Connect with us

Wisata

Taman Nasional Komodo akan terapkan sistem registrasi online bagi wisatawan

Avatar

Published

on

Jakarta, koin24 – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) terus berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo, pemerintah daerah dan stakeholder pariwisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) seiring rencana diberlakukannya sistem registrasi online dan membership di Taman Nasional Komodo dan destinasi di sekitarnya.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina dalam pernyataannya di Labuan Bajo, Rabu (1/7/2020) menjelaskan terkait penerapan keanggotaan atau membership masih dalam finalisasi antara pemerintah Provinsi NTT bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Penerapannya belum dilakukan. Sedang tahap penggodokan. Namun kira-kira bentuknya akan ada pembagian ruang. Mana untuk publik mana untuk umum dan mana yang memiliki keanggotaan atau member,” kata Shana.

Seperti diketahui, pembukaan kembali aktivitas wisata di Kawasan Taman Nasional (TN) Komodo secara bertahap dilaksanakan sesuai surat edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor: SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020 perihal Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa untuk Kunjungan Wisata Alam Pada Masa New Normal Pandemi Covid-19.

Untuk pola aktivitas kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo telah diatur ke depan bahwa tidak semua lokasi menjadi bisa dikunjungi secara umum. Untuk kunjungan umum itu ada di Pulau Rinca sementara Pulau Komodo diperuntukan hanya bagi yang memiliki keanggotaan. Begitupun nanti untuk wilayah perairan diatur sehingga memperhatikan daya dukung dan daya tampung wisatawan yang tidak mengganggu kelestarian ekosistem TN Komodo.

“Konteks keanggotaan ini untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata, program penelitian konservasi, dan pemberdayaan masyarakat di TN Komodo. Termasuk untuk meningkatkan pendapatan daerah sehingga mendorong tumbuhnya ekonomi lokal,” katanya.

Shana juga menjelaskan, terkait registrasi atau pendaftaran online bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK) berlaku mulai 6 Juli 2020, bersamaan dengan uji coba di beberapa destinasi wisata Labuan Bajo. Wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo bisa mengakses ke situs pendaftaran https://booking.labuanbajoflores.id .

“Sistem online ini sebenarnya menjadi salah satu penerapan konsep pengelolaan destinasi premium yang ingin kami capai ke depannya. Banyak hal bisa kita capai melalui sistem ini, salah satunya dengan makin terjaganya kelestarian wilayah TNK yang merupakan wilayah konservasi nasional kita, tanpa menghilangkan kesempatan bagi para wisatawan untuk tetap bisa berkunjung ke TNK dan mendapatkan pengalaman pariwisata berkualitas,” kata Shana.

Saat registrasi online, calon wisatawan diminta untuk mempersiapkan dokumen untuk divalidasi seperti surat keterangan dari e-HAC, bukti asuransi, dan identitas calon wisatawan seperti NIK atau paspor.

Setelah itu, calon wisatawan diminta untuk mengisi data kunjungan selama di Labuan Bajo, mulai data kunjungan ke Kawasan TN Komodo, Wisata darat (non-TN Komodo), Wisata Laut (non-TN Komodo).

Untuk calon wisatawan yang akan berkunjung melihat habitat satwa purba Komodo (Varanus komodoensis) di Kawasan TN Komodo diminta untuk memilih lokasi dan mengisi jam kunjungan khususnya untuk di lokasi Loh Liang, Loh Buaya, dan Pulau Padar. Hal yang sama juga diberlakukan untuk Wisata darat (non-TN Komodo), Wisata Laut (non-TN Komodo).

Setelah selesai, email hasil validasi akan dikirimkan melalui email yang digunakan saat pemesanan online. Seluruh dokumen kelengkapan perjalanan termasuk bukti pemesanan online harus dicetak serta dibawa untuk divalidasi kembali saat tiba di Bandara Komodo.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Barat dan di Luar Taman Nasional Komodo, Pemda setempat membebaskan biaya masuk semua destinasi wisata di luar TNK sampai dengan tanggal 31 Juli 2020.

Hal tersebut merujuk menurut surat Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor 128/KEP/HK/2020 tentang protokol Tatanan Normal Baru Covid-19 di sektor pariwisata Manggarai Barat serta menindaklanjuti surat Dinas Pariwisata Nomor 556.9/348/VI/Parbud/2020 tentang pembukaan destinasi wisata Kabupaten Manggarai Barat dan di Luar Taman Nasional Komodo. (Sumber: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

News

Universitas Garut Rancang Mikrohidro di Curug 7 Cimanganten, Selain Inovasi Energi Bersih juga Wisata Edukatif

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Garut, Koin24.co.id – Universitas Garut melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM), berhasil menghadirkan inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)pada Sabtu(4/10/2025) di kawasan Curug 7 Cimanganten, Desa Padamulya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.

Kegiatan ini merupakan program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui skema BIMA yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Tim PKM yang melaksanakan kegiatan ini diketuai Ir. Ade Rukmana, M.T., dengan anggota Helfy Susilawati, M.T., dan Dani Adiatma, S.Par., MM.Par., serta melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Garut oleh Ardi Fadillah, Arip Budiman, Farhan Wahyu Nugraha dan M.Ihsan.

Menurut Ade Rukmana, Inovasi ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi aliran air dari tujuh air terjun alami sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan wisata edukatif berbasis konservasi.

“Kami menangkap potensi yang bisa dikembangkan dari Curug 7 Cimanganten, salah satunya adalah pemanfaatan air terjun untuk pembangkit listrik mikrohidro. Curug 7 Cimanganten memiliki debit air yang stabil sepanjang tahun, sehingga menjadikannya lokasi ideal untuk penerapan teknologi mikrohidro,” kata Ade Rukmana.

Sistem PLTMH yang dirancang menggunakan turbin buatan dengan variasi diameter, menurut Ade mampu menghasilkan tegangan 220V dengan daya maksimum yang dihasilkan bisa mencapai 0,5kW.

Ade mengatakan bahwa energi yang dihasilkan akan digunakan untuk penerangan jalur wisata, fasilitas umum, dan kebutuhan listrik masyarakat sekitar.

DIAWALI SURVEI

Pelaksanaan program tersebut, lanjut Ade, dimulai dengan survei lokasi, sosialiasi program, implementasi mikrohidro sebagai eduwisata di 7 Curug Cimanganten, pelatihan serta pendampingan dan evaluasi.

Melalui pendekatan partisipatif ini, kata Ade, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap energi bersih dan konservasi lingkungan.

Di sisi lain, lanjutnya, perangkat desa setempat juga berharap bahwa wisata 7 curug cimanganten dapat berkembang menjadi lebih pesat lagi salah satunya melalui eduwisata yang digagas untuk 7 curug cimanganten.

Ade bersyukur bahwa Kemendiktisaintek memberikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari komitmen nasional dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan pencapaian target net zero emission.

LPM Universitas Garut berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan teknologi sederhana, advokasi kebijakan, dan pendampingan berkelanjutan.

Menurut Ade, PLTMH Curug 7 Cimanganten menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan, riset terapan, dan pengabdian masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret bagi tantangan energi dan lingkungan.

Inovasi ini, kata Ade Rukmana, diharapkan dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi sumber daya air, menuju masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.(***)

Continue Reading

News

Desa Bandung Membuktikan Bahwa Reforma Agraria Bukan Hanya Sekadar Urusan Sertipikat

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Pandeglang, Koin24.co.id–Di Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang,terdapat kampung yang dijuluki sebagai salah satu Kampung Reforma Agraria terbaik di Indonesia pada tahun 2025. Predikat dari Kementerian Dalam Negeri itu diberikan bukan tanpa alasan. Di desa ini, Reforma Agraria tak hanya menghadirkan sertipikat tanah,tapi juga membuka jalan menuju kebangkitan ekonomi,sosial, dan kualitas hidup masyarakat.

“Dari tanah yang tadinya semak belukar, tanah yang biasa-biasa saja,dengan adanya tanah yang bersertipikat dapat dikerjasamakan. Sehingga, tanah-tanah milik perorangan, dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes)untuk dapat dijadikan satu objek,yaitu Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya,” terang Kepala Desa Bandung(Kades), Wahyu Kusnadiharja,saat ditemui di Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya,pada Senin (22/9/2025).

Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, potensi desa berhasil menjelma menjadi sebuah kekuatan. Kerja sama itu semakin diperkuat dengan dukungan lintas sektor, termasuk program pendampingan dan pemberdayaan Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kampung Reforma Agraria.

“Dengan adanya Kampung Reforma Agraria itu semua potensi langsung dikelompokkan dalam bentuk ada kelompok ikan, ada kelompok sadar wisata, ada kelompok kopi,dan kelompok anyaman pandan. Setelah dikelompokkan, ditingkatkan kapasitasnya,” ungkap Kades Wahyu Kusnadiharja.

Program Reforma Agraria, telah membawa perubahan signifikan bagi Desa Bandung. Salah satu perkembangan positif yang terlihat adalah peningkatan kondisi ekonomi masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Direktur BUMDes Desa Bandung, Syaifullah.

“Masyarakat yang dari ekonominya masih sangat sederhana, lalu kita ada program ini, jadi lebih meningkat untuk ekonominya. Artinya sedikit banyak sangat membantu, bisa menopang ekonomi masyarakat,” terang Syaifullah.

Sejak dibuka tahun 2023, Objek Desa Wisata Bukit Sinyonya sudah menerima lebih dari 10 ribu pengunjung. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar langsung cara mengolah kopi puhu yang merupakan kopi robusta khas Desa Bandung, membuat anyaman pandan bersama kelompok penganyam perempuan, hingga cara membudidaya ikan mas Sinyonya.

“Semua kelompok tersebut merupakan masyarakat Desa Bandung. Semua masyarakat, walau dengan potensi yang berbeda-beda jadi berdaya. Masyarakat juga semakin kreatif karena makin banyak permintaan dan macem-macem,” pungkas Syaifullah.

Desa Bandung membuktikan bahwa Reforma Agraria bukan sekadar urusan sertipikat. Lebih dari itu, sertipikat jadi instrumen yang menghidupkan potensi, menggerakkan roda ekonomi, dan menumbuhkan rasa bangga warga desa. Dengan Reforma Agraria, individu maupun kelompok didorong untuk mampu mengelola tanahnya agar lebih bernilai serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Continue Reading

Wisata

Kisah Sukses Red Koki, Berbagi Ilmu dan Mengedukasi Masyarakat Terhadap Masakan Halal di ajang Halal Fair 2023

Avatar

Published

on

JAKARTA, koin24.co.id – Indonesia menjadi peringkat satu dalam Global Muslim Travel Index tahun 2023, yang menjadikan suatu komitmen dalam mengembangkan industry halal di Indonesia, sehingga dapat membentuk fondasi ekonomi berkelanjutan.

Adanya event Pameran Halal Fair 2023 di ICE BSD City Tangerang yang berlangsung pada tanggal 8-10 Desember 2023 ini, menjadi momentum tampilnya produk UMKM lokal berkualitas yang dapat memberikan solusi dan pilihan yang tepat bagi konsumen.

Mengusung tema The Most Inspriring Halal Event, menjadi komitmen Hahal Fair memberikan insprasi wisata halah akhir tahun dengan hadirkan 250 exhibitor dari dalam dan luar negeri yang salah satunya diikuti oleh Red Koki, Henny Maria Angelica.

Henny Maria yang dikenal dengan ‘Red Koki” ini adalah salah satu Ambassador Horison Hotel School yang memiliki keahlian khusus dalam western food. Karena kemampuan serta jiwa entepreneurship di bidang kuliner saat ini usahanya “Steak Twogether” telah memiliki beberapa cabang di bilangan Jakarta Selatan

Tak hanya itu, Keberhasilannya mendapat sertifikat dalam kompetisi memasak taraf internasional, yakni Halal Super Chef International Fine Dining di Singapura pada bulan Juli 2023 lalu sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan peserta Wanita dari Indonesia di kompetisi ini, menjadikannya lebih semangat dalam mengedukasi masyarakat terhadap masakan halal.

Dalam Halal Fair- HIITS 2023 Henny menyalurkan pengetahuannya di bidang halal food sebagai narasumber dalam salah satu talkshow di acara ini dengan mengusung tema “Titik Kritis Kehalalan dalam Brand International”.
Sebagai koki khususnya di bidang western food yang ia geluti dalam usaha kulinernya , Henny mengedukasi sebagai seorang muslim tentunya makanan yang kita konsumsi baiknya sesuai dengan kaidah syariat islam.

“Sebagai seorang muslimin dan Muslimah kita harus selektif dalam memeriksa kehalalan dalam makanan, terutama jika kita menggunakan brand internasional. Kita harus berjuang keras agar tidak mengubah citra rasa dan ke-khasan masakan yang kita buat, namun tetap halal dan toyyib untuk dinikmati.” ujar Henny.

Pada kesempatan yang sama Henny Maria juga melakukan demo masak Bersama chef Rinto yang merupakan salah satu finalis Master Chef Indonesia musim ke-10. Acara masak Bersama ini disambut meriah oleh pengunjung Halal Fair yang sangat bersemangat untuk mengetahui serta mencicipi hasil dari keahlian kedua chef muda Indonesia tersebut.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler