Connect with us

Hukum & Kriminal

Korban Investasi Bodong EDDCash Minta Keadilan dan Uang Kembali

Avatar

Published

on

Puluhan Korban EDCcash dengan membawa spanduk mendatangi pengadilan negeri Kota Bekasi, meminta Keadilan. (Foto Istimewa).

Bekasi, koin24.co.id – Sejumlah korban investasi bodong E-Dinar Coin Cash (EDDCash) datangi Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Rabu (3/11/21).

Kedatangan mereka tak lain untuk mencari keadilan atas kerugian yang diderita hingga miliaran rupiah dan menuntut agar segera uang tersebut dikembalikan.

Diana Pucuk, salah satu puluhan korban yang berdemo mengatakan bahwa, kedatangannya ke pengadilan untuk mendapatkan keadilan, terutama pencairan uang yang hilang akibat EDCCASH tersebut.

“Kami disini mencari keadilan yang seadil-adilnya dari bapak atau ibu hakim, untuk dicairkan yang menjadi hak-hak kami para peserta yang sedang mengejar kami,” ucap Diana seperti yang di lansir di medsos.

Dari kejadian ini, lanjutnya, ia harus kehilangan rumah serta ditinggalkan suaminya. Hingga sekarang, ia ditagih oleh para downline nya yang mencapai 2 miliar rupiah.

“Hingga saat ini saya dikejar-kejar, kesana ditagih, kesini di tagih, sementara saya belum bisa bicara apa-apa karena, saya sudah kehilangan rumah dan tinggal tidak menentu, orang tua juga tidak ada karena ditekan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Diana mengaku, sampai saat ini mempunyai banyak hutang akibat harus menutup hutang. Bahkan, mendapat ancaman pembunuhan dari oknum tertentu. Namun ia berniat melaporkan ancaman tersebut kepada kepolisan.

“Saya diancam sama eyang Anton, saya diancam akan dibunuh kalau saya melapor atau bersaksi atas kebenaran kasus ini,” saya diancam lewat wa, saya tidak melaporkan ini, saya lebih ke pencairan,” pungkasnya.

Ia berharap, hakim dapat lebih berlaku lebih adil agar hak para peserta dapat segera dikembalikan. Karena kasus ini telah menyeretnya kepada permasalahan yang pelik.

Sementara itu, Kuasa Hukum korban EDDCash, Agus Supriyanto mengatakan, Kerugian warga dalam investasi bodong itu mencapai 400 – 600 miliar. Ia mewakili lebih dari 900 warga yang menjadi korban EDCCash tetap mengikuti jalannya sidang yang ia nilai, masih kurang transparan.

“Kalau kemarin memang pada saat sidang pertama sampai kelima, saya mengikuti perjalannya sidang ini, sepertinya materi sidang belum diungkapkan di dalam persidangan,” kata Agus.

Ia menilai, materi persidangan juga lebih menekan saksi korban dengan pihak lawan yang mempresure saksi korban, sehingga, suasana korban tidak imbang.

“Presure nya seperti di luar materi sidang di tanyakan,” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi sekali atas kinerja Kepolisian yang dengan cepat mengungkap dan menangkap pelaku, hingga berkasnya diserahkan kepada Kejaksaan.

“Dari mulai penangkapan, sampai pada P21, Sudah sesuai prosedur dan bahkan sangat cepat, sementara kasus ini kan kasus yang luar biasa, terus pada bulan puasa saya lihat di mabes polri, kerja hingga larut malam,” pungkasnya.

Diketahui, Pelaku investasi bodong EDDCash saat ini telah ditahan dan di titipkan di rutan kelas 2B Bulak Kapal, Kota Bekasi. (Red).

Hukum & Kriminal

Buronan Pembobol Bank Mandiri, Berhasil Ditangkap Polda Jabar dan Tim Tabur

Published

on

Yosef Tjahjadjaja buronan 15 tahun terpidana kasus pembobolan Bank Mandiri senilai Rp. 120 Miliar.

Jakarta, koin24.co.id – Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI menangkap Yosef Tjahjadjaja buronan 15 tahun terpidana kasus pembobolan Bank Mandiri senilai Rp. 120 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leo Ebenezer Simanjuntak, Selasa (13/7).

Ia mengatakan, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada Tim Dirkrimum Polda Jawa Barat atas sinergitas kedua lembaga penegak hukum tersebut.

“Bapak Jaksa Agung mengucapkan terimakasih atas kerjasama Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan dengan Tim Dirkrimum Polda Jabar, khususnya kepada Wadir Reskrimum AKBP Indra Hermawan, SH, S.Ik, MH dan tim atas bantuannya telah berhasil mengamankan Terpidana Yosef Tjahjadjaja yang sudah buron atau melarikan diri selama 15 tahun,” tutur Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung.

Leo mengisahkan, penangkapan Yosef yang berlangsung, Selasa (13/7/21) merupakan kolaborasi dan sinergitas antara tim intelijen Kejaksaan Agung, tim Ditkrimum Polda Jawa Barat, dan tim intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

“Diamankan di sebuah  rumah sakit di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur sekitar pukul 13.50 WIB, karena sebelumnya, Polda Jawa Barat menerima laporan polisi tentang tindak pidana penipuan yang diduga dilakukan oleh terpidana Yosef Tjahjadjaja bersama dua orang pelaku lainnya yang sudah berhasil ditangkap oleh penyidik Ditkrimum Polda Jawa Barat terlebih dahulu,” kata Kapuspenkum.

Dijelaskan Kapuspenkum. selama ini untuk mengelabui penyidik Polda Jawa Barat dan menghilangkan jejak dari DPO Kejaksaan, Yosef diduga memalsukan identitas dengan Kartu Tanda Pendudukan (KTP) atas nama Yosef Tanujaya.

“Setelah Penyidik Polda Jawa Barat berkoordinasi dengan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, ternyata benar orang yang diduga pelaku tindak pidana penipuan tersebut merupakan buronan yang masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” ucapnya.

Sebelum ditangkap, Yosef sempat ditempatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Ceger, Jakarta Timur untuk menjalani masa perawatan karantina karena sebelumnya diduga terpapar Covid-19. Ia dirawat selama 10 hari di rumah sakit tersebut sebelum ditangkap atau diamankan hari ini.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Swab Antigen terakhir pada hari ini Terpidana Yosef Tjahjadjaja sudah dinyatakan negatif Covid-19. Setelah pemantauan kesehatan  yang bersangkutan dinyatakan sehat, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan memindahkan Terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),” tukas mantan Wakajati Papua Barat ini.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan, Jaksa Agung Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Dirkrimum Polda Jawa Barat, khususnya kepada Wadir Reskrimum, AKBP Indra Hermawan, SH, S.IK, MH dan tim atas bantuannya mengamankan terpidana yang menjadi buronan selama 15 tahun itu. Melalui program Tangkap Buronan (Tabur), Kejaksaan menghimbau kepada seluruh buronan yang masuk dalam DPO untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

“Karena tidak ada tempat aman bagi pada buronan,” tegasnya.

Yosef Tjahjadjaja merupakan terpidana korupsi pembobolan Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan-Jakarta yang menyebabkan kerugian Keuangan Negara sebesarRp120 miliar.

Awalnya Yosef diminta mencarikan dana (arranger) untuk ditempatkan di Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan dan atas penempatan dana tersebut ia meminta imbalan kepada pihak bank. Singkatnya, Yosef berhasil menempatkan deposito Rp200 miliar dari PT. Jamsostek di bank tersebut.

Selanjutnya atas penempatan dana tersebut, Yosef bersama-sama dengan Agus Budio Santoso dari PT. Rifan Financindo Sekuritas meminta imbalan fasilitas dana untuk mengucurkan kredit kepada Alexander J. Parengkuan dan kawan-kawan dari PT. Dwinogo Manunggaling Roso. Deposito PT. Jamsostek yang telah ditempatkan di bank tersebut dijadikan jaminan kredit oleh Yosef atas bantuan Charto Sunardi, selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan. Charto saat ini telah diputus bersalah dan dihukum dengan pidana penjara divonis 15 (lima belas) tahun.

Kucuran kredit dibagi menjadi 10 bilyet giro, dikucurkan kepada Alexander, selaku direktur PT. Dwinogo Manunggaling Roso dengan dalih untuk membangun rumah sakit jantung. Namun ternyata dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi Alexander dan kawan-kawan.

Atas bantuan pengucuran kredit tersebut, Yosef mendapat imbalan uang sebanyak Rp6,4 miliar dan perusahaannya PT. Rifan Financindo Sekuritas mendapatkan fee sebesar 7,5 % dari jumlah kredit yang dikucurkan.

“Akibat dari pencairan kredit yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku pada waktu itu menyebabkan kerugian negara dan menguntungkan diri sendiri dan orang lain,” imbuh Kapuspenkum.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2662 K/Pid/2006 tanggal 01 Nop 2006, jo Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 17/Pid/2006/PT.DKI tanggal 17 Mei 2006, jo Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 59/Pid.B/2004/PN.JKT.PST tanggal 26 Juli 2004, terpidana Yosef Tjahjadjaja dinyatakan terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi melanggar pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan dijatuhi hukuman pidana dengan pidana penjara selama 11 tahun penjara. (Red).

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Olah TKP penembakan di Cengkareng, Tim Inafis Polda Metro Jaya bawa dua kardus barang bukti

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polda Metro Jaya akhirnya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di RM Kafe Cengkareng, Jakarta Barat.

Tim yang berangggotakan 8 orang itu tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 13.40 WIB dan langsung masuk ke dalam kafe yang berada di perempatan Cengkareng untuk mengadakan olah TKP.

Sementara itu, di luar kafe, sejumlah anggota Polisi dan TNI tampak berjaga di sekitar lokasi kejadian. Sekitar 1,2 jam melakukan olah TKP, tim Inafis keluar dengan membawa dua kardus yang kemungkinan berisi botol bekas minuman keras dan sejumlah bukti lainnya yang diduga digunakan pelaku dalam peristiwa Kamis dini hari tadi.

“Wah kalau statement langsung ke Kabid Humas PMJ yah mas, kita gak bisa kasih statment apa-apa,” ujar petugas Inafis Polda Metro Jaya yang bertugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian itu.

Tak hanya mengamankan barang bukti berupa barang-barang yang didapat dari dalam kafe, Tim Inafis juga menyerahkan dua sepeda motor yang kemungkinan dimiliki korban penembakan dan pengunjung yang datang ke lokasi kafe tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Bripda CS yang mabuk di Kafe RM Cengkareng dan menembak mati tiga orang. Satu diantara korban yang ditembak itu adalah seorang anggota TNI-AD bernama Sinurat yang merupakan petugas keamanan kafe tersebut. Sedangkan dua orang lainnya adalah Ferri Saut Simanjuntak yang merupakan waiters dan Manik yang merupakan kasir di RM Kafe tersebut. Sedangkan salah satu korban luka bernama Hutapea yang merupakan manager kafe.

Berdasarkan cerita, kejadian tersebut berawal saat Bripda CS dan rekannya bernama Cepi datang ke kafe tersebut sekitar pukul 02.00 WIB Kamis dini hari. Di kafe tersebut, keduanya memesan minuman keras untuk dikonsumsinya. Sekitar pukul 04.00 WIB, korban Ferri menyodorkan sebuah bill tagihan pemesanan minum yang mereka minum sebesar Rp.3.335.000,- namun korban tidak mau membayar.
Selanjutnya korban Sinurat selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan di tembakkan kepada ketiga korban secara bergantian. Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan dijemput temannya dengan menggunakan mobil dan pelaku sudah di amankan di Polsek Kalideres Jakarta Barat.

Kini Bripda CS telah ditahan di tahanan Polda Metro Jaya dan kasusnya sendiri telah diumumkan oleh Kapolda Metro Jaya.

Kapolda dalam keterangannya menyatakan bahwa anggota Polri dari Polsek Kalideres, Jakarta Barat itu dipastikan akan dilakukan proses pidana oleh Ditkrimum Polda Metro Jaya.

“Sesuai Peraturan Pemerintah No 1/2003 pasal 11, 12, 13 Bid Propam Polda Metro Jaya dan Div Propam Polri akan memproses Pemberhentian Dengan Tidak Hormat. Kita juga akan menggelar Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 35 UU No 2/2002 yang kemudian selanjutnya, Propam Polri melakukan pengecekan kembali prosedur pemegang senjata api di seluruh jajaran dan wilayah baik tes psikologi, latihan menembak, dan catatan perilaku anggota Polri,” tegas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus dalam keterangan persnya Kamis (25/2/2021). (Gigs)

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Kapolda Metro Jaya tindak tegas oknum anggota polisi pelaku penembakan di Cengkareng

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Pelaku penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian di Cengkareng, Jakarta Barat langsung ditindak tegas oleh Polda Metro Jaya.

Disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, pelaku penembakan adalah Bripka CS. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. “Kami langsung proses pelakunya. Tersangkanya Bripka CS dan terjadi tadi pagi di Cengkareng sekitar pukul 04.00 WIB,” tegas Irjen Pol Fdail Imran di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2).

Dijelaskan Fadil Imran, status Bripka CS sudah resmi menjadi tersangka dan dijerat Pasal 338 KUHP. Dan mantan Kapolda Jatim ini juga mengatakan, proses hukum terhadap tersangka sudah dilakukan sejak pagi tadi.

“Saya ulangi kepada tersangka sudah diproses langsung pagi hari ini juga. Tersangka akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri,” tegas Fadil Imran.

“Kami sudah melaksanakan komunikasi dengan Pangdam Jaya selaku penanggung jawab keamanan garnisun ibu kota. Dan juga berkoordinasi dengan Pangkostrad sebagai atasan korban,” ungkap Fadil Imran saat ditanya mengenai salah satu korban dari anggota TNI.

Tidak itu saja, Fadil Imran juga meminta jajarannya untuk membantu meringankan beban para korban penembakan, saat proses pemakaman.
Diketahui, aksi penembakan terjadi di sebuah kafe Cengkareng, Jakarta Barat dan langsung ramai menjadi perbincangan publik. Dalam insiden itu, tiga orang tewas.

Dari laporan, peristiwa ini bermula ketika pelaku yang anggota polisi ditagih membayar minuman sebesar Rp3,3 juta. Pelaku tak mau membayar dan marah melakukan penembakan ala koboy. (Gigs)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler