Connect with us

Politik

Hasil survey, Airlangga Hartarto dan Partai Golkar paling militan dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Avatar

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terus menuai pujian. Di tengah terpaan krisis akibat pandemi Covid-19, kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf dinilai konsisten memberikan dukungannya pada rakyat.

Hal itu tercermin dari berbagai kebijakan Jokowi-Ma’ruf yang sangat pro rakyat. Tidak berlebihan pula jika Golkar diketahui sebagai partai yang paling mendukung kebijakan Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut. Kenyataan ini tentu tidak mengejutkan karena sejak awal Golkar menjadi pendukung kuat Jokowi-Ma’ruf Amin.

Partai berlambang pohon beringin juga dianggap masyarakat paling bekerja keras dan konsisten membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Terutama untuk memulihkan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Hasil survey Timur Barat Riset Center (TBRC) menempatkan Golkar sebagai partai yang paling militan mendukung kebijakan Widodo-Ma’ruf Amin ini.

Dari survei yang digelar pada 26 Januari-10 Februari 2021 baru lalu, sebesar 92,8 persen dari 1.985 responden memilih Golkar sebagai partai paling mendukung program Jokowi di legislatif.

Koordinator survei TBRC Johanes Romeo mengatakan, dalam surveinya, responden dari 34 provinsi di Indonesia dengan minimal berusia 17 ditanya parpol di DPR yang paling mendukung Jokowi-Ma’ruf. Responden dipersilahkan menyebutkan lebih dari satu Parpol.

“Jawaban 1.985 responden, Parpol Golkar merupakan Parpol yang paling mendukung program-program pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin di legislatif dengan 92,8 persen, disusul PDI Perjuangan dengan tingkat dukungan 89,2 persen,” ujar Romeo dalam paparan surveinya, Selasa (23/2/2021).

Setelah Golkar dan PDIP, urutan ketiga parpol paling mendukung Jokowi adalah Nasdem dengan 79,20 persen, PKB 78,8 persen, PPP sebanyak 60,2 persen. Selanjutnya, Gerindra 50,20 persen, PAN 30,2 persen, Demokrat 18,50 persen, dan PKS 15,2.

Kader Golkar dianggap masyarakat paling aktif dalam penanganan Covid-19 dan membantu masyarakat dengan program-program partai. Hal ini membuat tren suara partai yang saat ini dipimpin Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto ini naik dibandingkan hasil Pemilu 2019 lalu. Pada Pemilu 2019 lalu, Golkar berhasil meraih 17.229.789 suara atau 12,31 persen.

“Golkar memiliki tingkat keterpilihan sebesar 14,2 persen, trennya naik dibandingkan hasil Pemilu 2019,” ujar Romeo.

Dari sisi keterpilihan ini, keterpilihan PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019 justru menurun. Pada pemilu lalu, PDIP berhasil meraup 27.503.961 suara atau 19,33 persen. Namun, dalam survei TRBC kali ini, PDIP hanya memiliki tingkat keterpilihan 14,4 persen. “Ini akibat kadernya yang tertangkap KPK,” ujar Romeo.

Keterpilihan merosot juga dialami Partai Gerindra yang hanya meraih 7,9 persen suara dan berada di urutan keempat di bawah Demokrat. Romeo menilai merosotnya suara keterpilihan Gerindra akibat kadernya di eksekutif tertangkap KPK dan tidak adanya permintaan maaf langsung dari Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra) ketika kadernya tertangkap,” tegasnya.
Survey TBRC juga fokus meneliti pendapat responden terkait pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia. Dari 1.985 responden yang diwawancara terkait program pemulihan ekonomi, sebanyak 82,8 persen masyarakat percaya tim ekonomi Jokowi-Ma’ruf akan berhasil memulihkan perekonomian nasional.

“Hanya 15,8 persen responden yang pesimistis ekonomi akan pulih di tahun 2021, dan 1,4 persen lainnya tidak menjawab,” tutur Romeo.
Sebanyak 48,3 persen responden juga menyatakan bantuan ekonomi pemerintah dapat membantu masyarakat. Meskipun bantuan yang diberikan pemerintah itu tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah penurunan penghasilan masyarakat. Survei juga mendapati responden sangat berharap Parpol maupun tokohnya bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Survei TBRC dilakukan pada 26 Januari-10 Februari 2021 dengan melibatkan 1.985 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Survei ini menggunakan metode teknik purposive sampling. Margin of error sebesar +/- 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (***)

Politik

Megawati Pegang Tiket PDI Perjuangan untuk Maju di Pilpres 2024

Published

on

Bandung, Jawa Barat, koin24.co.id – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri adalah pemegang hak prerogatif atau tiket pencalonan di Pilpres 2024, sebagaimana hasil Kongres V di Bali tahun 2019 lalu.

Sebagai pemegang tiket di pilpres, Megawati punya peluang besar untuk maju dan memenangi kontestasi
2024 mendatang dimana tidak ada calon dari incumbent.

“PDI Perjuangan memiliki 128 kursi di DPR RI, sedangkan syarat untuk tiket pilpres atau presidensial threshold adalah 115 kursi (20% dari jumlah kursi di DPR RI). Artinya, PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai yang sudah siap tiket di Pilpres,” kata Direktur Promega Centre, Mochtar Mohammad, Senin (7/6/2021).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil konsinyering dan kesepakatan bersama Komisi II DPR RI, Pemerintah, KPU, Bawaslu, dan DKPP, pemungutan suara pileg dan pilpres dilaksanakan pada 28 Februari 2024. Tahapan dimulai dilakukan 25 bulan sebelum pemungutan suara, yakni Maret 2022.

Mochtar menyampaikan beberapa alasan kuat kenapa Megawati masih berpeluang untuk maju
di Pilpres 2024.

Pertama, selain karena Ibu Megawati merupakan pemegang tiket pencalonan sebagaimana amanat kongres, beliau adalah figur sentral di PDI Perjuangan.

Kedua, beliau berpengalaman menjadi Presiden dan berhasil mengatasi krisis ekonomi dampak dari krisis ekonomi tahun 1998.

Ketiga, saat ini konsolidasi organisasi PDI Perjuangan hampir rampung, DPC seluruh kabupaten/kota 100% selesai, Pimpinan Anak Cabang (PAC/Kecamatan) 100% selesai,
Pengurus Ranting (tingkat desa/kelurahan) seluruh Indonesia selesai, dan Pengurus Anak Ranting (tingkat RW/Dusun) 60% selesai. Dan saat ini partai yang paling disiplin organisasi adalah PDI
Perjuangan.

“Dengan majunya Ibu Megawati, akan mempercepat proses konsolidasi organisasi yang pada gilirannya akan meningkatkan perolehan kursi PDI Perjuangan di semua tingkatan. Sebab, dengan majunya Ibu Megawati semangat gotong-royong kader akan semakin massif dan militan, seperti terjadi di Pemilu 1999,” ungkap deklatator pasangan Mega-Prabowo di Pilpres 2009 ini.

Alasan keempat, kata Mochtar, Megawati bersama dengan Presiden Joko Widodo punya potensi untuk menggalang koalisi besar. Karena posisi sekarang partai-partai besar berada dalam satu barisan di koalisi pendukung pemerintah. (***)

Continue Reading

Politik

Golkar ucapkan selamat bertugas kepada 91 kepala daerah yang telah resmi dilantik

Published

on

Wakil Ketua Umum partai Golkar Bidang Kominfo Nurul Arifin. (Foto: Istimewa)

Jakarta, koin24.co.id – Jumat (26/2/2021) menjadi hari yang bersejarah bagi Partai Golkar. Tepat pada hari tersebut, sebanyak 91 kepala daerah di Tanah Air yang diusung oleh Partai Beringin resmi dilantik untuk masa jabatan 2021-2024.

“Ucapan selamat, sukses dan juga agar amanah dalam menjalankan tugas, dari Ketua Umum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto kepada seluruh kepala daerah, baik gubernur, bupati ataupun wakil bupati, wali kota ataupun wakil, setelah dilantik kemarin. Kami meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia yang terpilih dan telah dilantik, agar dapat fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya,” kata Nurul Arifin, Wakil Ketua Umum partai Golkar Bidang Kominfo dalam keterangan tertulis yang diterima koin24.co.id, Senin (1/3/2021).

Secara khusus Golkar juga memberikan ucapan selamat kepada kadernya yang menjadi kepala daerah Kepulauan Riau, Gubernur Ansar Ahmad dan Wagub Marlin Agustina. Begitu pula dengan kepala daerah Bengkulu, Gubernur Rohidin Mersyah dan Wagub Rosjonsyah, yang dilantik Presiden Joko Widodo, pada Kamis (25/2/2021) di Istana Negara.

Pada Jumat lalu, juga dilantik kepala daerah dari Kota Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa. Begitu pula di Medan, Wali Kota Bobby Nasution dan Wakilnya, Aulia Rachman.

“Kami juga mengucapkan selamat atas dilantiknya Mas Gibran sebagai Wali Kota Solo dan Mas Bobby sebagai Wali Kota Medan. Semoga sukses dalam membangun kesejahteraan daerahnya, serta menjaga keberagaman Indonesia,” kata Nurul Arifin, yang juga anggota Komisi I DPR RI.

Golkar mendorong agar kepala daerah yang dilantik juga terus membuat terobosan dan inovasi dalam menjalankan tugasnya.

“Harus progresif dan inovatif dalam membangun daerah, agar sejalan dengan program pemerintah. Utamanya pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Kami berharap faktor ekonomi, kesehatan dan pendidikan menjadi fokus pembangunan untuk menuju Indonesia maju,” tutur Nurul Arifin.

“Harapan kami dari DPP Partai Golkar, hendaknya para kepala daerah menjalankan tugasnya dengan menjunjung tinggi ‘good governance’, fokus, transparan dan akuntabel,” pungkas Nurul Arifin.

Pada Pilkada Serentak 2020, Golkar menjadi pemenang karena terdapat 165 kepala daerah yang mereka usung memenangi pemilihan. Kemenangan itu mencapai 61 persen, dan melebihi target Golkar dari 270 daerah yang menggelar Pilkada tahun 2020.

Pelantikan para kepala daerah itu tentunya menjadi sebuah tantangan bagi Golkar untuk membuktikan bahwa setiap bupati, wali kota dan gubernur yang mereka usung bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh amanah serta tanggung jawab. (***)

Continue Reading

Politik

Usai dilantik, Gibran akan kunjungi pasar untuk persiapan vaksin massal

Published

on

Surakarta, Jawa Tengah, koin24.co.id – Anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka rencananya akan dilantik menjadi Wali Kota Solo hari ini, Jumat (26/2/2021). Bersamaan dengan itu, Gibran menyatakan akan langsung memulai pekerjaannya yakni mengawal proses pelaksanaan kesehatan bagi masyarakat Solo.

“Tidak usah menunggu Senin ya, intinya selesai dilantik ya jumat besok ini langsung kerja. Nanti saya bersama dengan pak Teguh akan mulai kerja dengan langsung ke lapangan, lihat saja,” tutur Gibran Rakabuming Raka, pada saat selesai melaksanakan gladi bersih Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta, di Graha Paripurna DPRD Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021) kemarin.

Lebih jauh Gibran menjelaskan bahwa agenda kerja pertamanya adalah blusukan, namun sayangnya ia belum mau berkomentar banyak terkait dengan rencana blusukannya tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota terpilih yang berpasangan dengan Gibran, yakni Teguh Prakosa menjelaskan bahwa pada hari pertama kerja pihaknya akan mengawal kesehatan pada masyarakat, yakni dengan mengecek kesiapan vaksin di kota tersebut.

“Rencananya kami akan mengawal kegiatan vaksinasi yang dikhususkan kepada masyarakat Solo, terlebih sampai saat ini jumlah vaksinnya masih sangat kurang dibandingkan dengan jumlah penerimanya,” sambung Teguh.

Selain mengecek masalah kesehatan masyarakat, Teguh kembali menambahkan bahwa fokus pekerjaan utamanya adalah dengan meningkatkan percepatan ekonomi masyarakat yang terlibat dalam UMKM, khususnya bagi yang terdampak pandemi Covid-19. (Gigs)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler