Connect with us

News

Webinar HPN 2021, industri kelapa sawit mampu bangkitkan ekonomi nasional dan media

Avatar

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Industri kelapa sawit nasional terbukti berkontribusi untuk membantu pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi 16 juta pekerja.

“Saat banyak sektor ekonomi terdampak akibat pandemi Covid-19 industri sawit menjadi satu dari sedikit industri nasional yang tidak terkena dampak pandemi Covid-19,” jelas Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Hal tersebut disampaikan oleh Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara dalam webinar peringatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan PWI Pusat dengan tema “Peran Kelapa Sawit Terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional” di Jakarta, Sabtu (6/2/2021).

Menilik keberlanjutan sawit yang mampu menopang pengembangan ekonomi nasional, operasional perkebunan sawit selama pandemi ternyata tetap berjalan meski memberlakukan protokol kesehatan yang ketat sehingga 16 juta pekerja di sektor sawit tetap memiliki pekerjaan dan penghasilan di tengah kelesuan ekonomi sepanjang 2020.

“Industri kelapa sawit telah berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja bagi sekitar 16 juta pekerja. Sehingga industri sawit merupakan sektor strategis yang perlu dikawal oleh seluruh komponen masyarakat,” kata Airlangga.

Dalam seminar tersebut Airlangga juga menjelaskan saat ini industri sawit mengalami tantangan dari negara luar. Sebagai produsen minyak sawit utama yang menguasai 55% pangsa pasar dunia dan komoditas ini berkonstribusi terhadap 3,5% pertumbuhan ekonomi nasional, maka pemerintah dan masyarakat wajib membela industri ini.

Salah satunya tantangan indusrti ini adalah kampanye negatif dari negara lain. pemerintah bersama stakeholder kelapa sawit, kata Airlangga telah melakukan upaya diplomasi, advokasi, dan kampanye positif terhadap kampanya negatif yang ditunjukkan kepada kelapa sawit.

“Pemerintah. Indonesia secara resmi telah melakukan gugatan di WTO terkait kebijakan diskriminasi terhadap kelapa sawit,” ucap Airlangga.

Tak sampai di situ, melalui industri sawit, pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendukung program biodiesel (B30) pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga CPO (Crude Palm Oil).

Airlangga menjelaskan, pemerintah terus berupaya mengembangkan kebijakan domestik demand dari produk kelapa sawit, antara lain pengembangan Biodiesel B30 sebagai salah satu alternatif BBM untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.

“Program pengembangan B30 telah berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 23,3 juta ton karbon dioksida di tahun 2020. Indonesia memiliki luas kebun sawit sekitar 16,3 juta hektare yang menyerap sekitar 2,2 miliar ton CO2 dari udara setiap tahun,” kata Airlangga.

Sementara itu Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman mengatakan perkebunan kelapa sawit tersebar di 190 kabupaten di Indonesia dan telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah sentra.

“Berdasarkan perhitungan statistik peningkatan produksi CPO sebgai produk utama kelapa sawit berpengaruh positif dan signifikan terhadap perekonomian di daerah daerah sentra perkebunan kelapa sawit,” ucapnya.

Sawit sebagai komoditas yang paling produktif menyumbang 42% dari total suplai minyak nabati dunia, pertumbuhan permintaan minyak nabati dunia meningkat 8,5 juta metrik ton setiap tahun. Meski di hantam badai pandemi tetapi industri sawit masih memperlihatkan kinerja ekspor yang baik.

“Ketahanan industri sawit Indonesia terhadap krisis ekonomi yang terjadi saat ini terbukti. Petani terjamin kesejahteraannya di tengah kelesuan ekonomi di mana operasional di perkebunan sawit tetap berjalan normal dengan protokol kesehatan ketat,” ucapnya.

Dari sisi media, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun mengimbau manajemen komunikasi industri sawit ditingkatkan. Ia menjelaskan selama ini dewan pers menuntut media bersikap kritis termasuk kepada industri sawit, jika selama ini pemberitaan yang banyak muncul terkait industri sawil ialah hal negatif maka perlu ditinjau dari aspek suplai data yang ada. Selama ini media kemungkinan mendapat informasi yang kurang seimbang.

“Saya pikir ada dua hal yang terjadi dari kasus industri sawit ini seperti teman wartawan mendapat banyak informasi yang kadarnya negatif dibanding positif, bisa dilakukan misalnya dengan mengajak wartawan ke pelosok perkebunan melihat keberhasilan sawit kemudian semua aspek ini yang saya kira BPDPKS harus langsung berhadapan lah dengan wartawan apa yang harus disiapkan agar teman teman wartawan mendapat informasi yang berimbang,” jelas Hendry.

Terkait kesinambungan antara industri dan media, Hendry mengharapkan agar industri dan media saling menopang demi kebangkitan ekonomi, kesejahteraan rakyat dan media sendiri.

“Kita bisa juga mencontoh di Thailand misalnya saat industri pariwisata (nasional) di sana menurun, media bahu membahu menaikkan pamor wisata mereka sebab ketika wisata menurun, iklan dari industri ini pun juga hilang. Mungkin di industri sawit ini bisa pula dicontoh,” tambah Hendry. (HumasHPN2021)

News

SMSI Riau Gelar Bimtek Penulisan Feature Pariwisata

Published

on

CIREBON – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau menyelenggarakan Workshop Penulisan Feature Pariwisata selama dua hari, 27-28 November 2022, di Hotel Grand Tryas, Cirebon, Jawa Barat.

Workshop menghadirkan tiga orang nara sumber yakni Benni Febrianto mewakili Kadis Pariwisata Riau, wartawan nasional sekaligus penulis, Asro Kamal Rokan, dan Wakil Ketua Umum SMSI Pusat, Yono Hartono yang sekaligus membuka kegiatan.

Yono Hartono, saat memberi sambutan mewakili Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menyampaikan apresiasinya pada SMSI Riau yang telah menyelenggarakan workshop tenik menulis feature pariwisata.

“Saya bangga pada SMSI Riau yang bisa menyelenggarakan kegiatan di luar kota. Terus terang, saat pak Ketum minta saya untuk hadir di Cirebon, saya kaget. Pak Ketum bilang, Riau sudah biasa acara di luar. Makanya saya apresiasi, semoga kegiatan ini lancar dari awal sampai akhir,” ujar Yono saat membuka workhsop.

Di sesi pertama pemaparan, Kadis Pariwisata Riau diwakili Kabid Pengembangan Pariwisata, Benni Febrianto menguraikan potensi dan destinasi wisata Riau yang tersebar di beberapa kabupaten seperti Istana Siak di Kabupaten Siak, Candi Muara Takus di Kampar, dan Ombak Bono di Pelalawan.

“Banyak destinasi wisata di Riau yang bisa dikembangkan dan dijual. Kita juga punya desa wisata yang terus kita kembangkan infrastrukturnya,” ujar Benni.

Salah satu Desa Wisata di Riau ada di Dayun, Kabupaten Siak. Dayun saat ini tengah dikembangkan menjadi Desa Wisata, karena daya tarik yang dimilikinya. Saatnya nanti, Dayun akan menjadi destinasi wisata yang dilengkapi berbagai iven/atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung, di mana kehidupan masyarakatnya tetap menyatu dengan tradisi yang berlaku.

Pemaparan Benni mendapat tanggapan dua wartawan senior Riau, Kazzaaini dan Helmi Burman. Keduanya mengkritisi pengelolaan pariwisata Riau yang belum terkonsep dengan baik, sehingga pariwisata Riau belum bisa dijual maksimal ke luar.

Riau sendiri sebenarnya telah memiliki Perda
Rencana Induk Pembangunan (RIP) Kepariwisataan Provinsi Riau tahun 2021-2035. Perda ini nantinya akan memuat payung hukum tentang penyelenggaraan pariwisata di Bumi Lancang Kuning. Ini untuk memudahkan pemerintah daerah menyusun program dalam pengembangan pariwisata. Sayangnya, hingga kini RIP belum berjalan sebagaimana mestinya.

Sesi Paling Ditunggu
Materi teknik menulis feature pariwisata oleh wartawan/penulis, Asro Kamal Rokan di akhir sesi, adalah saat yang paling ditunggu. Ketika Asro menyampaikan pengalaman-pengalamannya dalam menulis feature dan laporan, ia mengingatkan agar penulis tetap berpijak pada 5W1H, dan kaidah jurnalistik.

“Boleh kita berimaginasi, tetapi yang kita tulis tetaplah sebuah fakta, semakin banyak data semakin bagus. Tergantung lagi, angel atau sudut pandang mana yang akan kita angkat, itu bebas saja. Satu lagi, menulis itu perlu rasa, dan salah satu kekuatan rasa itu ada di ending tulisan. Buatlah ending atau akhir yang menyentuh, yang berkesan, dan penuh dengan pesan moral,” papar Asro memutup workshop.

Sebelumnya, Ketua SMSI Riau, Novrizon Burman menjelaskan, Workshop Penulisan Feature Pariwisata diikuti oleh 46 peserta yang merupakan anggota SMSI Riau. Setelah mengikuti workshop, seluruh peserta diharuskan membuat feature tentang pariwisata di Riau di media sibernya masing-masing.

“Jadi, ilmunya langsung kita implementasikan. Pulang dari Cirebon, kita semua harus membuat feature pariwisata di Riau. Ini bentuk kontribusi SMSI terhadap dunia pariwisata Riau,” ujar Novrizon.

Novrizon saat memberikan sambutan menjelaskan, workshop merupakan rangkaian dari agenda SMSI di tahun 2022. Sebelum tutup tahun, SMSI juga akan menyelenggarakan Bimtek Pergub Nomor 19 Tahun 2021 tentang kerja sama media. (*)

Continue Reading

News

Rektor Universitas Mercu Buana Mendorong Peningkatan Kualitas Jurnal Ilmiah Terindeksasi Internasional Bereputasi

Published

on

Universitas Mercu Buana (UMB) terus berinovasi dalam pencapaian publikasi ilmiah melalui peningkatan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah diantaranya dengan melakukan proses indeksasi Internasional Bereputasi. Universitas Mercu Buana mendapat kesempatan menjadi tuan rumah (host) penyelenggaraan “Workshop Jurnal Ilmiah Menuju Terindeksasi Internasional Bereputasi Tahun 2022” dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Workshop tersebut bertujuan untuk memberikan panduan, petunjuk teknis, pemecahan masalah sekaligus pendampingan kepada pengelola jurnal ilmiah dalam proses peningkatan kualitas pengelolaan jurnal dan peningkatan akreditasi.

Pada acara yang digelar Senin (21-22/11) Rektor Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng. menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini dapat mengoptimalkan peningkatan kualitas jurnal-jurnal di lingkungan Universitas Mercu Buana menuju indeksasi Internasional bereputasi segera. “Dari kegiatan workshop pendampingan jurnal ilmiah ini diharapkan dapat menghasilkan penulisan ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal-jurnal terindeksasi Internasional bereputasi,” ujar Andi.

Dalam kesempatan tersebut, Subkordinator Publikasi Ilmiah – Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Hardiyana, S.ST., M.E. mengatakan kegitan workshop ini sebagai pendampingan jurnal ilmiah dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas jurnal yang terbit di Indonesia sebagai syarat pemenuhan kewajiban publikasi bagi dosen dan mahasiswa. “Sebagai informasi peserta yang mengikuti dalam kegiatan worksop ini adalah 40 jurnal yang terpilih, baik berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia”.

Tampil sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain Prof. Dr. Parmin, M.Pd., Prof. I Komang Gede Wiryawan, Tinton Dwi Atmaja, MT., Dwi Wajar Saputra, S.E., M.Si., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana, Dr. Erna Setiany, S.E., M.Si.

Continue Reading

News

Cuaca Buruk Tim DKI dan Jatim Ditetapkan sebagai Juara Bersama Cabang Sepakbola

Published

on

Final cabang sepakbola Porwanas XIII-2022 di Malang Raya antara Tim PWI DKI Jakarta melawan Tim PWI Jawa Timur diakhiri dengan keputusan juara bersama, karena alasan force majour hujan dan petir.

Final berlangsung di Stadion Cakrawala, Universitas Malang, Jumat pukul 14.00 WIB.
Tim Jakarta dan Tim Jawa Timur yang berada di Hotel Ibis, berangkat ke Stadion menggunakan bus masing-masing, secara berbarengan.

Tim Jakarta tiba lebih dahulu pukul 13.00 WIB, tak berselang lama datang tim Jawa Timur. Lapangan diguyur hujan, namun kedua tim tetap menggelar pemanasan sebelum bertanding.

Lima menit sebelum bertanding, pengawas pertandingan memanggil kedua tim untuk bertanding dan setuju melaksanakan pertandingan dibawah guyuran hujan. Dengan catatan bola masih bisa jalan dan wasit yang memimpin fairplay.

Namun pukul 14.00 WIB, hujan juga belum reda dan petir semakin terdengar keras. Panitia memutuskan untuk menunda pertandingan 2×15 menit sesuai aturan.

Kontingen DKI Jakarta pada Porwanas 2022 ini didukung oleh Yayasan BUMN, Bank BNI, Achsanul Qosasih, Djarum Foundation, BCA, SIDO MUNCUL, Bank DKI, DANONE, Oval Advertising, Nendia Primarasa, PP Perbasi dan Sekjen Nirmala Dewi, perlengkapan olahraga Hundred, Pocari Sweat, Jafpa, Media Buffet, Bank DKI, KAI dan KONI Provinsi DKI Jakarta.

Berikut kronologis TIm PWI DKI Jakarta tiba di Stadion Cakrawala UNM:

1. Tim DKI Jakarta sampai di Lapangan Cakrawala Universitas Negeri Malang pada pukul 13.00 WIB.

2. Tim DKI langsung mempersiapkan tim dan melakukan pemanasan di lapangan meski dalam kondisi hujan.

3. Karena hujan semakin deras disertai kilat dan petir, panpel pertandingan mengingatkan Tim DKI untuk keluar dari lapangan demi keselamatan.

4. Kesepakatan yang diwakili manajer dan kapten kedua tim bersama panpel untuk menunggu 15 menit pertama dilanjutkan 15 menit kedua untuk menunggu kondisi cuaca.

5. Hingga pukul 14.30 wib, dari rencana pertandingan pada pukul 14.00 wib, kondisi cuaca tidak mendukung, pihak PB Porwanas akhirnya memutuskan tidak ada pertandingan. PWI DKI Jakarta dan PWI DKI Jatim sebagai juara bersama cabang sepakbola.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler