Connect with us

Sport & Soccer

Hadirnya DBON, Wartawan Miliki Andil Cetak Atlet

Redaksi koin24.co.id

Published

on

Kendari, koin24.co.id – Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Staf khsusus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Mahfudin Nigara mengatakan DBON yang saat ini tengah digaungkan pemerintah diharapkan menjadi tonggak kebangkitan olahraga tanah air.

Kebangkitan olahraga seperti yang diharapkan pemerintah pusat itu kata mantan wartawan olahraga senior ini akan terwujud jika adanya keterlibatan peran wartawan.

“Dalam DBON ini peran wartawan olahraga sangat dibutuhkan, peranya adalah pengawas. Namun wartawan harus paham tentang cabor-cabor yang ada di DBON. Dengan posisi seperti itu maka peran SIWO sangat tinggi untuk mengawasi setiap pergerakan dan sentra-sentra pembinaan olahraga,” kata Mahfudin Nigara usai rakernas SIWO di D’Blitz Hotel Kendari, Senin (7/2/2022).

Lanjut Nigara, DBON diibaratkan sebagai pabrik. Pabrik yang akan mencetak atlet-atlet berprestasi untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional.

“Selama ini peran wartawan terhadap olahraga hanya biasa-biasa saja. Normatif menilai dan memberitakan atlet maupun cabang olahraga, tapi tanpa berpikir bagaimana ikut mencetak atlet. Dengan adanya DBON wartawan bisa terlibat banyak. Di posisi ini wartawan punya peran yang sangat besar untuk bisa melahirkan atlet-atlet itu sendiri,” tambahnya.

Untuk menguatkan peran wartawan terhadap program DBON, akan dilakukan penandatanganan MoU antara Menpora Zainudin Amali dengan Ketua PWI Pusat, Atal S Depari yang dijawalkan berlangsung di Plaza Inn Hotel Kendari pada Selasa, (8/2/2022).

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Sport & Soccer

Menpora Amali: Pemerintah Segera Berikan Bonus SEA Games 2021 Sesuai Arahan Presiden Jokowi

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Pemerintah akan segera memberikan apresiasi kepada para atlet yang berprestasi pada ajang SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam lalu, sebagai bentuk ucapan terima kasih negara kepada para pahlawan olahraga yang telah berjuang di pesta olahraga negara-negara ASEAN edisi ke-31 itu, dimana bonus paling lambat akan diterima pada Jumat pekan ini.

Seperti diketahui, pada SEA Games yang disebut extraordinary tersebut, kontingen Indonesia berhasil meraih total 241 medali, melalui 69 emas, 91 perak dan 81 perunggu dengan berkekuatan 499 atlet yang mengikuti 32 cabang olahraga dari 40 cabang yang dipertandingkan.

Perolehan pada medali emas hanya terpaut 3 medali saja jika dibandingkan pada SEA Games 2019 Manila yang meraih 72 medali emasi dari total 837 atlet yang diberangkatkan, sehingga kebijakan pemerintah dalam efisiensi pemberangkatan atlet pada SEA Games 2021 Hanoi dinilai sudah sangat tepat.

“Kemarin saat di acara Formula E, saya sudah konsultasi dengan Bapak Presiden Jokowi terkait bonus ini. Beliau mengatakan segera. Untuk itu, kita akan segera berikan apresiasi dari pemerintah kepada para atlet peraih medali pada pekan ini,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Menteri asal Partai Golkar itu pun mengatakan jika simbolis pemberian bonus tersebut (perwakilan dari atlet berprestasi) akan dilakukan di Istana Bogor. “Paling lambat hari Jumat ini, tergantung jadwalnya bapak Presiden, kegiatannya beliau, karena harus menyesuaikan, karena beliau akan memberikan langsung, kemungkinan di Istana Bogor,” tambah Menpora Amali.

Terkait besaran bonus yang akan diguyur kepada atlet peraih medali, Menpora Amali menyebut jika nilainya sama pada saat SEA Games 2019 sebelumnya di Manila, Filipina. “Arahan Bapak Presiden Jokowi, nilainya sama dengan yang 2019 di Manila,” pungkasnya.

Berikut besaran Bonus SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam yang sama dengan besaran bonus SEA Games 2019 Manila, Filipina:

1. Atlet tunggal:
– Medali emas Rp 500 juta
– Perak Rp 300 juta
– Perunggu Rp 150 juta.

2. Atlet ganda:
– Medali emas Rp 400 juta
– Perak Rp 240 juta
– Perunggu Rp 120 juta.

3. Atlet beregu:
– Medali emas Rp 350 juta
– Perak Rp 210 juta
– Perunggu Rp 105 juta.

4. Pelatih tunggal/ganda:
– Medali emas Rp 200 juta
– Perak Rp 120 juta
– Perunggu Rp 90 juta

5. Pelatih beregu:
– Medali emas Rp 300 juta
– Perak Rp 180 juta
– Perunggu Rp 90 juta

6. Pelatih untuk medali kedua dan seterusnya:
– Medali emas Rp 100 juta
– Perak Rp 60 juta
– Perunggu Rp 15 juta

7. Asisten pelatih tunggal/ganda:
– Medali emas Rp 100 juta
– Perak Rp 60 juta
– Perunggu Rp 30 juta

8. Asisten pelatih beregu:
– Medali emas Rp 150 juta
– Perak Rp 90 juta
– Perunggu Rp 54 juta.

9. Asisten pelatih untuk medali kedua dan seterusnya:
– Medali emas Rp 50 juta
– Perak Rp 30 juta
– Perunggu Rp 15 juta.

Continue Reading

Sport & Soccer

Menpora Amali Perintahkan Chandra Bhakti Jaga Atlet Panjat Tebing Menuju Olimpiade Paris 2024

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan yang terdapat dalam Perpres 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dalam Olimpiade Paris 2024 nanti, cabor ini diproyeksikan mampu mendulang medali, dalam hal ini emas, lantaran juara dunia dimiliki oleh Indonesia.

Oleh karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan jika pemerintah dalam hal ini Kemenpora akan mempersiapkan betul perjalanan cabor ini untuk memetik asil maksimal di Olimpiade Paris 2024 nanti.

Hal tersebut diungkapkan Menpora Amali dalam konferensi pers usai menerima audiensi Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba A.C. Wahid atau yang dikenal dengan Yenny Wahid, beserta pemecah rekor dan Juara Dunia panjat tebing Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo serta pelatih Hendra Bashir, di kantor Kemenpora, Senin (6/6/2022).

“Kita akan persiapkan betul mereka mulai dari Training Camp-nya (TC) yang jangka panjang. Kita serius mempersiapkan ini, karena mereka merupakan aset Nasional, aset Bangsa yang telah menjadi Juara Dunia, sehingga prestasinya akan tetap terjaga dan terkontrol hingga Olimpiade Paris 2024 nanti,” ucap Menpora Amali kepada awak media.

“Nanti Pak Chandra Bhakti sudah tau lah cara menjaga mereka, termasuk tadi saya sudah sampaikan, untuk mereka ke tempatnya atau ke kampungnya, itu harus diatur betul, dijaga dan diawasi, karena jangan sampai hal sepele tapi bisa mengganggu performa, kita jaga sampai Olimpiade Paris 2024, jangan sampai terganggu,” tegas Menpora Amali.

Ya, bisa dikatakan, panjat tebing tak henti-hentinya memberikan prestasi gemilang dipentas internasional untuk Indonesia khususnya dinomor speed. Mulai dari Evi Neliwati yang mencatatkan namanya sebagai pemanjat tebing Indonesia pertama Indonesia yang meraih peringkat pertama pada Seri Kejuaraan Dunia (World Cup Series) 2007 yang dilaksanakan di Singapura dengan mengalahkan saingan terberatnya dari Rusia.

Kemudian Aries Susanti Rahayu yang meraih medali emas pada Asian Games 2018 di nomor kecepatan perorangan putri, setelah pada babak final mencatatkan waktu 7.61 detik mengalahkan rekan senegaranya Puji Lestari. Catatan waktu ini sekaligus menjadi record Asian Games.

2019 Pada IFSC Climbing Worldcup di Xiamen, China, Aries Susanti Rahayu berhasil memecahkan rekor dunia Women Speed World Record dengan catatan waktu 6,995 detik menumbangkan rekor sebelumnya 7,101 detik atas nama YiLing Song dari China.

Selain itu, Alfian Muhammad Fajri juga pernah membuat harum nama Indonesia, setelah berhasil meraih gelar juara dunia dalam kejuaraan IFSC Climbing World Cup Chamonix, di Perancis pada 12 Juli 2019 lalu, melalui nomor speed world record dengan catatan waktu 5,764 detik, mengalahkan atlet China Zhong Qixin yang mengoleksi 6,382 detik.

Sebelumnya pada 2018, Alfian juga pernah meraih juara dunia di IFSC Worldcup Chongqing, China, pada April 2019. Kala itu Alfian menorehkan catatan waktu 5,970 detik.

Juara Dunia panjat tebing kembali hadir tiap tahunnya dari Indonesia. Kini giliran Veddriq Leonardo yang memenangkan lomba panjat cepat putra di Piala Dunia Panjat IFSC 2021 yang diadakan di Salt Lake City, AS, pada 28 Mei 2021, sekaligus meraih rekor dunia kategori Speed Men World Record dengan catatan waktu 5,25 detik.

Beberapa bulan kemudian hal serupa dilakukan Veddriq Leonardo yang meraih medali emas dalam nomor speed putra di IFSC Climbing World Cup Villars di Swiss pada Sabtu (3/7/2021), mengalahkan atlet Rusia Dmitrii Timofeev di final setelah mencatatkan waktu 5,329 detik, unggul 2,021 detik dari lawannya.

Veddriq pun kembali menjadi juara dunia pada Sabtu (28/5/2022) lalu yang berlangsung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat setelah mengalahkan wakil Austria Tobias Plangger dengan mencatatkan waktu 6,33 detik.

Kemudian nama Kiromal Katibin juga terpampang sebagai juara dunia usai mengalahkan wakil Amerika Serikat, Noah Bratschi dengan catatan waktu 5,64 detik, pada hari Jumat (20/5/2022) lalu, bahkan dirinya mampu mempertajam sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed putra dengan catatan waktu 5,10 detik pada babak kualifikasi di World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 yang berlansgung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Bahkan ini menjadi kali keduanya bagi Katibin sukses mempertajam rekor dunia dalam satu tahun terakhir, setelah mencetak rekor dengan catatan 5,17 detik pada ajang yang sama ketika berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 6 Mei 2022 lalu, dengan mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang kompatriotnya Veddriq Leonardo pada World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat dengan catatan waktu 5,25 detik.

Dengan demikian, pada Olimpiade Paris 2024 nanti, cabor panjat tebing diharapkan mampu menjadi cabor baru yang bisa mempersembahkan medali emas dalam multi event skala dunia ini, dimana sebelumnya tradisi emas dipersembahkan dari bulutangkis.

Continue Reading

Sport & Soccer

Di Bawah Kepemimpinan Menpora Zainudin Amali Event Internasional Kian Marak

Published

on

Banyuwangi, koin24.co.id – Di bawah kepemimpinan Zainudin Amali sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Indonesia kembali dipercaya untuk menggelar banyak event olahraga level internasional bahkan dunia.

Setelah ajang MotoGP di Mandalika beberapa waktu lalu, kini ajang sport tourism level dunia juga digarap Indonesia melalui World Surfing League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung (G-Land) Banyuwangi.

Selanjutnya Indonesia juga akan menggelar kejuaraan internasional dan dunia lainnya pada tahun 2022 ini, seperti Piala Asia FIBA, Kejuaraan Dunia Panjat Tebing, Kejuaraan Dunia Junior Wushu, ASEAN Para Games, hingga Formula E serta BWF Super Series dan Indonesia International Challenge.

Terkait World Surfing League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung (G-Land) Banyuwangi itu sendiri, Menpora Amali mengaku jika pihaknya pada saat ini tengah menitikberatkan pada sport tourism dan sport industry sebagai implementasi pengembangan serta peningkatan industri tanah air yang sempat terpuruk lantaran terjadinya pandemi Covid-19.

“Kita sedang mendorong sport tourism dan sport industry untuk pengembangan industri nasional. jika dibandingkan negara lain, potensi kita sangat banyak, tapi belum dikelola dengan maksimal. Untuk itu kami coba mendorong, disamping olahraga juga didorong juga mendapat manfaat dari segi ekonomi yaitu turis yang akan datang semakin banyak,” tutur Menpora Amali di Pantai Plengkung/ G-Land, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (27/5/2022).

“Atas nama pemerintah, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang gigih menyelenggarakan WSL Championship Tour 2022, sehingga ini menjadi satu kebanggaan,” tambahnya.

Apa yang dilakukan Menpora Amali sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta untuk menarik sebanyak mungkin kegiatan olahraga level dunia untuk diselenggarakan di Indonesia.

“Arahan Bapak Presiden Joko Widodo kepada saya adalah untuk menarik sebanyak mungkin even dunia agar dapat dilaksanakan di Indonesia. Saat ini sudah ada WSL, World Beach Games, FIBA World Cup, FIFA World Cup U-20 dan banyak masih banyak lagi,” tambah Menpora Amali.

Menteri asal Partai Golkar itu pun berharap, kedepannya akan semakin banyak paket-paket sport tourism yang dikemas dengan lebih menarik sehingga akan menjadi destinasi wisatawan mancanegara untuk berkunjung datang ke Indonesia melalui olahraga.

“Saya akui, kita belum mengandalkan dan memaksimalkan sport tourism. Jika di negara tetangga seperti Thailand, saat ini sudah mendorong devisa untuk datang dari sport tourismnya. Contoh negara Thailand, jika ada yang akan main golf mereka sudah sediakan satu paket, sudah banyak biro perjalanan yang membuatnya, tapi di kita masih kurang,” keluh Menpora Amali.

“Semoga ke depan akan semakin baik dan paket-paket sport tourism itu akan semakin banyak diadakan dengan kemasan yang lebih baik dan lebih menarik wisatawan asing,” harap Menpora Amali.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler