Connect with us

News

Sekda DKI dan Kepala BPOM Pimpin Sidak Pangan Jelang Lebaran di Ciracas

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia melakukan inspeksi mendadak (sidak) pangan di Lottemart Grosir Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto bersama Kepala BPOM RI Taruna Ikrar.

Sidak tersebut merupakan bagian dari pengawasan perdagangan produk makanan dan minuman, termasuk parsel atau bingkisan, yang diselenggarakan BPOM RI bersama Pemprov DKI Jakarta menjelang Ramadan hingga Idulfitri. Turut mendampingi dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur Ahmad Revi, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur Patar Parulian Pakpahan, Camat Ciracas Panangaran Ritonga, serta Lurah Susukan Puja Akbar Sahroni.

Dalam sidak tersebut, rombongan meninjau sejumlah produk pangan yang dijual, termasuk memeriksa tanggal kedaluwarsa, kondisi penyimpanan, serta kelengkapan izin edar. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap produk makanan olahan, parsel, daging ayam, dan berbagai produk pangan lainnya.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadan, selama bulan puasa, hingga Idulfitri.

“Tujuan kedatangan kami hari ini adalah bagian dari pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan menjelang bulan puasa, selama bulan puasa, hingga Idulfitri. Pada periode ini intensitas penjualan dan konsumsi produk pangan meningkat, sehingga pengawasan perlu diperketat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan dua metode, yakni surveillance secara acak dan tersembunyi serta pemeriksaan resmi seperti yang dilakukan di Lottemart Grosir Ciracas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, secara umum produk pangan yang dijual telah memenuhi ketentuan terkait sanitasi, higiene, standar label, kemasan, izin edar, serta masa kedaluwarsa. Namun, BPOM masih menemukan beberapa catatan, di antaranya produk Kimchi (Omasone Mart) kemasan 215 gram dan 32 gram yang masa berlaku izin edarnya telah habis, serta produk Tari Kimchi Pedas 100 gram sebanyak 18 kemasan dengan petunjuk penyimpanan yang tidak sesuai.

Selain itu, ditemukan pula produk Transa Pempek yang mencantumkan nomor izin edar milik produk lain. Tim BPOM juga mencatat kondisi gudang penyimpanan beku (frozen) yang mengalami kelebihan kapasitas sehingga tumpukan produk mencapai langit-langit, yang berpotensi memengaruhi suhu penyimpanan dan kualitas produk.

Dalam kesempatan tersebut, tim BPOM juga melakukan uji sampel terhadap 40 produk menggunakan mobil laboratorium keliling untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti pengawet dan zat pewarna. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

“Termasuk kerupuk yang kami curigai mengandung zat pewarna Rhodamin B, hasilnya juga negatif. Badan POM berkomitmen melaksanakan pengawasan sesuai Undang-Undang Keamanan Pangan Pasal 46 dan 47,” jelas Taruna.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menyampaikan apresiasi kepada BPOM RI atas kolaborasi dalam pengawasan pangan menjelang Idulfitri.

“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyambut baik kolaborasi ini. Masa menjelang Idulfitri merupakan periode yang rawan karena kebutuhan masyarakat terhadap pangan meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan langsung seperti ini dapat memberikan rasa aman dan keyakinan bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk pangan yang sehat.

“Berdasarkan hasil pengecekan terhadap sekitar 79 produk, seluruhnya negatif formalin. Kami berharap kegiatan ini terus dilakukan di berbagai lokasi untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

News

Sisa 21M Uang Umat Hilang, BNI Bungkam di Tengah Tangisan

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Labuhanbatu, Koin24.co.id – Tangis dan kekecewaan tak lagi bisa disembunyikan. Ratusan umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara kembali turun ke jalan, mendatangi kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Rantau Prapat, pada Rabu (15/4/2026), menuntut kejelasan nasib uang mereka yang hingga kini seolah lenyap tanpa jejak.

Dari total dana sekitar Rp28 miliar yang diduga digelapkan, sekitar Rp21 miliar hingga hari ini belum jelas ke mana perginya. Tidak ada penjelasan rinci, tidak ada kepastian, hanya diam yang menyakitkan.

Bagi umat, ini bukan sekadar angka.

Ini adalah tabungan hasil bertahun-tahun berkeringat di ladang, dari hasil panen kecil, dari usaha sederhana, dari jerih payah hidup yang penuh keterbatasan. Dana yang mereka percayakan melalui Credit Union (CU) paroki, kini justru berubah menjadi sumber kecemasan.

“Kami sudah bersurat, kami menunggu, tapi tidak ada jawaban. Ini sangat miris,” ujar kuasa hukum dari Kantor Advokat Gani Djemat & Partners, Bryan Roberto Mahulae, S.H., M.H., di tengah massa aksi.

Ia menegaskan, aksi yang dilakukan umat adalah bentuk kekecewaan mendalam atas sikap BNI yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik.

“Bapak ibu datang dengan damai, tanpa provokasi. Tapi kekecewaan ini nyata. Dana itu bukan sekadar uang, tapi masa depan,” katanya.

Lebih menyakitkan lagi, hingga kini tidak ada kejelasan resmi terkait aliran dana yang hilang, khususnya sisa sekitar Rp21 miliar yang diduga berada dalam kendali oknum pemegang kas.

Ketiadaan informasi ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak nasabah.

“Ini bukan hanya soal kerugian, tapi soal keadilan. Nasabah berhak tahu ke mana uang mereka,” tegasnya.

Di tengah kebuntuan, muncul informasi bahwa pimpinan BNI Cabang Rantau Prapat tengah diperiksa di Polda Sumatera Utara. Namun bagi umat, proses itu belum menjawab satu hal mendasar: ke mana uang mereka?

Di antara kerumunan, tampak wajah-wajah lelah, petani, peladang, pedagang kecil, buruh, yang selama ini menggantungkan hidup dari dana tersebut. Kini, mereka harus menghadapi ketidakpastian yang panjang.

Kuasa hukum memastikan perjuangan tidak akan berhenti. Selain langkah hukum, mereka juga akan menempuh jalur diplomasi ke berbagai lembaga untuk menekan BNI agar bertanggung jawab.

Namun bagi umat, waktu terus berjalan. Kebutuhan hidup tidak bisa menunggu.

Dan di tengah diamnya jawaban, satu pertanyaan terus menggema: ke mana Rp21 miliar uang umat itu pergi?

Continue Reading

News

Menang Praperadilan, Kamser Sitanggang tetap Disidang, Kepercayaan Publik Terhadap Penegak Hukum akan Semakin Terkikis

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Wajah penegakan hukum kembali dipertanyakan. Di tengah sorotan publik atas vonis bebas dalam kasus Amsal Sitepu, kini muncul polemik baru dari Kepulauan Mentawai yang dinilai mencerminkan ketidakadilan hukum.

Kasus tersebut menjerat Kamser Sitanggang, mantan Direktur Perusda Kemakmuran Mentawai, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Mentawai pada 24 Oktober 2025. Ia langsung ditahan di Rutan Padang terkait dugaan korupsi dana penyertaan modal daerah tahun 2018 – 2019 dengan nilai kerugian negara disebut mencapai Rp7,87 miliar.

Namun, penanganan perkara ini menuai kritik keras. Kuasa hukum Kamser, Syurya Alhadi, menilai penetapan tersangka cacat hukum karena perhitungan kerugian negara dilakukan oleh auditor internal Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, bukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga yang berwenang.

“Ini bertentangan dengan konstitusi dan undang-undang. Dasar hukumnya menjadi tidak sah,” ujar Syurya.

Ia merujuk pada Pasal 23E UUD 1945 serta UU Nomor 15 Tahun 2006, yang diperkuat putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026, bahwa penetapan kerugian negara merupakan kewenangan BPK.

Selain itu, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam perhitungan, termasuk memasukkan gaji Kamser sebagai bagian dari kerugian negara. Padahal, gaji tersebut merupakan hak sah yang diterima berdasarkan keputusan resmi kepala daerah.

Tak hanya itu, kejelasan aliran dana yang disebut merugikan negara juga dipertanyakan. Kuasa hukum menilai angka kerugian lebih bersifat asumsi ketimbang kerugian nyata, bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 yang mensyaratkan adanya actual loss dalam perkara korupsi.

*Eksekusi Mandek, Kejaksaan Disorot*

Sorotan semakin tajam setelah Pengadilan Negeri Padang melalui putusan praperadilan Nomor 17 Tahun 2025 pada 9 Desember 2025 menyatakan penetapan tersangka terhadap Kamser tidak sah.

Kuasa hukum terbaru Kamser, Yul Akhyari Sastra, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan eksekusi putusan tersebut ke Pengadilan Negeri Padang. Namun, pengadilan menyatakan eksekusi bukan kewenangan mereka.

“Atas putusan praperadilan tersebut kami sebagai kuasa hukum juga telah mengajukan eksekusi kepada PN Padang, dan dijawab bahwa eksekusi bukan kewenangan PN Padang, melainkan menjadi ranah Kejaksaan Negeri Mentawai,” ujar Yul,pada Rabu(15/4/2026)di Jakarta.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut, Kejaksaan Negeri Mentawai justru memiliki kewajiban hukum untuk menjalankan putusan praperadilan, termasuk mengajukan pencabutan dakwaan.

“Seharusnya kejaksaan mengajukan pencabutan dakwaan dengan alasan putusan praperadilan, dan hakim melalui putusannya mengabulkan pencabutan itu,” tegasnya.

Yul juga menyoroti dasar pertimbangan hakim praperadilan dalam mengabulkan gugatan Kamser. Ia menyebut hakim menilai tidak terpenuhinya dua alat bukti yang sah dan cukup, terutama terkait perhitungan kerugian negara.

“Hakim menegaskan perhitungan keuangan negara tidak dapat dilakukan oleh auditor kejaksaan, tetapi harus oleh BPK,” jelasnya.

*Abaikan Putusan Pengadilan*

Meski putusan praperadilan telah menyatakan penetapan tersangka tidak sah, Kejaksaan Negeri Mentawai tetap melanjutkan proses hukum, termasuk penahanan dan persidangan terhadap Kamser.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap putusan pengadilan dan mencederai prinsip kepastian hukum.

Hingga kini, Kamser telah menjalani penahanan lebih dari lima bulan. Situasi ini memicu kekhawatiran publik terhadap praktik penegakan hukum yang dinilai tidak konsisten.

Sejumlah kalangan menilai kasus ini menjadi cermin buram sistem hukum nasional, di mana putusan pengadilan dapat diabaikan, sementara hak-hak warga negara terancam.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan semakin terkikis.

Continue Reading

News

Pendidikan Jadi Prioritas, DPR Dorong Penguatan Komunikasi Publik dan SDM Unggul

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan kembali ditegaskan dalam Webinar Nasional bertema “Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Pengelolaan Pendidikan” yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI, Senin (13/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang telah dijamin dalam konstitusi.

“Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya. Ini adalah amanat UUD 1945 yang harus kita jalankan secara konsisten,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, pemerintah juga telah memenuhi amanat pengalokasian anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas guru, program beasiswa, hingga pembangunan infrastruktur pendidikan.

Menurutnya, arah kebijakan pendidikan saat ini selaras dengan Visi Asta Cita 2024–2029, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengurangan kemiskinan melalui pendidikan, serta peningkatan daya saing global.

Berbagai program prioritas terus diperkuat, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan pendidikan vokasi, digitalisasi pendidikan, peningkatan kesejahteraan pendidik, serta program baru seperti makan bergizi gratis (MBG) dan rehabilitasi sekolah.

“Fokus kebijakan pendidikan kita saat ini adalah mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus memastikan akses pendidikan semakin luas bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Universitas Esa Unggul, Dr. Gun Gun Siwadi, menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dalam pengelolaan komunikasi publik di sektor pendidikan, khususnya di era digital.

“Pengelolaan komunikasi pendidikan harus didukung infrastruktur yang memadai, terutama internet. Pemerintah perlu membangun akses di daerah 3T agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi,” ungkapnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Muhammad Amirul Hasbi yang menilai komunikasi publik memiliki peran strategis dalam menyukseskan berbagai program pendidikan pemerintah.

“Komunikasi publik merupakan instrumen krusial untuk menyampaikan informasi program pendidikan secara efektif, sekaligus meminimalisir potensi misinformasi di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sasaran komunikasi pendidikan tidak hanya siswa sebagai penerima manfaat utama, tetapi juga orangtua sebagai mitra penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran.

Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan tujuan utama pendidikan, yakni membangun manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

“Tujuan akhir dari setiap program pendidikan adalah memanusiakan manusia. Kita harus memastikan setiap proses pembelajaran memberi ruang bagi siswa untuk berkembang secara optimal,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler