Wisata
Pesona G-land yang tersembunyi di ujung selatan Banyuwangi
Published
5 years agoon
Banyuwangi, Jawa Timur, koin24.co.id – Ketika G-Land justru masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan nusantara, berbeda halnya dengan wisatawan mancanegara. G-Land atau yang biasa disebut Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi favorit turis asing saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
Pantai yang terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo itu dianggap sebagai salah satu surga yang tersembunyi bagi para peselancar dunia. Maka selancar pun menjadi daya tarik utama bagi pantai itu,
Selain itu, G-Land pun menyuguhkan keindahan alam yang kaya dengan hamparan laut biru yang luas dan ombak yang memanjang, tinggi, dan besar. Hal itulah yang membuat para peselancar manapun tertangang ingin menaklukannya.
Panjang ombak pantainya bisa mencapai 2 kilometer dengan ketinggian ombak hingga 8 meter. Gelombang pasang di G-Land seringkali dapat membentuk tabung air yang hampir sempurna. Tak heran, jika ombak di G-Land disebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawaii, Amerika Serikat.
Menariknya, G-Land menyajikan berbagai pilihan tipe ombak bagi peselancar manapun yang datang. Mulai dari peselancar pemula hingga peselancar yang sudah memiliki keahlian tingkat tinggi.
Ombak G-Land memiliki tiga tingkatan antara lain Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves.
Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3 – 4 meter. Lalu, Speedis Waves ketinggian ombak mencapai 5 – 6 meter untuk peselancar tingkat sedang. Sementara Kong Waves, biasanya digunakan untuk peselancar tingkat profesional, memiliki ketinggian ombak mencapai 6 – 8 meter.

Harmonisasi warna
Selain menjadi tempat favorit bagi para peselancar, Pantai G-Land Banyuwangi memiliki harmonisasi warna yang indah dan mempesona.
Terdapat pasir pantai putih yang halus, hamparan laut biru yang luas, bebatuan karang dengan konfigurasi unik, serta pepohonan hijau. Perpaduan itu menjadikan G-Land pemandangan alam yang eksotis.
Pengunjung yang tidak bisa berselancar juga bisa melakukan berbagai aktivitas di laut seperti diving dan snorkeling.
Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan oleh pengunjung ialah tracking menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki menyusuri pantai sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Bahkan pengunjung juga bisa mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo yang dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi.
G-Land juga memiliki banyak tempat foto yang bisa dijadikan sebagai objek foto menarik. Selain itu pengunjung bisa melihat satwa liar yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Mulai dari kera hingga rusa. Hewan-hewan ini berkeliaran secara bebas.
Bagi pengunjung yang ingin menginap di G-Land, terdapat beberapa pilihan penginapan yang bisa disewa sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, diantaranya Bobby Surf Camp, Joyo’s Surf Camp, dan G-Land Jack’s Surf Camp.
Untuk menuju Pantai G-Land pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Jarak tempuh kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Durasi perjalanan menuju G-Land memakan waktu sekitar 2,5 jam.
Selama perjalanan pengunjung disuguhkan dengan pemandangan alam yang menawan. Langit biru yang begitu cerah, sinar mentari yang menghangatkan, hamparan sawah hijau, serta gunung yang menjulang tinggi membuat siapapun yang melihat merasakan kesegarannya alam yang murni.

Memasuki Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, pengunjung menyusuri hutan dengan pohon-pohon tinggi yang masih sangat asri, disambut kawanan kera juga berkeliaran di jalanan dan pepohonan, selain itu ada juga rusa yang berada di sekitar pantai. Meski tidak langsung kabur, namun kera dan rusa tetap menjaga jarak dengan manusia.
Salah satu warga asli Banyuwangi yang berada di Taman Nasional Alas Purwo, Wawan mengatakan ombak G-Land sangat digemari peselancar. “Peselancar mancanegara mayoritas berasal dari Australia, Amerika, Inggris, dan Eropa,” ujar Wawan seperti dilansir dari siaran pers kemenparekraf, Minggu (2/8/2020).
Menurut Wawan kegiatan surfing paling ramai pada Maret hingga Oktober setiap tahunnya. “Kalau tidak ada pandemi Covid-19, kejuaraan selancar dunia atau yang biasa disebut World Surfing League Championship Tour akan diselenggarakan di G-Land pada Juni lalu. Karena event ini memang yang paling ditunggu-tunggu oleh atlet surfing dunia,” kata Wawan.
Mengingat hal tersebut, Banyuwangi merupakan salah satu kota yang sukses dalam mengembangkan dan mengemas berbagai event di bidang pariwisata. Namun, sejak pandemi Covid-19 membuat berbagai macam event seperti WSL Championship Tour harus ditunda sampai situasi Covid-19 mereda.
Untuk memulihkan destinasi wisata di Banyuwangi, Pemerintah Kota Banyuwangi telah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan yang berlaku di era adaptasi kebiasaan baru kepada seluruh para pelaku usaha pariwisata serta masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, mengatakan masyarakat Banyuwangi sebagian besar telah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan teknologi serta sertifikasi protokol kesehatan di berbagai bidang usaha telah dilakukan.
“Kami telah membuat aplikasi panduan kesehatan serta sertifikasi kebersihan dan kesehatan dari dinas kesehatan meliputi hotel, homestay, café, restoran, dan warung makan,” kata Azwar seperti dilansir di siaran pers yang dikeluarkan Kemenparekraf.
Untuk mendukung kembalinya destinasi wisata di Banyuwangi, Kemenparekraf memfasilitasi penyediaan fasilitas kamar kecil di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan Kawasan Agrowisata di Tamansuruh.
Selain itu, alat penunjang kebersihan dan keamanan seperti, penyediaan tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), dan kacamata goggle.
“Kesehatan masyarakat dan produktivitas perekonomian harus dijalankan dengan seimbang. Mengingat perubahan pola wisatawan membuat setiap destinasi wisata harus mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Azwar. (Sumber: Biro Komunikasi Kemenparekraf)
You may like
-
Wisata Aman Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Semarang Sehat, Semarang Siap!
-
Dharma Pertiwi Kembangkan UMKM Lokal Lewat Gebyar Karya Pertiwi 2021
-
Nikmati kuliner dan wisata di negeri laskar pelangi, Sandiaga Uno ajak wisatawan nusantara berkunjung ke Belitung
-
Bertemu Sandiaga Uno, Bamsoet ajak Kemenparekraf kembangkan sport automotive tourism bersama IMI
-
Kemenparekraf gandeng musisi Indra Lesmana angkat keindahan Indonesia lewat musik
-
Kemenparekraf gandeng Pemda pastikan aspek kesehatan dan keselamatan di destinasi pariwisata
News
Universitas Garut Rancang Mikrohidro di Curug 7 Cimanganten, Selain Inovasi Energi Bersih juga Wisata Edukatif
Published
2 months agoon
October 6, 2025
Garut, Koin24.co.id – Universitas Garut melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM), berhasil menghadirkan inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)pada Sabtu(4/10/2025) di kawasan Curug 7 Cimanganten, Desa Padamulya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini merupakan program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui skema BIMA yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Tim PKM yang melaksanakan kegiatan ini diketuai Ir. Ade Rukmana, M.T., dengan anggota Helfy Susilawati, M.T., dan Dani Adiatma, S.Par., MM.Par., serta melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Garut oleh Ardi Fadillah, Arip Budiman, Farhan Wahyu Nugraha dan M.Ihsan.
Menurut Ade Rukmana, Inovasi ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi aliran air dari tujuh air terjun alami sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan wisata edukatif berbasis konservasi.
“Kami menangkap potensi yang bisa dikembangkan dari Curug 7 Cimanganten, salah satunya adalah pemanfaatan air terjun untuk pembangkit listrik mikrohidro. Curug 7 Cimanganten memiliki debit air yang stabil sepanjang tahun, sehingga menjadikannya lokasi ideal untuk penerapan teknologi mikrohidro,” kata Ade Rukmana.
Sistem PLTMH yang dirancang menggunakan turbin buatan dengan variasi diameter, menurut Ade mampu menghasilkan tegangan 220V dengan daya maksimum yang dihasilkan bisa mencapai 0,5kW.
Ade mengatakan bahwa energi yang dihasilkan akan digunakan untuk penerangan jalur wisata, fasilitas umum, dan kebutuhan listrik masyarakat sekitar.
DIAWALI SURVEI
Pelaksanaan program tersebut, lanjut Ade, dimulai dengan survei lokasi, sosialiasi program, implementasi mikrohidro sebagai eduwisata di 7 Curug Cimanganten, pelatihan serta pendampingan dan evaluasi.
Melalui pendekatan partisipatif ini, kata Ade, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap energi bersih dan konservasi lingkungan.
Di sisi lain, lanjutnya, perangkat desa setempat juga berharap bahwa wisata 7 curug cimanganten dapat berkembang menjadi lebih pesat lagi salah satunya melalui eduwisata yang digagas untuk 7 curug cimanganten.
Ade bersyukur bahwa Kemendiktisaintek memberikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari komitmen nasional dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan pencapaian target net zero emission.
LPM Universitas Garut berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan teknologi sederhana, advokasi kebijakan, dan pendampingan berkelanjutan.
Menurut Ade, PLTMH Curug 7 Cimanganten menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan, riset terapan, dan pengabdian masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret bagi tantangan energi dan lingkungan.
Inovasi ini, kata Ade Rukmana, diharapkan dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi sumber daya air, menuju masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.(***)
News
Desa Bandung Membuktikan Bahwa Reforma Agraria Bukan Hanya Sekadar Urusan Sertipikat
Published
3 months agoon
September 24, 2025
Pandeglang, Koin24.co.id–Di Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang,terdapat kampung yang dijuluki sebagai salah satu Kampung Reforma Agraria terbaik di Indonesia pada tahun 2025. Predikat dari Kementerian Dalam Negeri itu diberikan bukan tanpa alasan. Di desa ini, Reforma Agraria tak hanya menghadirkan sertipikat tanah,tapi juga membuka jalan menuju kebangkitan ekonomi,sosial, dan kualitas hidup masyarakat.

“Dari tanah yang tadinya semak belukar, tanah yang biasa-biasa saja,dengan adanya tanah yang bersertipikat dapat dikerjasamakan. Sehingga, tanah-tanah milik perorangan, dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes)untuk dapat dijadikan satu objek,yaitu Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya,” terang Kepala Desa Bandung(Kades), Wahyu Kusnadiharja,saat ditemui di Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya,pada Senin (22/9/2025).
Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, potensi desa berhasil menjelma menjadi sebuah kekuatan. Kerja sama itu semakin diperkuat dengan dukungan lintas sektor, termasuk program pendampingan dan pemberdayaan Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kampung Reforma Agraria.

“Dengan adanya Kampung Reforma Agraria itu semua potensi langsung dikelompokkan dalam bentuk ada kelompok ikan, ada kelompok sadar wisata, ada kelompok kopi,dan kelompok anyaman pandan. Setelah dikelompokkan, ditingkatkan kapasitasnya,” ungkap Kades Wahyu Kusnadiharja.
Program Reforma Agraria, telah membawa perubahan signifikan bagi Desa Bandung. Salah satu perkembangan positif yang terlihat adalah peningkatan kondisi ekonomi masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Direktur BUMDes Desa Bandung, Syaifullah.

“Masyarakat yang dari ekonominya masih sangat sederhana, lalu kita ada program ini, jadi lebih meningkat untuk ekonominya. Artinya sedikit banyak sangat membantu, bisa menopang ekonomi masyarakat,” terang Syaifullah.
Sejak dibuka tahun 2023, Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya sudah menerima lebih dari 10 ribu pengunjung. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar langsung cara mengolah kopi puhu yang merupakan kopi robusta khas Desa Bandung, membuat anyaman pandan bersama kelompok penganyam perempuan, hingga cara membudidaya ikan mas Sinyonya.
“Semua kelompok tersebut merupakan masyarakat Desa Bandung. Semua masyarakat, walau dengan potensi yang berbeda-beda jadi berdaya. Masyarakat juga semakin kreatif karena makin banyak permintaan dan macem-macem,” pungkas Syaifullah.
Desa Bandung membuktikan bahwa Reforma Agraria bukan sekadar urusan sertipikat. Lebih dari itu, sertipikat jadi instrumen yang menghidupkan potensi, menggerakkan roda ekonomi, dan menumbuhkan rasa bangga warga desa. Dengan Reforma Agraria, individu maupun kelompok didorong untuk mampu mengelola tanahnya agar lebih bernilai serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wisata
Kisah Sukses Red Koki, Berbagi Ilmu dan Mengedukasi Masyarakat Terhadap Masakan Halal di ajang Halal Fair 2023
Published
2 years agoon
December 14, 2023
JAKARTA, koin24.co.id – Indonesia menjadi peringkat satu dalam Global Muslim Travel Index tahun 2023, yang menjadikan suatu komitmen dalam mengembangkan industry halal di Indonesia, sehingga dapat membentuk fondasi ekonomi berkelanjutan.

Adanya event Pameran Halal Fair 2023 di ICE BSD City Tangerang yang berlangsung pada tanggal 8-10 Desember 2023 ini, menjadi momentum tampilnya produk UMKM lokal berkualitas yang dapat memberikan solusi dan pilihan yang tepat bagi konsumen.
Mengusung tema The Most Inspriring Halal Event, menjadi komitmen Hahal Fair memberikan insprasi wisata halah akhir tahun dengan hadirkan 250 exhibitor dari dalam dan luar negeri yang salah satunya diikuti oleh Red Koki, Henny Maria Angelica.

Henny Maria yang dikenal dengan ‘Red Koki” ini adalah salah satu Ambassador Horison Hotel School yang memiliki keahlian khusus dalam western food. Karena kemampuan serta jiwa entepreneurship di bidang kuliner saat ini usahanya “Steak Twogether” telah memiliki beberapa cabang di bilangan Jakarta Selatan
Tak hanya itu, Keberhasilannya mendapat sertifikat dalam kompetisi memasak taraf internasional, yakni Halal Super Chef International Fine Dining di Singapura pada bulan Juli 2023 lalu sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan peserta Wanita dari Indonesia di kompetisi ini, menjadikannya lebih semangat dalam mengedukasi masyarakat terhadap masakan halal.

Dalam Halal Fair- HIITS 2023 Henny menyalurkan pengetahuannya di bidang halal food sebagai narasumber dalam salah satu talkshow di acara ini dengan mengusung tema “Titik Kritis Kehalalan dalam Brand International”.
Sebagai koki khususnya di bidang western food yang ia geluti dalam usaha kulinernya , Henny mengedukasi sebagai seorang muslim tentunya makanan yang kita konsumsi baiknya sesuai dengan kaidah syariat islam.
“Sebagai seorang muslimin dan Muslimah kita harus selektif dalam memeriksa kehalalan dalam makanan, terutama jika kita menggunakan brand internasional. Kita harus berjuang keras agar tidak mengubah citra rasa dan ke-khasan masakan yang kita buat, namun tetap halal dan toyyib untuk dinikmati.” ujar Henny.
Pada kesempatan yang sama Henny Maria juga melakukan demo masak Bersama chef Rinto yang merupakan salah satu finalis Master Chef Indonesia musim ke-10. Acara masak Bersama ini disambut meriah oleh pengunjung Halal Fair yang sangat bersemangat untuk mengetahui serta mencicipi hasil dari keahlian kedua chef muda Indonesia tersebut.
Menggalang Filantropi Media Massa…
Peringati Hari Juang TNI AD, Kodim 0501/JP Gandeng Forkopimda Laksanakan Karya Bakti Pembersihan Sungai Krukut
MK Libatkan Jurnalis dan AMKI dalam Penguatan Literasi Konstitusi
Rapimnas DPP ABPEDNAS 2025 Bertabur Bintang: Penguatan Peran BPD dalam Mewujudkan Desa Maju
Stop Penebangan Hutan 50 Tahun, Iwan Fals Sebut Hukum Seberat- beratnya Pembalak Liar
Wakapolri Luncurkan Program Pelayanan Pengaduan Reserse
Kunjungi PWI Jaya,Manajemen Hotel 88 Perkuat Kolaborasi di Bidang Informasi dan Pelayanan Publik
Bantu Korban Bencana, Hardiyanto Kenneth Bangun Dapur Umum di Tapanuli Tengah
Jasaraharja Putera Unit Syariah Bersama BAZNAS Dirikan Dapur Umum bagi Korban Banjir di Sumatera
Kapolri Tinjau Posko Pengungsian di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan ke Korban Bencana
KONI dan KOI Selesaikan Dualisme Kepengurusan Sepak Takraw, Menpora Erick: Sinyal Positif Langkah Olahraga Indonesia ke Depan
Operasi Zebra 2025, Pengamat Puji Kakorlantas Polri Hadirkan Ruang Jalan Raya yang Tertib dan Berkeadilan
OKK PWI Jaya Tekankan Etika,PD/PRT,dan Penilaian Tertulis untuk Seluruh Peserta
Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia
Polri Bentuk Tim Pokja Tindak Lanjuti Putusan MK
FWK Pertajam Ideologi Kebangsaan Media Massa
Polri Berduka, Satwa Anjing K9 Reno Gugur Saat Tugas Kemanusiaan di Agam Sumbar
Terdeteksi Curang Dalam Ujian, Mahasiswa Binus Diberi Gelar DO
120 Talenta Muda Bersaing di Kejurprov Modern Pentathlon Jakarta
Polri Kerahkan Pasukan ke Aceh,Sumut,dan Sumbar Percepatan Tanggap Bencana & Dukungan Penanganan Lapangan
Sarapan Subuh, ketan bumbu dan gemblong ketan
Gara-gara Covid-19 rela berbuat seperti ini
“Martabak Alul” kaki 5 yang melayani dengan berbagai jenis pembayaran
Nasi kebuli murah meriah di Bambu Apus
DIRGAHAYU TNI “SINERGI UNTUK NEGERI”
Sambutan Kapolda Metro dalam rangka Baksos Sembako 25 ton menyambut HUT ke-65 Lantas Bhayangkara
Sepenggal sejarah merah putih di tanah Papua
Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0505/JT bantu giat cek poin perbatasan
Ucapan Selamat Idul Fitri dari Letnan Jenderal TNI AD, Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Simak video ini soal test cepat Covid-19
Terpopuler
-
News5 days agoKONI dan KOI Selesaikan Dualisme Kepengurusan Sepak Takraw, Menpora Erick: Sinyal Positif Langkah Olahraga Indonesia ke Depan
-
News1 month agoTanur Muthmainnah Tour Sukses Gelar Tanur Warriors Umroh Academy Akbar
-
News4 weeks agoOperasi Zebra 2025, Pengamat Puji Kakorlantas Polri Hadirkan Ruang Jalan Raya yang Tertib dan Berkeadilan
-
News2 months agoKota Depok Sabet Juara Umum di Kejurprov Inkai Jabar


You must be logged in to post a comment Login