Connect with us

News

Kasi Pers Korem 142/Tatag ulang tahun ke-52 tahun

Avatar

Published

on

Mamuju, Sulawesi Barat, koin24.co.id – Salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia dari sekian banyaknya nikmat adalah umur panjang. Sehingga wajib senantiasa bersyukur padaNya.

Demikian halnya apa yang dilaksanakan hari ini, Sabtu (21/11/2020) di pelataran kolam renang Hotel D’Maleo Mamuju, Sulawesi Barat, Kasi Pers Korem 142/Tatag Kolonel Inf. Masrief merayakan ulang tahunnya yang ke-52.

Mengingat protokol kesehatan Covid-19 yang melarang untuk terlalu banyak berkerumun, sehingga perayaan ulang tahun dilaksanakan dengan sangat sederhana. Hanya dihadiri Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P,l., bersama istri, para Kasi Korem 142/Tatag juga beserta istri serta Dandim 1418/Mamuju, Dandenhub, dan para perwira menengah lainnya.

Pria yang dilahirkan di Mariso, Makassar pada tanggal 21 November 1968 ini menghabiskan masa kecilnya di Kota Angin Mamiri. Ia beraekolah di SDN 2 Monginsidi Makassar.

Jebolan Akademi Militer 1991 ini menyelesaikan bangku sekolahnya di SMPN 1 Padang Panjang dan SMAN Padang Panjang, Sumatera Barat.

Sederet jabatan yang pernah diduduki salah satunya Kasi Ops Pusat Kesenjataan Infanteri. Sebelumnya ia menjabat Waka Jasdam III/Slw.

Suami dari Minda ini dikaruniai satu orang putri yang saat ini sudah menginjak remaja.

Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P., mengatakan perayaan ulang tahun ini selain puja dan puji serta rasa syukur kepada Allah SWT atas bertambahnya usia yang diberikan, juga mempererat hubungan silaturahmi di antara semua. Sehingga tercipta ikatan batin yang kuat baik antara atasan dan bawahan maupun dengan keluarga.

“Ikatan emosional yang mendalam di antara kita semua akan menciptakan ruang untuk bisa saling memahami satu sama lain,” kata Danrem.

“Barakallahu fii umrik. Semoga panjang umur dan bahagia bersama Keluarga,” tutup Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P. (***)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Panglima TNI pimpin upacara Sertijab Kapuskersin

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., memimpin upacara serah terima jabatan Kepala Pusat Kerjasama Internasional (Kapuskersin) TNI, bertempat di kantor Subden Denma Mabes TNI, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2020).

Acara  Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapuskersin TNI dari Laksma TNI Didik Kurniawan, S.T., M.Si., kepada Laksma TNI R. Teguh Isgunanto, M.A., berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/911/XI/2020 tanggal 18 November 2020.

Selanjutnya Laksma TNI Didik Kurniawan, S.T., M.Si., akan berdinas di Bais TNI, sedangkan Laksma TNI R. Teguh Isgunanto, M.A., sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Koarmada II.

Pada kesempatan tersebut, sebagai pejabat baru, Laksma TNI R. Teguh Isgunanto, M.A., melakukan penandatanganan pakta integritas dan berita acara serah terima jabatan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kasum TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr (Han)., Danpuspom TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis S.H., M.H., dan Kababinkum TNI Laksda TNI Anwar Saadi, S.H., serta pejabat teras Mabes TNI. (Puspen TNI)

Continue Reading

News

Rumah ibunda Mahfud MD di Pamekasan digeruduk, LaNyalla ajak semua pihak tabayyun

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Rumah Ibunda Menko Polhukam Mahfud MD, Siti Khotijah di Pamekasan, Madura, digeruduk sekelompok orang. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengajak semua pihak untuk tabayyun dalam menyikapi perbedaan pendapat.

“Bila memang ada perbedaan pendapat, masyarakat bisa melakukan tabayyun dengan pemerintah. Jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain,” ujar LaNyalla di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Sekelompok orang mendatangi rumah ibu Mahfud yang sudah berusia 90 tahun. Selain ibu Mahfud, di rumah tersebut juga terdapat kakak Mahfud yang berusia 70 tahun beserta 2 perawat dan pekerja rumah tangga.

Dari pengakuan keluarga, ibu Mahfud sempat merasa ketakuran saat rumahnya digerebek sekelompok massa yang mencari Mahfud. Puluhan orang yang mendatangi rumah Ibunda Mahfud menyampaikan aspirasinya yang tidak setuju dengan pernyataan Mahfud MD terkait Habib Rizieq Shihab.

“Kita harus menghormati orang tua. Bila memang ada ketidaksetujuan dengan Pak Mahfud, bisa disampaikan lewat cara-cara yang lebih sesuai. Tidak dengan mendatangi kediamannya, apalagi di rumah ibunda Pak Mahfud yang sudah sepuh,” tutur LaNyalla.

Senator asal Dapil Jawa Timur itu mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama, khususnya yang berada di Madura, agar merangkul masyarakat. Dengan demikian, kata LaNyalla, tidak terjadi lagi peristiwa serupa.

“Saya mengajak para alim ulama, habaib, dan kiai-kiai untuk mengimbau umatnya untuk menekankan tabayyun. Gunakan sarana yang ada, termasuk kami para senator apabila ada ketidakpuasaan terhadap pemerintah,” ucapnya.

DPD memastikan akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Masyarakat bisa menggunakan saluran para anggota DPD, sebagai perwakilan daerah masing-masing.

“Para senator pasti akan hadir untuk rakyat. Oleh karena itu, sampaikan aspirasi lewat perwakilan DPD yang ada daerah. Kami pasti akan sampaikan kepada pemerintah supaya bisa kita carikan solusi bersama,” tegas LaNyalla. (*)

Continue Reading

News

Tinjau pengungsian erupsi Gunung Ili Lewotolok, Kepala BNPB minta kelompok rentan dipisah dari yang lebih muda

Published

on

Foto : Kepala BNPB Doni Monardo (tiga dari kanan menggunakan masker putih) dalam kunjungannya untuk meninjau pengungsian dan penanganan erupsi Gunungapi Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT)., Rabu (2/12). (Komunikasi Kebencanaan BNPB)

Lembata, Nusa Tenggara Timur, koin24.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) agar memberi penanganan yang lebih baik kepada para pengungsi Gunungapi Ili Lewotolok, khususnya bagi mereka yang masuk dalam kelompok rentan.

Dalam kunjungan kerja untuk meninjau pengungsian dan penanganan erupsi Gunungapi Ili Lewotolok, Doni melihat bahwa pemkab sudah memberikan layanan yang cukup baik.

Namun, dia masih menemukan adanya beberapa hal yang harus diperbaiki, salah satunya adalah masalah penanganan kesehatan dan keselamatan para pengungsi.

Dalam hal ini Doni meminta agar para warga pengungsi kelompok rentan dapat dipisahkan dari mereka yang berusia muda.

Menurut Doni, hal itu harus dilakukan, sebab selain menghadapi ancaman bencana alam, para pengungsi saat ini juga menghadapi bencana non alam, yakni pandemi Covid-19.

“Saya imbau Pemkab agar bisa memisahkan antara kelompok rentan dengan yang muda. Karena kita menghadapi bencana alam namun juga dalam situasi bencana non alam,” kata Doni, Rabu (2/12).

Sebagaimana diketahui bahwa kelompok rentan memiliki risiko yang lebih berat apabila terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Adapun kelompok rentan tersebut meliputi usia lanjut, penderita penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, disabilitas, balita dan anak-anak

Apabila hal tersebut tidak segera ditangani dengan baik, maka dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat lainnya.

“Karena kelompok rentan ini sangat berisiko kalau terpapar itu bisa membahayakan keselamatan jiwa,” kata Doni.

“Jadi tidak hanya mengurusi ancaman terhadap erupsi gunungapi, tapi kita juga harus bisa melindungi warga negara dan masyarakat dari pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Negara hadir untuk keselamatan masyarakat

Kunjungan Kepala BNPB Doni Monardo bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di lokasi pengungsian erupsi Gunungapi Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata tersebut juga sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan.

“Pemerintah pusat hadir tengah masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Lembata, akibat dari erupsi Gunungapi Ili Lewotolok,” jelas Doni.

Sebagaimana menurut catatan yang diterima Doni bahwa sudah ada sebanyak 7.968 orang yang sudah mengungsi di 7 titik pengungsian.

Dari data tersebut, Doni juga menekankan agar Pemkab Lembata sebagai pemegang tongkat komando dapat bekerja lebih keras lagi bersama seluruh komponen demi keselamatan jiwa.

Hal itu sebagaimana yang selalu menjadi arahan Presiden Joko Widodo bahwa keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi.

“Tidak boleh ada korban jiwa, oleh karenanya perlu adanya kerja keras dari seluruh komponen,” kata Doni.

“Keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi, Salus Populi Suprema Lex,” tutup Doni. (Sumber: Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler