Connect with us

Ekonomi

Sabet penghargaan IGDS 2020, IKM ini bikin lampu LED desain modern

Avatar

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Kementerian Perindustrian terus mendukung pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk menciptakan produk yang inovatif dan berstandar internasional. Oleh karena itu, Kemenperin menginisiasi penyelenggaraan Indonesia Good Design Selection (IGDS) sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada para desainer dan industri dalam negeri yang telah mengembangkan produknya hingga pasar mancanegara.

Penghargaan IGDS yang digelar setiap tahun sejak 2001 berhasil menjaring produk-produk kreasi baru yang inovatif dan berkualitas dari tanah air. “Setiap desainer produk bersaing tak hanya menciptakan produk yang modern tetapi juga berkualitas, sehingga siap dipasarkan di pasar domestik dan internasional,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (5/2).

Para pemenang IGDS setiap tahunnya tidak hanya berhak mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam, namun juga berkesempatan menimba pengalaman yang berguna bagi pengembangan kreativitas. “Misalnya, Kemenperin turut mendorong daya saing berbagai produk dari para pemenang IGDS 2019 dengan mengikutsertakan pada kontes Golden Pin Design Award 2020 di Taiwan,” ungkap Gati.

Selain itu, para peserta mendapat keistimewaan langsung tembus pada seleksi tahap kedua di kontes desain internasional tersebutyang merupakan hasil kerja sama Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin dengan Taiwan Design Research Institute (TDRI).

Pada gelaran IGDS 2020, Luxium Lamp buatan duo Santi Alaysius dan Hamphrey Tedja meraih juara ketiga kategori Design Product untuk kelompok furnitur dan perabot rumah. Luxium Lamp adalah lampu modern berjenis light emitting diode (LED) yang menghasilkan cahaya lembut dan bisa diatur melalui kepala lampunya.

“Desainnya inovatif, produksinya bagus, dan menghadirkan inovasi dengan teknologi baru,” kata Ketua Umum Himpunan Desain Interior Indonesia sekaligus Juri IGDS 2020, Rohadi. Menurutnya, cara kerja lampu ini juga cenderung berbeda dengan lampu pada umumnya. Lampu LED Luxium ditempatkan pada dasar, bukan digantung atau di atas gagangnya.

“Lalu, cahaya lampu yang mengarah ke atas dipantulkan melalui kepala lampu sehingga menimbulkan bayangan yang sedikit berbelok. Terang cahayanya pun mudah diatur sesuai kebutuhan pengguna,” ulasnya.

Di samping itu, kepala lampu Luxium didesain untuk memantulkan cahaya ke banyak arah, sehingga dapat memengaruhi suasana pada ruangan. Bahkan, bentuk Luxium yang geometris, ikonik, dan sederhana cocok dengan selera anak muda.

Dewan Juri IGDS 2020 juga menilai Luxium Lamp Luxium Lamp yang diproduksi oleh PT Matahari Alka ini cukup solutif dengan fitur pengaturan sentuh pada lampu sehingga memudahkan pemakaian dan menghemat energi. Lampu ini dibuat dalam dua ukuran, yakni untuk lampu lantai dan lampu meja. Penerang muktahir ini dibanderol seharga Rp6 juta saat pameran IGDS 2020. (Sumber: Kemenperin)

Ekonomi

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional ASMINDO Berharap Pemerintah Lebih Serius Atasi Permasalahan Industri Mebel

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Berbagai upaya dilakuan pemerintah melalui Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membangkitkan perekonomian bangsa yang sempat terpuruk akibat badai pandemi.Upaya ini pun mendapat apresiasi dari banyak pihak karena terbukti mampu menggerakkan perekonomian kembali. Pun demikian, masih banyak kendala yang harus dihadapi agar perekonomian bisa cepat kembali pulih. Salah satunya dengan meningkatkan kontribusi dari sektor UMKM di tanah air.

Mengutip hasi riset McKinsey & Company pada Oktober 2020 yang lalu, Ketua Bidang Organisasi DPP Asmindo (Assosiasi Mebel Indonesia), Endro Wardoyo menyebut proyeksinya ihwal potensi sumbangan sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) 10 tahun mendatang, pada Tahun 2030. Mc Kinsey menyebut sektor UMKM bisa menyumbang PDB hingga US$140 miliar apabila mampu mengembangkan inovasi dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi dan mendapat pendampingan yang cukup dalam menjalani bisnisnya.

Dalam materi presentasi yang disampaikan dalam Webinar bertajuk “Kebangkitan UKM/IKM Industri Mebel Dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional,” yang digelar Sabtu (19/6) pagi Endro menyebut, jumlah perusahaan di Industri mebel/furniture di tanah air tahun 2020 mencapai 1.114 perusahaan dengan total kapasitas 2,91 juta ton. Industri ini menyerap tenaga kerja hingga 143.119 orang. Sementara itu, nilai ekspor yang dihasilkan mencapai 1,87 Miliar US$ sehingga berkontribusi terhadap PDB 0,26%.

“EKSPOR FURNITURE dari Januari – April 2021 bahkan sudah mencapai USD 0,85M, atau naik 39,47% dibanding periode yang sama 2020 (USD 0,61M),” ujarnya.

Namun demikian, permasalahan guna mendukung kebangkitan UKM Furniture/Mebel dalam mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional tak bisa dihindari. Ia merinci, ada 6 permasalah yang saat ini tengah dihadapi. Yang pertama terkait melambungnya biaya container untuk mendukung pengiriman produk mebel tanah air ke berbagai belahan dunia.

“Mungkin yang pertama tadi yang diutarakan teman-teman ada keluhan bahwa sekarang ini sedang mahal transportasi, khususnya container untuk ekspor. Nah yang diharapkan permasalahan ini segera diatasi. Artinya pemerintah hadir untuk mengatasi hal ini. Yang sebenarnya ini kalau tidak cepat diselesaikan ini berdampak sangat luar biasa. Salah satu dampaknya,barang kita ini menjadi lebih mahal dibandingkan barang-barang dari negara lain. Walaupun kondisi ini Negara lain juga mengalami, tapi bedanya mereka sudah punya solusi,” ujar Endro lagi.

Untuk itu Endro berharap pemerintah segera muncul dengan solusi terkait kelangkaan container ini. Ia menyarankan adanya subsidi dari pemerintah untuk mengatasinya.

“Dalam hal ini mungkin pemerintah bisa mendatangkan mother vessel/ kapal sendiri, mendatangkan container-container yang kosong dari luar negeri. Karena ini kan terjadi ketidakseimbangan antara ekspor dan impor. Lebih banyak ekspornya tapi impornya berkurang jadi otomatis containernya banyak tertahan di luar. Selain itu juga kapalnya yang tidak ada maka harus mendatangkan kapalnya, mother vessel. Atau menyewa ke salah satu pelayaran. Yah minimal 1 bulan 1 kali. Ini mungkin akan membantu. Kalau tidak ya mungkin ekspor kita akan terganggu. Dan tentu saja kalau ekspor terganggu berarti devisa juga terganggu. Artinya apa yang menjadi target pemerintah soal devisa soal ekspor berarti tidak akan tercapai,” terang Endro.

Selain kendala masalah transportasi, khususnya kelangkaan container, hal lain yang masih mengganjal tumbuh kembangnya UKM Mebel di tanah air adalah sulitnya produk UKM mebel untuk terlibat dalam pengadaan barang di pemerintahan. Padahal menurutnya, jika UKM mebel bisa difasilitasi untuk dapat memenuhi pemenuhan barang di pemerintahan, sector industry mebel tanah air bisa berkembang pesat.

“Di APBN kita ini kalau tidak salah menurut data Kemenkop itu ada sekitar Rp300 triliun (anggaran pengadaan barang dan jasa). Ini bagaimana teman-teman UKM bisa mengakses di sana. Tadi bu ema (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng) menyampaikan bahwa pengadaan barang senilai 200 juta ke bawah ini kan penunjukkan langsung. Kemudian yang 200 ke atas ini melalui lelang, tender dan lain sebagainya. Nah yang begini-begini yang harus diperbanyak dan difasilitasi kepada pelaku UMKM yang membutuhkan,” ujarnya.

Dalam webinar yang sama, Deputi UKM Kemenkop, Hanung Harimba Rachman menjelaskan, Kementerian Ekonomi dan Koperasi sudah mempunyai program dalam upaya memaksimalkan potensi pasar domestic ini. Yang pertama dengan standarisasi dan sertifikasi produk. Upaya ini dilakukan dengan memfasilitasi produk untuk peningkatan nilai jual, seperti : ISO, HACCP, dan ORGANIK. Kemudian ada juga Pemasaran Produk (LURING). Upaya ini dilakukan dengan member pelayanan pemasaran melalui Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di daerah.

“Berikutnya adalah Korporatisasi Koperasi, UKM Go Digital, dan yang terakhir adalah pelibatan KUKM dalam Pengadaan Barang dan Jasa. Upaya terakhir ini dilakukan dengan pengadaan Laman UMKM LKPP, Bela Pengadaan dan Pasar Digital UMKM,” terang Hanung.

Kemudian di tahun 2021 – 2022 Kemenkop juga tengah mempersiapkan program lain. Program itu diantaranya adalah program kolaborasi seniman, desainer, dan UMKM Industri kreatif, serta program Pusat Layanan Terpadu agar tercipta sinergitas antara Kementerian/ Lembaga dengan mitra Kemenkop UKM. Sinergitas ini diharapkan dapat memberikan Data tunggal dan terpenuhinya layanan terpadu bagi UMKM di tanah air. (***)

Continue Reading

Ekonomi

ASMINDO Berharap Pemerintah Lebih Serius Atasi Permasalahan Industri Mebel

Published

on

Endro Wardoyo, Ketua Bidang Organisasi DPP Asmindo saat menghadiri webinar di Hotel Sunan Solo. (Istimewa)

Jakarta, koin24.co.id – Berbagai upaya dilakuan pemerintah melalui Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membangkitkan perekonomian bangsa yang sempat terpuruk akibat badai pandemi.Upaya ini pun mendapat apresiasi dari banyak pihak karena terbukti mampu menggerakkan perekonomian kembali. Pun demikian, masih banyak kendala yang harus dihadapi agar perekonomian bisa cepat kembali pulih. Salah satunya dengan meningkatkan kontribusi dari sektor UMKM di tanah air.

Mengutip hasi riset McKinsey & Company pada Oktober 2020 yang lalu, Ketua Bidang Organisasi DPP Asmindo (Assosiasi Mebel Indonesia), Endro Wardoyo menyebut proyeksinya ihwal potensi sumbangan sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) 10 tahun mendatang, pada Tahun 2030. Mc Kinsey menyebut sektor UMKM bisa menyumbang PDB hingga US$140 miliar apabila mampu mengembangkan inovasi dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi dan mendapat pendampingan yang cukup dalam menjalani bisnisnya.

Dalam materi presentasi yang disampaikan dalam Webinar bertajuk “Kebangkitan UKM/IKM Industri Mebel Dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional,” yang digelar Sabtu (19/6) pagi Endro menyebut, jumlah perusahaan di Industri mebel/furniture di tanah air tahun 2020 mencapai 1.114 perusahaan dengan total kapasitas 2,91 juta ton. Industri ini menyerap tenaga kerja hingga 143.119 orang. Sementara itu, nilai ekspor yang dihasilkan mencapai 1,87 Miliar US$  sehingga berkontribusi terhadap PDB 0,26%.

“Ekspor furniture dari Januari – April 2021 bahkan sudah mencapai USD 0,85M, atau naik 39,47% dibanding periode yang sama 2020 (USD 0,61M),” ujarnya.

Namun demikian, permasalahan guna mendukung kebangkitan UKM Furniture/Mebel dalam mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional tak bisa dihindari. Ia merinci, ada 6 permasalah yang saat ini tengah dihadapi. Yang pertama terkait melambungnya biaya container untuk mendukung pengiriman produk mebel tanah air ke berbagai belahan dunia.

“Mungkin yang pertama tadi yang diutarakan teman-teman ada keluhan bahwa sekarang ini sedang mahal transportasi, khususnya container untuk ekspor. Nah yang diharapkan permasalahan ini segera diatasi. Artinya pemerintah hadir untuk mengatasi hal ini. Yang sebenarnya ini kalau tidak cepat diselesaikan ini berdampak sangat luar biasa. Salah satu dampaknya,barang kita ini menjadi lebih mahal dibandingkan barang-barang dari negara lain. Walaupun kondisi ini Negara lain juga mengalami, tapi bedanya mereka sudah punya solusi,” ujar Endro lagi.

Untuk itu Endro berharap pemerintah segera muncul dengan solusi terkait kelangkaan container ini. Ia menyarankan adanya subsidi dari pemerintah untuk mengatasinya.

“Dalam hal ini mungkin pemerintah bisa mendatangkan mother vessel/ kapal sendiri, mendatangkan container-container yang kosong dari luar negeri. Karena ini kan terjadi ketidakseimbangan antara ekspor dan impor. Lebih banyak ekspornya tapi impornya berkurang jadi otomatis containernya banyak tertahan di luar. Selain itu juga kapalnya yang tidak ada maka harus mendatangkan kapalnya, mother vessel. Atau menyewa ke salah satu pelayaran. Yah minimal 1 bulan 1 kali. Ini mungkin akan membantu. Kalau tidak ya mungkin ekspor kita akan terganggu. Dan tentu saja kalau ekspor terganggu berarti devisa juga terganggu. Artinya apa yang menjadi target pemerintah soal devisa soal ekspor berarti tidak akan tercapai,” terang Endro.

Selain kendala masalah transportasi, khususnya kelangkaan container, hal lain yang masih mengganjal tumbuh kembangnya UKM Mebel di tanah air adalah sulitnya produk UKM mebel untuk terlibat dalam pengadaan barang di pemerintahan. Padahal menurutnya, jika UKM mebel bisa difasilitasi untuk dapat memenuhi pemenuhan barang di pemerintahan, sector industry mebel tanah air bisa berkembang pesat.

“Di APBN kita ini kalau tidak salah menurut data Kemenkop itu ada sekitar Rp300 triliun (anggaran pengadaan barang dan jasa). Ini bagaimana teman-teman UKM bisa mengakses di sana. Tadi bu ema (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng) menyampaikan bahwa pengadaan barang senilai 200 juta ke bawah ini kan penunjukkan langsung. Kemudian yang 200 ke atas ini melalui lelang, tender dan lain sebagainya. Nah yang begini-begini yang harus diperbanyak dan difasilitasi kepada pelaku UMKM yang membutuhkan,” ujarnya.

Dalam webinar yang sama, Deputi UKM Kemenkop, Hanung Harimba Rachman menjelaskan, Kementerian Ekonomi dan Koperasi sudah mempunyai program dalam upaya memaksimalkan potensi pasar domestic ini. Yang pertama dengan standarisasi dan sertifikasi produk. Upaya ini dilakukan dengan memfasilitasi produk untuk peningkatan nilai jual, seperti : ISO, HACCP, dan ORGANIK. Kemudian ada juga Pemasaran Produk (LURING). Upaya ini dilakukan dengan member pelayanan pemasaran melalui Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di daerah.

“Berikutnya adalah Korporatisasi Koperasi, UKM Go Digital, dan yang terakhir adalah pelibatan KUKM dalam Pengadaan Barang dan Jasa. Upaya terakhir ini dilakukan dengan pengadaan Laman UMKM LKPP, Bela Pengadaan dan Pasar Digital UMKM,” terang Hanung.

Kemudian di tahun 2021 – 2022 Kemenkop juga tengah mempersiapkan program lain. Program itu diantaranya adalah program kolaborasi seniman, desainer, dan UMKM Industri kreatif, serta program Pusat Layanan Terpadu agar tercipta sinergitas antara Kementerian/ Lembaga dengan mitra Kemenkop UKM. Sinergitas ini diharapkan dapat memberikan Data tunggal dan terpenuhinya layanan terpadu bagi UMKM di tanah air.(***)

Continue Reading

Ekonomi

Warisi Trah Majapahit, Airlangga Ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig

Published

on

Klaten, Jawa Tengah, koin24.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig, Jatinom, Klaten, di sela-sela kunjungan kerjanya di Jateng dan Jogjakarta pada Sabtu (19/06).

Dalam kesempatan ziarah ini Airlangga yang masih memiliki trah dari ulama besar Klaten itu juga menyerahkan bantuan 50 ribu butir telur kepada warga Kelurahan Jatinom. Bantuan ini tercatat dalam rekor MURI sebagian bantuan telur terbanyak ke masyarakat.

Penyerahan bantuan telur ini adalah bagian dari kampanye makan telur ayam yang saat ini digiatkan oleh pemerintah. Selain itu juga, Airlangga juga menyerahkan bantuan 500 potong daging ayam ke warga dan empat motor sampah.

“Sumbangan ini bentuk kepedulian beliau kepada masyarakat di Jatinom. Kami sangat menghargai bantuan ini. Pak Airlangga masih sangat peduli dengan leluhurnya dan budaya yang ditinggalkan oleh Ki Ageng Gribig,” kata Ebta Tricahya, Ketua Yayasan Ki Ageng Gribig.

Ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig ini hampir setiap tahun dilakukan oleh Menko Airlangga. Hanya tahun lalu sempat terhenti karena merebaknya pandemi Covid-19. Sejak kecil Menko Airlangga sering diajak “Nyekar” (berziarah) oleh Keluarga ke Makam Ki Ageng Gribig untuk mengirimkan doa kepada leluhur.

Menko Airlangga juga meneruskan amanat dari ayahandanya, R. Hartarto Sastrosoenarto (Mantan Menteri Perindustrian), untuk merawat lokasi kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig. Selain itu juga wajib meneruskan tradisi Yaqowiyu yang dilakukan Ke Ageng Gribig untuk masyarakat sejak jaman dulu hingga kini.

Yaqowiyu ini adalah tradisi dan yakni ritual penyebaran kue apem yang akan diperebutkan oleh pengunjung. Tradisi ini biasa diadakan pada tanggal 15 bulan Safar. Tradisi itu sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Kini bahkan menjadi salah satu agenda wisata religi bagi masyarakat Klaten dan Jateng.

“Pak Airlangga juga sempat menitipkan pesan untuk kepada kami, agar terus mempertahankan dan menggelar tradisi Yaqowiyu ini. September nanti akan kami laksanakan kembali dan kami berharap Beliau hadir saat Yaqowiyu,” ungkap Ebta.

Selain bentuk gotong royong, tradisi Yaqowiyu adalah bentuk doa yang diajarkan oleh Ki Ageng Gribig dalam memohon kekuatan kepada Allah SWT. Ki Ageng Gribig atau yang bernama asli Wasibagno Timur adalah ulama besar yang menyebarkan Islam di Desa Krajan, Jatinom, Klaten dan sekitarnya. Ia juga dikenal masih keturunan dari Raja Majapahit, Brawijaya V.

“Masyarakat terutama warga Nahdliyin di Klaten dan sekitarnya kagum sekaligus bangga, terhadap Pak Airlangga yang ternyata masih memiliki trah Brawijaya dan Ki Ageng Gribig. Bahkan sudah muncul tekad dari warga Nahdliyin untuk terus mendukung cita-cita beliau di 2024 nanti,” pungkas Ebta. (***)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler