Connect with us

Sport & Soccer

Soal Piala Dunia U-20, Menpora: arahan Presiden, penentuan ‘Venue’ dan persiapan Timnas

Redaksi KOIN24.CO.ID

Published

on

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menyampaikan bahwa arahan oleh Presiden terkait Piala Dunia U-20 yakni masalah persiapan venue yang harus segera ditentukan dan Tim Nasional (Timnas) U-20. Untuk Timnas, menurut Menpora, sekarang ini sedang masuk pada tahap seleksi dan beberapa hari ke depan akan mulai diujicobakan di Thailand.

“Venue-nya harus segera ditentukan supaya perbaikannya bisa kita lakukan lebih awal. Karena semua stadion yang akan kita gunakan pasti akan ada perbaikan. Cuma ada yang minor, ada yang major. Kemudian yang kedua adalah persiapan timnas. Jadi Pak Presiden wanti-wanti betul persiapan timnas kita jangan sampai di babak penyisihan sudah tersingkir,” jelas Menpora terkait persiapan Piala Dunia FIFA U-20 usai Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jumat (17/1).

Penentuan venue dari 10 yang diusulkan, menurut Menpora, hingga kini belum mendapatkan konfirmasi FIFA akan menggunakan yang mana. “Tapi sebagai informasi kepada teman-teman sekalian bahwa sejak kemarin, hari ini, dan besok tim dari PSSI yang dipimpin oleh Sekjen sedang rapat di markas FIFA,” ujar Menpora.

Informasinya tanggal 25, menurut Menpora, akan ditentukan mana venue yang akan digunakan pada Piala Dunia FIFA U-20. Ia juga menjelaskan bahwa ada 10 stadion yang di-submit atau dimasukkan ke FIFA, baru kemudian nanti ditentukan stadion mana yang akan digunakan.

“Informasi awalnya itu akan menggunakan 6 stadion. Tetapi kemudian informasi yang masuk lagi, untuk efisiensi dan koordinasi supaya cepat, FIFA hanya akan menggunakan 4. Tapi kita lagi negosiasi, kita minta supaya tetap kembali ke enam, enam venue stadion,” terang Menpora.

Mengenai kekurangan-kekurangan apa yang disampaikan oleh FIFA, Menpora berjanji akan segera memperbaiki. “Karena ada yang seperti GBK itu yang skornya paling tinggi, pembenahan-pembenahannya minor saja, tetapi ada juga yang mayor gitu. Nah itu tergantung FIFA menentukannya seperti apa kita akan ikut,” tambahnya.

Alasan diusulkan banyak stadion, menurut Menpora, agar daerah-daerah juga bisa merasakan atmosfer pertandingan internasional dan secara teknis penggunaan 6 lapangan daripada 4 lapangan terkait banyaknya frekuensi penggunaan rumput.

Mengenai stadion yang terkena banjir, Menpora menyampaikan bahwa alasannya bukan karena itu melainkan karena kualitas lapangan. “Shin Tae Yong (pelatih Timnas, red) tidak menyampaikan soal banjir tetapi kualitas lapangan. Menurut kita kan sudah bagus itu lapangan tapi ternyata sehari dia datang ke situ, kelihatan dari luar bagus di dalamnya standarnya belum. Dikhawatirkan akan cedera anak-anak, sangat gampang cedera,” jelas Menpora.

Terkait lapangan tersebut, Menpora menyampaikan akan berkoordinasi dengan Ketua Umum PSSI untuk mencari lapangan pengganti. “Nah saya bilang, usulan PSSI di mana nanti pemerintah yang akan bantu untuk memutuskan itu,” tambahnya.

Soal perbaikan stadion, menurut Menpora, anggaran itu ada di Kementerian PU. “Kemenpora akan menunggu rancangan anggaran biaya yang disiapkan oleh PSSI baik untuk penyelenggaraan maupun untuk Timnas itu sendiri,” tambahnya.

Sekarang, lanjut Menpora, sedang menunggu rapat yang ada di markasnya FIFA. “Kan kita belum tahu yang akan di-handle oleh FIFA itu apa dan kemudian yang akan menjadi bagian tanggung jawab Indonesia apa. setelah itu baru kita tahu dan akan kita susun anggarannya,” pungkas Menpora. (TGH/FID/EN)

Sumber: setkab.go.id

Disclaimer: berita ini telah tayang di setkab.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

News

Danlanud Husein Sastranegara Cup 2025 Pacu Prestasi Atlet pada Kejurnas Menembak Reaksi AAIPSC Level II

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Bandung, Koin24.co.id – Lanud Husein Sastranegara kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi olahraga menembak nasional melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Reaksi AAIPSC Level II Tahun 2025 Danlanud Cup yang dirangkaikan dengan peringatan 18th Anniversary Jatayu Shooting Club,pada Sabtu (29/11).

Lomba menembak secara resmi dibuka oleh Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Irman Fathurrahman, S.E., M.M., di Lapangan Tembak Lanud Husein Sastranegara. Dalam sambutannya, Danlanud menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi TNI Angkatan Udara dalam mendorong kemajuan olahraga menembak di Indonesia serta menjadi sarana pembinaan bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan prestasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir atlet-atlet handal yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, namun juga mampu menembus arena internasional. Selain itu, ajang ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan komunitas olahraga menembak,” ujar Danlanud.

Kejuaraan yang mempertandingkan berbagai kategori menembak reaksi sesuai standar AAIPSC Level II ini diikuti oleh para atlet dari berbagai daerah dan klub menembak. Persaingan berlangsung ketat dan sarat sportivitas, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta olahraga menembak.

Kejuaraan Nasional Menembak Reaksi AAIPSC Level II Tahun 2025 Danlanud Cup sekaligus perayaan ulang tahun ke-18 Jatayu Shooting Club ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga menembak serta memperluas minat masyarakat terhadap olahraga yang mengutamakan kecepatan, akurasi, dan ketepatan tersebut.

Dalam Kejuaraan Nasional Menembak Reaksi AAIPSC Level II Tahun 2025 Danlanud Cup dilaksanakan menembak Executive yang diikuti, Walikota Bandung, Kaskogartap II/Bandung, Ir Koharmatau, Kapolrestabes Bandung, Dandepohar 10, Dandenma Sesko TNI, serta Ketua Pelaksana Anniversary ke-18 Jatayu Shooting Club.

Continue Reading

News

120 Talenta Muda Bersaing di Kejurprov Modern Pentathlon Jakarta

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Sebanyak 120 bibit-bibit muda bersaing jadi terbaik di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Modern Pentathlon DKI Jakarta di Stadion Soemantri Brojonegoro Kuningan Jakarta, 28-30 November 2025. Event ini diselenggarakan Pengprov MPI Daerah Khusus Jakarta untuk menyiapkan atlet nasional.

“Modern pentathlon jadi cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON 2028 NTB-NTT. Modern pentathlon Jakarta mempersiapkan bibit-bibit muda akan nanti siap memenuhi target Jakarta merebut juara umum PON dan memberikan kontribusi pada tim nasional,” kata Ketua Bidang Organisasi KONI Jakarta, Muhammad Ied, usai membuka kejuaraan bersama Ketua Bidang Pertandingan PP MPI, Muhammad Rijadi, Jumat (28/11/2025).

Kejurprov modern pentathlon kali ini diikuti bibit-bibit pilihan dari lima Pengkot MPI Jakarta terdiri; Jakarta Selatan Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur,Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

Kejurprov modern pentathlon kali ini mempertandingkan Biathle , Triathle dan Laser Run. Kategori yang dipertandingkan Kelompok Umum (KU) 9, 11, 13, 15, 17, Yunior dan Senior.

“Melalui Kejurprov ini kita ingin menyemai sekaligus menjaring bibit-bibit potensial modern pentathlon Jakarta, untuk kita persiapkan menjadi atlet andalan Jakarta di masa mendatang,”jelas Wakil Ketua Pengprov MPI Jakarta,Ratih Sonia.

Dia menegaskan, para juara dari Kejurprov ini dapat dipilih untuk mewakili MPI DKI untuk event nasional, mulai dari kelompok umur sampai senior.

“Modern pentathlon ke depan harus dapat menjadi cabang olahraga andalan Jakarta untuk misi bisa juara umum di setiap PON, termasuk terdekat di PON 2028 NTB-NTT,” jelas Ratih Sonia.(***)

Continue Reading

News

DKI Jakarta Evaluasi Prestasi POPNAS XVII: Siwo PWI Jaya Bahas Strategi Pembinaan Atlet Muda

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (Siwo PWI Jaya) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menggelar diskusi bertajuk “Evaluasi POPNAS XVII 2025: Strategi Pembinaan Atlet Muda DKI Jakarta Secara Menyeluruh” di Gedung KONI DKI Jakarta, Tanah Abang, pada Kamis (13/11/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 13.15 WIB ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Ketua Umum KONI DKI Jakarta Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah; Sekretaris Umum Pengprov Wushu DKI Jakarta Herman Wijaya; serta Kepala Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta, Rusdiyanto.

Diskusi yang juga didukung oleh Djarum Foundation dan Nendia Primarasa ini diinisiasi untuk memperkuat sistem pembinaan atlet muda Ibu Kota, terutama setelah DKI Jakarta menorehkan hasil gemilang di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII, Bela Diri, dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PAPPERNAS) XI.

“Kami berharap diskusi ini menjadi momentum untuk melahirkan strategi pembinaan yang berkelanjutan, agar atlet muda DKI tak hanya berjaya di level daerah, tapi juga berprestasi di tingkat nasional dan internasional,” ujar Ketua Panitia sekaligus Ketua Siwo Jaya, Nonnie Rering.

Senada dengan itu, Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo menegaskan pentingnya menjaga loyalitas dan pembinaan atlet muda agar potensi mereka tidak diambil daerah lain.

“Atlet muda DKI yang berprestasi jangan sampai ‘diculik’ atau dimanfaatkan oleh daerah lain,” pesannya.

Piramida Pembinaan Olahraga DKI

Dalam pemaparannya, Ketua Umum KONI DKI Jakarta Prof. Hidayat Humaid menyoroti pentingnya kesinambungan pembinaan olahraga dari tingkat pelajar hingga ke jenjang prestasi internasional. Ia memperkenalkan konsep Piramida Pembinaan Olahraga Prestasi yang melibatkan dua lembaga utama, yakni Dispora DKI Jakarta (untuk pelajar dan mahasiswa) serta KONI DKI Jakarta (untuk tingkat prestasi).

Menurutnya, pembinaan dimulai dari tahap pemasalan — memperkenalkan olahraga secara luas kepada anak-anak dan remaja. Tahap ini menjadi pondasi utama agar minat dan partisipasi tumbuh secara alami. Dari situ, proses berlanjut ke pembibitan, tempat munculnya calon atlet potensial yang siap naik ke jenjang prestasi.

“Olahraga itu mendewakan proses. Kalau prosesnya bagus, hasilnya pasti bagus,” tegas Hidayat.
“Namun, kita harus mencari solusi agar pembinaan tidak terputus ketika atlet lulus dari PPOP dan masuk ke perguruan tinggi. Justru di usia mahasiswa, performa atlet biasanya mencapai puncaknya.”

Ia menyoroti tantangan desentralisasi pembinaan pasca-POPNAS, ketika atlet kembali ke rumah dan tak lagi menjalani latihan intensif seperti saat di PPOP. Hidayat mengajak semua pihak untuk membangun sistem pembinaan terintegrasi dan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dari sekolah hingga KONI.

*Dispora DKI Siap Benahi Struktur Pelatih dan Pembinaan*

Sementara itu, Andri Yansyah,Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, menekankan pentingnya ketegasan dalam manajemen olahraga daerah. Ia menyebut evaluasi POPNAS menjadi tolok ukur bagi pembenahan menyeluruh.

“Olahraga harus apa adanya. Kalau pengurus atau pelatih tidak berkinerja baik, harus berani diganti. Cabang olahraga yang tidak berprestasi wajib dievaluasi dan diperbaiki,” ujarnya tegas.

Pembinaan Berjenjang dari PPOP hingga Pelatnas

Kepala PPOP DKI Jakarta Rusdiyanto memaparkan skema pembinaan atlet muda yang telah dijalankan pihaknya. Sistem tersebut mencakup tahapan mulai dari identifikasi dan rekrutmen, program latihan terencana, pembinaan karakter dan mental juara, dukungan akademik dan sosial, hingga evaluasi berkala melalui sistem promosi dan degradasi.

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan agar atlet bisa tetap bersekolah tanpa mengganggu kegiatan akademis,” terang Rusdiyanto.

Ia menegaskan,PPOP berperan penting sebagai penghubung antara pembinaan pelajar menuju jenjang PPLM, Pelatda, hingga Pelatnas.

Wushu DKI Torehkan Prestasi Mengesankan

Dari sisi cabang olahraga, Herman Wijaya, Sekum Pengprov Wushu DKI Jakarta, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil positif yang diraih tim Wushu di POPNAS XVII.

“Ini kali kedua Wushu DKI tampil di POPNAS, dan kami berhasil membawa pulang enam emas, dua perak, serta tiga perunggu,” ungkapnya.

Menuju Pembinaan Terpadu dan Berkelanjutan

Diskusi Siwo PWI Jaya ini menghasilkan satu kesimpulan penting: pembinaan atlet muda harus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan dari tingkat dasar hingga ke puncak prestasi internasional.

Dengan sinergi antara Dispora, KONI, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan, DKI Jakarta diharapkan mampu menjadi barometer nasional dalam sistem pembinaan olahraga modern yang menyeluruh — melahirkan atlet juara dunia dari Ibu Kota.(*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler