Connect with us

Politik

Jabar Bangkit untuk INDONESIA BERDIKARI

Avatar

Published

on

Bandung, koin24.co.id – Kebangkitan Indonesia harus diawali dari kemenangan Ganjar – Puan di Jawa Barat.

Hal tersebut dikemukakan Dewan Pembina Laskar Ganjar Puan (LGP), H. Mochtar Mohamad saat memberikan arahan di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Laskar Ganjar Puan Jawa Barat, di Apartemen Grand Kosambi, Sabtu (8/1/22).

Mochtar Mohamad menjelaskan, kita semua tahu bahwa di Bandung ini pada 4 juli 1927 Bung Karno melahirkan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang sekarang PDI Perjuangan.

INDONESIA BERDIKARI sesuai konsep Trisakti Bung Karno, mampu dijalankan oleh Kader Ideologi Bung Karno yakni pasangan Ganjar – Puan.

“Kami sepakat dan percaya Ganjar – Puan mampu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Ia memaparkan, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Laskar Ganjar – Puan Jawa Barat di ikuti 27 Kota / Kab DPC se-Jawa Barat dengan
maksud dan tujuan Rakerda ini dilaksanakan adalah untuk Konsolidasi organisasi dan sekaligus penyerahan SK DPC Laskar Ganjar – Puan seJawa Barat.

Dalam laporan masing-masing Ketua Cabang, ada beberapa daerah sudah selesai Konsolidasi organisasi pada tingkat Kecamatan PAC bahkan ada juga sampai tingkat Kelurahan.

Padahal time skedul yang diberikan tahapannya adalah Januari 2022 rampung Pengurus DPC 15 orang, Febuari 2022 rampung Pengurus Kecamatan PAC 10 orang dan Maret rampung Pengurus Ranting Kelurahan/Desa 10 orang.

“Terbentuknya pengurus lengkap dan sudah ber SK. Ini membuktikan bahwa tingkat penerimaan di masyarakat pasangan Ganjar – Puan sangat luar biasa bahkan seragam pun secara gotong – royong buat sendiri,” terangnya.

Dalam kesempatan ini juga, sambung dia, pengurus dibagi kalender dan kaos dan bendera Laskar Ganjar – Puan untuk dibagikan di daerahnya. (Red).

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Politik

Kalender dan Stiker Ganjar – Puan Jadi Rebutan di Masyarakat

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Pasangan Ganjar – Puan menjadi magnit politik untuk masyarakat ikut dalam politik, bahkan mereka dengan rela mengeluarkan akomodasi seperti seragam dan lainnya.

Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar Puan (LGP), H. Mochtar Mohamad menuturkan, DPP Laskar Ganjar – Puan (LGP) membuat puluhan ribu kalender dan stiker yang dalam 3 (tiga) hari ludes di serbu masyarakat.

“Bahkan relawan Laskar Ganjar – Puan di Kecamatan Jati Asih ada 6 Kelurahan, jadi 2 versi pengurus ranting yang jumlahnya 10 orang semua ngotot jadi pengurus sampai pengurus yang satu menunjukkan pesanan seragam yang dibuat mereka,” tuturnya.

Dari sini, pihaknya melihat begitu menggeliat arus dukungan Ganjar – Puan dari tingkat Kecamatan sampai Kelurahan.

“Kami memerintahkan pihak DPC memusyawarahkan ke 2 kubu tersebut dan akhirnya bisa disatukan. Ini indikator yang kuat bahwa Ganjar – Puan diterima masyarakat,” terangnya.

Di beberapa daerah, sambung dia, sudah pada tahap persiapan langkah verifikasi organisasi lewat Rakerda yang di biayai secara gotong – royong oleh pengurus maupun simpatisan.

“Contoh di Jabar untuk Konsolidasi organisasi DPD Laskar Ganjar – Puan melaksanakan Rakerda se-Jabar diikuti 27 kota/Kab DPC Laskar Ganjar – Puan, dilaksanakan di Apartemen Kosambi, Kota Bandung pada Sabtu (8 Januari 2022) yang akan datang,” bebernya.

Dalam politik di Indonesia, tambahnya, gejala atau fenomena ini pernah dialaminya di jaman 98 ketika Pro-Mega menjamur di Jabotabek, bahkan Indonesia dan dirinya saat menjadi anggota DPRD tahun 1999.

“Roh Gotong – Royong sangat terasa ketika mengusung Ganjar – Puan, bahkan bisa melebihi dahsyatnya di tahun 1999. Rakyat mau keluar koceknya kepada idolanya Ganjar – Puan,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Politik

Survei SMRC, Ganjar Pranowo Tokoh Paling Disukai Pemilih

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam opini publik bertajuk “Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional”. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo paling disukai oleh pemilih Indonesia.

Hal ini dituliskan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) saat merilis secara online pada Selasa (28/12/21) di Jakarta.

SMRC mengungkapkan, pelaksanaan survey ini dilakukannya pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Pada jumlah sample awal 2420 yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Dari hasil tersebut diperoleh response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2062 atau 85%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas dalam presentasinya mengemukakan bahwa, di antara 17 nama tokoh, Ganjar Pranowo paling disukai. Bahkan dari yang tahu, ada 86 persen yang menyatakan suka pada Ganjar. Tingkat kesukaan publik pada Ganjar ini jauh di atas Prabowo (disukai 71 persen dari yang tahu). Sementara Anies Baswedan sebesar 74 persen.

Lebih lanjut Abbas menjelaskan, dengan keadaan tersebut akan membuat Ganjar lebih unggul ketika kedikenalannya naik secara signifikan. Dalam survei ini ditemukan bahwa, tingkat kedikenalan Ganjar Pranowo masih di sekitar 67 persen, sementara Prabowo Subianto sudah 96 persen, dan Anies Baswedan sebesar 86 persen.

Dari Oktober 2020 ke Desember 2021, awareness atau kedikenalan pada Ganjar naik dari 54 persen menjadi 67 persen (naik 13 persen).

“Peningkatan awareness ini yang membuat elektabilitas Ganjar naik paling signifikan karena Ganjar adalah tokoh yang paling disukai,” papar Abbas.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar – Puan, H. Mochtar Mohamad mengatakan, pada Survei SMRC Desember 2021 di basis Gerindra Jawa Barat tergeser oleh PDI Perjuangan dan Golkar yang pada saat 2019 memimpin.

“Pada Pileg 2019 PDI Perjuangan 14,3% naik 20,3% Desember 2021. Pileg 2019, Golkar 13,3% naik 16,7% Desember 2021, sedangan Pileg 2019, Gerindra 17,6% turun 15,8%,” katanya.

Di sisi lain, kurva naik Ganjar – Puan tidak akan terbendung lagi karena dianggap PDI Perjuangan berhasil dalam proses Kaderisasi dan Penataan Organisasi.

“Pasangan Ganjar – Puan dianggap mampu membangun Konstruksi INDONESIA BERDIKARI yang pondasinya sudah dimulai oleh Presiden Jokowi,” terangnya.

Ia menambahkan, Ganjar mampu menjadi magnit sweng voter, Puan Maharani mampu mengelola strong voter PDI Perjuangan. Apalagi kalau Ganjar Pranowo diangkat di Kabinet Jokowi di tahun 2022.

“Sedangkan pesaing utamanya Anis selesai masa jabatannya di 2022 dan Prabowo Subianto terjebak di Kabinet Jokowi yang secara politik sulit bergerak,” tandasnya. (Red)

Continue Reading

Politik

Keunggulan PDIP Tidak Bisa Dipisahkan dari Jokowi dan Ganjar Pranowo

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar – Puan, H. Mochtar Mohamad mengatakan, pasangan Ganjar – Puan penerima estafet Jokowi karena diusung dari partai yang sama PDI Perjuangan.

“Ini merupakan penerus konsep Bung Karno, Spirit Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti Bung Karno Berdaulat di bidang Politik, Berdikari di bidang Ekonomi dan Berprikebadian dalam budaya,” kata Mochtar di Jakarta, Rabu (29/12/21).

Dijelaskan dia, pemerintahan Jokowi bisa terjaga sampai dengan 2024, bisa jadi PDI Perjuangan di pemilu 2024 atas efek Jokowi dan Ganjar – Puan melebihi pemilu 1999 mencapai 34,74% diperkirakan diatas 40 %.

Indikator itu terukur di Jabar, hari ini Kabupaten Indramayu yang di dominasi Golkar bergeser ke PDI Perjuangan hingga 48% dan Kabupaten Pangandaran 50% survei Desember SMRC.

“Bahkan 2 Kabupaten di Jabar, PDIP Perjuangan mendominasi yang selama ini dikuasai Golkar,” jelasnya.

Di sisi lain, Puan dianggap menyolidkan pemilih PDIP Perjuangan pasangan ke Ganjar – Puan. Wilayah Sumatra bangkit gabung ke Ganjar – Puan. Mampu membuat Indonesia Berdikari.

“Cukup makan, cukup pakaian, cukup sehat, cukup sekolah, cukup papan (red-rumah) seperti diinginkan Bung Karno,” paparnya.

Sebelumnya, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional” yang dirilis secara online pada Selasa, 28 Desember 2021 di Jakarta menyebutkan,
dukungan publik pada PDIP yang mengungguli partai-partai lain tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Joko Widodo dan Ganjar Pranowo.

Survei SMRC ini dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Jumlah sample awal 2420 yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2062 atau 85%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam presentasinya menunjukan bahwa, dukungan publik pada PDIP bertahan pada posisi teratas dengan 25,2 persen suara. Angka ini membuat PDIP menjadi satu-satunya partai dengan elektabilitas yang melampaui perolehan suara pada Pemilu 2019, 19,3 persen.

Menurut Abbas, kenaikan suara PDIP yang signifikan, dari 14,03 persen pada Pemilu 2009 ketika Jokowi belum muncul dalam politik nasional menjadi 19,3 persen pada Pemilu 2019, dan cenderung bertahan bahkan menguat di posisi teratas ditunjang oleh kepuasan atas kinerja Presiden Joko Widodo dan kesukaan publik pada Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP.

Abbas menunjukkan bahwa, pemilih Jokowi menjelang 2014 dibanding pemilih tokoh lain jauh lebih banyak yang memilih PDIP. Pemilih yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi setelah Pemilu 2014 jauh lebih banyak yang memilih PDIP dibanding dengan yang tidak puas. Narasi ini bersandar pada grafik berikut:

Abbas, melalui survei eksperimental, selanjutnya membuktikan bahwa PDIP tanpa Jokowi pada Pemilu 2014 akan mendapat suara kurang dari 14 persen.

Hal serupa terjadi pada Pemilu 2019, Jokowi memberi pengaruh positif dan signifikan pada elektabilitas PDIP. Tanpa Jokowi, partai ini akan mendapat suara kurang dari hasil Pemilu, 19,3 persen.

Di samping Presiden Jokowi, PDIP sekarang punya tokoh yang disukai pemilih, yakni Ganjar Pranowo. Kuatnya PDIP dalam tahun terakhir terakhir tidak bisa dipisahkan dengan Ganjar Pranowo. Sebesar 46 persen pemilih PDIP beririsan dengan pemilih Ganjar Pranowo, dan hanya 10 persen yang beririsan dengan Puan Maharani. Hal ini bisa dibaca dalam grafik berikut.

“Pemilih Ganjar dibanding tokoh lain bila maju sebagai calon presiden jauh lebih berhubungan dengan pemilih PDIP,” tegas Abbas. (Red).

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler