Connect with us

Entertainment

Ucapan Selamat Idul Fitri dari Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19, BNPB

Redaksi KOIN24.CO.ID

Published

on

Entertainment

Stop Penebangan Hutan 50 Tahun, Iwan Fals Sebut Hukum Seberat- beratnya Pembalak Liar

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Penyanyi lagendaris Iwan Fals merasa prihatin dan turut berbela sungkawa terhadap korban yang meninggal akibat banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Ia menilai alam tak bisa semata disalahkan. Banjir bandang ini dipicu terjadinya pembalakan liar oleh sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab. Demikian disampaikan Iwan Fals ketika diminta pendapatnya soal banjir bandang yang menimpa Aceh, Sumut, dan Sumbar, di Jakarta.

Menurut penyanyi yang bernama lengkap Virgiawan Listanto ini, pemerintah harus bertindak tegas terhadap perusahaan dan oknum yang terlibat dalam pembalakan liar. “Katanya negara kita negara hukum. Ya, tegakkan hukum setegak-tegaknya. Hukum seberat-beratnya pelakunya. Jangan ada pandang bulu. Tanpa itu, kejadian akan terus berulang,” kata penyanyi yang sangat peduli terdahap lingkungan hidup ini.

Di album perdana Iwan Fals bertajuk Sarjana Muda,Iwan memang menciptakan lagu berjudul Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak lagi. Lagu itu bercerita tentang penggundulan hutan. Dalam lagu itu, Iwan berpesan ke pemerintah bahwa lestarikan hutan hanya celoteh belaka. Rimba yang dulu perkasa, kini tinggal cerita. Bencana erosi selalu datang menghantui. Tanah kering-kerontang banjir datang itu pasti. Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi.
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia.

Pesan itu Iwan sampaikan tahun 1980. Itu berarti sudah 45 tahun lalu. Kini, apa yang dikhawatirkan Iwan benar-benar terjadi menimpa Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Menurut penyanyi yang selalu menanam pohon sebelum pertunjukan (show), saat ini pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat untuk memulihkan keadaan di Aceh, Sumut, dan sumbar. Harus gotong royong untuk memulihkan keadaan.

Bagi mereka yang terdampak banjir–sebagai warga negara –mereka harus mendapat pertolongan dari pemerintah. “Siapa saja silakan membantu. Tetapi, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan. Para korban banjir juga harus mendapatkan tempat tinggal atau hunian yang layak. Ini sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup mereka”, kata Iwan Fals.

Setelah itu, kata Iwan,harus ada kesepakatan bahwa tidak boleh lagi menebang pohon di mana pun di Indonesia selama 50 tahun. Bahkan,bila perlu 100 tahun. Kalau ini tidak dilakukan, Iwan khawatir banjir bandang yang lebih besar bisa terjadi lagi.

Ketika ditanya, mengenai undang-undang soal penebangan kayu ini,Iwan berpendapat tentu sudah ada aturannya. Tapi, banyak yang tidak taat aturan.
Namun, Iwan tetap berpesan agar Dewan Perwakilan Rakyat mengevaluasi lagi undang-undang tersebut.

“Undang-undangnya harus tegas dan diterapkan tanpa pandang bulu,” kata Iwan,yang pernah menciptakan lagu Tanam-tanam ayo kita menanam pohon.

“Ya, mari kita menanam pohon, dengan jenis pohon yang khas di daerah masing-masing,”sambung Iwan.

Sementara itu,Koordinator Forum Wartawan Kebangsaan Raja Parlindungan Pane mengatakan, perlu ada badan yang dibentuk pemerintah untuk memulihkan keadaan pasca-banjir bandang. Badan ini akan bekerja secara cepat dan tepat untuk memulihkan perekonomian, pendidikan, sosial, dan tentu saja untuk pembanguan infrastruktur yang hancur tersapu banjir.
Raja berpendapat penanganan bencana berskala besar di Pulau Sumatra membutuhkan badan khusus yang fokus menangani kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Presiden Prabowo perlu membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar,” kata Raja Pane, mengimbau pemerintah.(*)

Continue Reading

Entertainment

Film Dalam Sujudku Resmi Luncurkan Video Klip Titipan Ilahi

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Film “Dalam Sujudku” yang diproduksi oleh Project69 (P69) secara resmi meluncurkan video klip berjudul _Titipan Ilahi_ sekaligus trailer film. Selain itu, film yang disutradarai oleh Rico Michael ini dijadwalkan siap tayang di layar bioskop Indonesia di awal tahun 2026.

Produser film Dalam Sujudku, Donnie Sjech, menjelaskan video klip berjudul _Titipan Ilahi_ ini merupakan karya Mamu Blacksweet dengan genre musiknya pop ballad. Penyanyi untuk video klip ini, kata dia, merupakan hasil dari seleksi bertajuk
*Dalam Sujudku Voice Hunt 2025*.
Pemenang dari ajang pencarian penyanyi berbakat ini adalah Evelyn Wijaya, penyanyi remaja berbakat asal Tangerang Selatan.

“Pemenang dari Voice Hunt ini telah melewati berbagai rangkaian penyeleksian yang sudah kami lakukan sepanjang Juni-Agustus lalu. Hasil penilaian dan pilihan dari dewan juri itu memberikan optimisme bahwa lagu ini akan bisa memperkuat film kami yang akan segera ditayangkan di bioskop Indonesia,” ujarnya saat berbicara pada acara Ramah Tamah Media Project 69 di Jakarta,pada Sabtu (11/10/2025)lalu.

Donnie mengatakan video klip ini sudah bisa diakses publik lewat Spotify. “Di sana ada tiga lagu yang dinyanyikan oleh tiga orang pemenang dari ajang *Voice Hunt 2025* kemarin,” katanya.

Ivan Seventeen, salah satu juri dari *Dalam Sujudku Voice Hunt 2025*, turut menjelaskan para penyanyi yang mengikuti ajang pencarian ini memiliki potensi bakat yang luar biasa. Ia menilai para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini memiliki keunikan sekaligus kekuatan, baik secara vokal maupun performance-nya. Pada ajang tersebut, dewan juri telah memutuskan tiga orang pemenang, yakni Evelyn dari Tangerang Selatan, Kezya (Banyuwangi-Jawa Timur) dan Flo (Tangerang).

“Hasil yang telah kami pilih ini adalah pilihan yang terbaik dan diharapkan bisa membuat film “Dalam Sujudku” menjadi lebih menarik untuk ditonton,” katanya.

*Trailer Baru*

Selain meluncurkan video klip, pada acara ini rumah produksi P69 secara resmi juga merilis trailer dari film “Dalam Sujudku”. Film yang hadir dengan genre drama ini terinspirasi dari kisah nyata yang mengangkat tema besar tentang cinta dan kesetiaan dalam rumah tangga. Film ini dibintangi oleh Marcell Darwin, Vinessa Inez, Naura Hakim, Riyuka Bunga, Dominique Sanda, Cika Waode, Momo Moriska, hingga Dennis Adhiswara.

“Kami meluncurkan trailer ini sekarang karena melihat momen yang tepat. Harapan kami sebelum film “Dalam Sujudku” ini tayang di bioskop di awal tahun ini, pecinta film nasional sudah dapat spil tipis-tipis seperti apa film kami nanti,” ujar sutradara film “Dalam Sujudku”, Rico Michael.

Saat ini film “Dalam Sujudku” sudah merampungkan seluruh proses produksi. Film ini mengambil lokasi syuting di Garut, Cimahi, dan Jakarta. Film ini menjadi karya bergenre drama pertama dari Rico Michael. Dalam beberapa film terdahulunya, Rico telah melahirkan karya film bergenre drama, horor.

“Tantangannya dalam membuat film drama tentunya banyak hal yang menarik. Alhamdulillah saat ini film “Dalam Sujudku” sudah selesai produksinya, hanya tinggal finishing hal-hal detail dan teknis film saja,” kata sutradara yang pernah mengenyam kursus penyutradaraan dari The New York Film Academy (NYFA) ini.

Continue Reading

Entertainment

PWI Jaya Sie Infotainment & Lifestyle,Gelar “Jakarta Rocktober: Distorsi & Drop” 23 Oktober di Tease Club

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Dunia musik Tanah Air kembali mendapat suntikan energi baru lewat ajang “Jakarta Rocktober: Distorsi & Drops”, yang akan digelar di Tease Club, Emporium Hotel Jakarta, pada Kamis malam, 23 Oktober 2025 mulai pukul 20.00 WIB.

Event hasil kolaborasi PWI Jaya Seksi Infotainment & Lifestyle bersama Tease Club dan Moru Management ini siap menjadi panggung bagi musisi lintas genre, sekaligus wadah perayaan bagi komunitas rock dan penggemar musik elektronik.

Sejumlah band rock siap mengguncang panggung, di antaranya Rocker Kasarunk, Sumber Jaya Abadi Rejeki (SUJAR), Rex 4, Trodon, Trio Kuda, iHateband, Hyper Rock, dan Hans Sinjal “Grassrock”. Mereka akan tampil dengan warna musik beragam, mulai dari hard rock, pop rock, blues rock, hingga alternatif, dengan sajian aransemen dan performa terbaiknya.

Menariknya, acara ini tidak hanya menampilkan band rock, tetapi juga dipadukan dengan penampilan DJ, yakni FDJ Amelles, Febri A’w, dan Ryandri, yang akan menutup malam lewat dentuman beat dan eksplorasi elektronik modern.

*Musisi Antusias, Rock Bertemu EDM*

Antusiasme datang dari sejumlah musisi yang akan tampil. Ferdy Tahier, vokalis Rocker Kasarunk sekaligus pentolan band Element, mengaku senang bisa terlibat dalam event yang digagas oleh PWI Jaya Seksi Infotainment & Lifestyle ini.

“Kita senang banget bisa tampil di acara Jakarta Rocktober, karena kita bisa kumpul dengan banyak musisi rock dengan berbagai style. Kita persiapkan aransemen yang beda untuk acara ini, biar sajian kita juga beda. Kita menyiapkan enam lagu untuk tampil besok,” ujar Ferdy Tahier, Selasa (21/10).

Senada dengan itu, Rian, vokalis Sumber Jaya Abadi Rejeki (SUJAR), juga menyampaikan semangatnya.

“Senang sih pastinya ya, kita bisa ikutan di acara ini. Kita siapkan empat lagu dari album baru kita yang berjudul ‘Yang Terindah’. Kita siap tampil maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Sam, perwakilan dari Rex-4, menegaskan bahwa bandnya siap memberikan penampilan terbaik. “Kita siap tampil prima untuk acara ini,” ujarnya singkat.

*Festival Musik Tahunan yang Menggabungkan Dua Dunia*

Ketua Panitia Mambang Yazid menjelaskan bahwa “Jakarta Rocktober: Distorsi & Drops” bukan sekadar konser musik biasa, melainkan festival yang memadukan dua energi besar, distorsi rock dan dentuman EDM, dalam satu pengalaman audio-visual yang unik.

“Setiap band yang tampil punya karakter dan ciri khas masing-masing, dengan durasi tampil sekitar 20 hingga 30 menit. Kami ingin menghadirkan suasana berbeda, di mana rock dan EDM bisa saling mengisi dan memberi energi baru,”ujar Yazid.

Sementara itu, Aditia Saputra, Ketua Seksi Infotainment & Lifestyle PWI Jaya, menyebut bahwa event ini akan menjadi agenda rutin setiap bulan Oktober.

“Ini akan digelar rutin setiap tahun. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Kami ingin menjadikan Jakarta Rocktober sebagai ikon musik tahunan yang mempersatukan musisi lintas genre dan generasi,” pungkasnya.(***)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler