk kemampuan sekaligus tolok ukur daya saing talenta muda di level global.
Capaian Parama Hansa Abhipraya di Golden Lion Singapore 2026 menjadi bukti bahwa anak Indonesia mampu bersinar di berbagai disiplin. Prestasi multitalenta ini diharapkan menginspirasi generasi muda Tanah Air untuk mengembangkan potensi diri secara utuh—tanpa batas antara sains dan seni.(*/Rls)
News
PB PSTI Mulai Seleksi Atlet Sepak Takraw untuk Asian Games 2026
Published
3 hours agoon
February 11, 2026
Jakarta, Koin24.co.id – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Prof. Nukrawi, secara resmi membuka Seleksi Nasional (Seleknas) Atlet Sepak Takraw yang diikuti 94 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, pada Rabu (11/2).
Seleknas ini digelar sebagai bagian dari proses penjaringan atlet terbaik nasional yang akan dipersiapkan memperkuat Tim Nasional Sepak Takraw Indonesia pada ajang Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jepang pada September 2026.
Pembukaan seleknas dilaksanakan di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jalan Rawa Mangun Muka Raya, Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Prof. Nukrawi menegaskan seleknas menjadi tahap penting untuk memastikan atlet yang terpilih benar-benar memiliki kualitas teknik, fisik, mental bertanding, serta disiplin latihan yang sesuai standar tim nasional.
“Seleknas ini bukan sekadar memilih atlet terbaik, tetapi juga menyiapkan fondasi tim yang solid untuk menghadapi Asian Games 2026. Kita ingin atlet yang terpilih nanti mampu membawa nama Indonesia berprestasi di level Asia,” ujar Prof. Nukrawi.
“Bagi atlet yang tidak terpilih nanti silakan berlatih dan bertanding terus karena dalam TC Pelatnas Asian Games 2026, diterapkan peraturan Promosi dan Degradasi atlet, di mana setiap bulan akan kami evaluasi. Jadi kalau ada atlet yang tidak menunjukkan tren peningkatan kualitas fisik, teknik, taktik game dan mental maka kita akan degradasi dan digantikan atlet yang memiliki ranking selanjutnya,” tambah Prof. Nukrawi.
“Selanjutnya sebagai ajang Seleksi atlet, PB PSTI akan menggelar liga Sepaktakraw Nasional pada april 2026,” pungkasnya.
Sebanyak 94 atlet yang mengikuti seleknas berasal dari berbagai provinsi dan merupakan hasil pemantauan serta rekomendasi dari daerah. Mereka akan menjalani serangkaian tahapan seleksi, mulai dari uji kemampuan teknik dasar, strategi permainan, kondisi fisik, hingga simulasi pertandingan.
PB PSTI menargetkan seleknas ini menghasilkan komposisi atlet yang kompetitif dan siap menjalani program pelatnas secara terukur menuju Asian Games.
Pelaksanaan seleknas di Kampus UNJ juga dinilai strategis karena fasilitas olahraga yang memadai serta lokasi yang mudah diakses oleh peserta dari berbagai wilayah.
Seleknas sepak takraw ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan prestasi sepak takraw Indonesia sekaligus memperkuat regenerasi atlet nasional.
News
Alasan KI DKI Jakarta Menolak Seluruh Permohonan Informasi Dokumen Ijazah Jokowi oleh Bonatua
Published
18 hours agoon
February 10, 2026
Jakarta, Koin24.co.id – Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta memutuskan menolak seluruh permohonan informasi publik Pemohon Bonatua Silalahi mengenai dokumen Jokowi dalam proses pencalonan Gubernur DKI Jakarta Tahun 2012.
Majelis Komisioner menegaskan bahwa badan publik hanya berkewajiban memberikan informasi yang berada dalam penguasaan dan pendokumentasiannya.
Penegasan tersebut disampaikan melalui putusan sengketa informasi antara Pemohon Bonatua Silalahi dan Termohon Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Ruang Sidang Lantai 1 Komisi Informasi DKI Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).
Majelis Komisioner yang dipimpin Agus Wijayanto Nugroho selaku Ketua, dengan anggota Harry Ara Hutabarat dan Aang Muhdi Gozali, membacakan putusan secara bergantian.
Sidang hanya dihadiri oleh Kuasa Termohon, sementara Pemohon tidak hadir meskipun telah dipanggil secara patut.
“Meski tanpa kehadiran Pemohon, Majelis tetap membacakan putusan dalam sidang terbuka untuk umum,” ujar Agus Wijayanto Nugroho saat memimpin persidangan.
Dalam perkara tersebut, Pemohon meminta akses terhadap salinan ijazah pendidikan terakhir Joko Widodo yang digunakan dalam proses pencalonan Gubernur DKI Jakarta Tahun 2012, serta dokumen pendukung persyaratan pencalonan yang diserahkan kepada KPU Provinsi DKI Jakarta.
Pemohon menyatakan permohonan informasi diajukan untuk kepentingan penulisan jurnal ilmiah.
Berdasarkan fakta persidangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, Majelis Komisioner menilai bahwa informasi yang dimohonkan bukan merupakan informasi yang dikuasai atau didokumentasikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pertimbangan tersebut sejalan dengan Pasal 6 ayat (3) huruf e Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik, yang menyatakan badan publik tidak dapat memberikan informasi yang belum dikuasai atau belum didokumentasikan.
Majelis juga mengungkapkan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta selaku Lembaga Kearsipan Daerah belum menerima penyerahan arsip statis terkait dokumen pencalonan Gubernur DKI Jakarta maupun arsip milik KPU Provinsi DKI Jakarta.
Dengan demikian, Termohon dinilai tidak memiliki kewenangan maupun penguasaan atas dokumen yang menjadi objek sengketa.
Majelis menegaskan bahwa dokumen yang disengketakan merupakan arsip yang seharusnya diserahkan oleh KPU Provinsi DKI Jakarta kepada Lembaga Kearsipan Daerah, sesuai dengan ketentuan pengelolaan arsip negara.
Dalam persidangan tersebut, Majelis menyampaikan pokok-pokok kronologis, pertimbangan, serta amar putusan, sementara naskah putusan lengkap diserahkan kepada para pihak.
“Salinan putusan akan diberikan kepada para pihak paling lambat tiga hari setelah putusan dibacakan,” ujar Agus Wijayanto Nugroho saat menutup sidang.
Sidang sengketa informasi dinyatakan selesai dan hasil putusan diumumkan kepada masyarakat.
Para pihak masih memiliki hak untuk mengajukan keberatan atas putusan Komisi Informasi, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Parama Hansa Abhipraya, Juara Matematika Dunia Raih Silver Trophy Piano di Golden Lion Singapore 2026
PB PSTI Mulai Seleksi Atlet Sepak Takraw untuk Asian Games 2026
Alasan KI DKI Jakarta Menolak Seluruh Permohonan Informasi Dokumen Ijazah Jokowi oleh Bonatua
BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana
Ucapan Selamat Hari Pers Nasional yang Tulus, Meski Tanpa Kehadiran
Denyut Ekonomi dan Pesta Budaya Warnai Puncak Hari Pers Nasional 2026 Banten
Tundra Meliala : Lahirnya AMKI sebagai Respons atas Perubahan Besar Dunia Pers dan Media
Bertepatan HPN 2026, AMKI Cirebon Raya Dikukuhkan,Dorong UKW dan Sertifikasi Konten Kreator
KI DKI Jakarta Visitasi Bappeda: Nilai KIP Penting Masuk RPJMD, Bappeda Jakarta Naik Kelas di Monev 2026
Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN
Saskia Chadwick: Mewujudkan Mimpinya Syuting di Korea Lewat Film TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO)
LBH GEKIRA: Negara Tidak Boleh Gagal Ungkap Kematian Evia Maria Mangolo
Saskia Chadwick: The Next Ratu Horor Indonesia
Di Tengah Puing dan Harapan, Relawan TRAMP Bangun Hunian untuk Warga Garoga
TNI AL Kodaeral IV Batam Peringati Hari Dharma Samudera 2026
Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027
Personel SAR Detasemen Perintis Terjun Langsung Tolong Korban Banjir di Cilincing
Jawab Tantangan Wartawan Berkualitas,Forum Jurnalis Terbentuk di Jakarta Barat
Ketua Umum IKWI Pusat, Indah Kirana: PWI Sudah Bersatu, IKWI juga Wajib Bersatu
Umi Sjarifah Raih Anugerah INDOPOSCO 2026 atas Dedikasi Jurnalistik dan Keberpihakan Sosial
Sarapan Subuh, ketan bumbu dan gemblong ketan
Gara-gara Covid-19 rela berbuat seperti ini
“Martabak Alul” kaki 5 yang melayani dengan berbagai jenis pembayaran
Nasi kebuli murah meriah di Bambu Apus
DIRGAHAYU TNI “SINERGI UNTUK NEGERI”
Sambutan Kapolda Metro dalam rangka Baksos Sembako 25 ton menyambut HUT ke-65 Lantas Bhayangkara
Sepenggal sejarah merah putih di tanah Papua
Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0505/JT bantu giat cek poin perbatasan
Ucapan Selamat Idul Fitri dari Letnan Jenderal TNI AD, Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Simak video ini soal test cepat Covid-19
Terpopuler
-
News1 month agoDiskusi Nasional Cegah Hoax Pemberitaan Bencana, PWI Depok Hadirkan Narasumber Peneliti Komunikasi Bencana dan Kepala Pusat Informasi Kebencanaan BNPB
-
Kopini Tamu1 month agoCatatan Akhir Tahun 2025 Menyambut Tahun 2026
-
News2 months agoNatal di Bawah Tekanan, LBH GEKIRA Turun Tangan
-
News1 month agoLBH GEKIRA: Pasal Perlindungan Ibadah di KUHP Baru Perkuat Kepastian Hukum

