Connect with us

Kuliner

Nasi kebuli murah meriah di Bambu Apus

Redaksi KOIN24.CO.ID

Published

on

Belajar Angka Dalam Bahasa Hokkien

satu=it
dua=ji
tiga=sa
empat=si
lima=go
enam=lak
tujuh=chit
delapan=pek
sembilan=kau
sepuluh=cap
kosong/nol=khong
seratus= ce pak
seribu=ce cheng
sepuluh ribu=ce ban
seratus ribu= ce pak cheng
satu juta= ce tiau
satu milyar=ce ek

_setelah angka 10(cap), maka digunakan kata “cap” di depan, contoh:cap it=11, cap ji=12(cap ji),dst sampai 19

-untuk puluhan yg bersatuan nol digunakan “cap ” di belakang
contoh : ji cap(20), sa cap (30),dst,sampai 90

-angka 1(it) utk ratusan dan seterusnya berubah menjadi “ce”
‘contoh:100= ce pak, 1000=ce cheng

_setelah menjadi ratusan dan seterusnya, angka 2(ji) berubah menjadi “no”
contoh 200(no pak), 2000(no cheng)

-angka nol pada pertengahan bilangan, hatus menggunakan “khong”
contoh: 101= ce pak khong it,
2002= no cheng khong ji,
105.000= ce pak khong go cheng

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kuliner

Stugo+, Tempat Ngopi Baru di Bintaro Jaya

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Bintaro memang tidak kekurangan tempat buat bersantai. Bersama keluarga, sejawat di kantor, atau sahabat. Banyak pilihan, pastinya. PIlihan terkini, boleh juga meluangkan waktu untuk nongkrong di Stugo+, tempat leyeh-leyeh baru di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Stugo+ persisnya ada di Jalan Bintaro Tengah, Bintaro Jaya, Sektor I, Blok N-2/43, Jakarta Selatan.

Tempat ngopi dengan konsep kafe milik pasangan Brandon Baresi Tobing dan Sheilla Charissa ini baru buka pekan terakhir Desember 2021 lalu. Tetapi, sudah punya pelanggan lumayan banyak.

“Kami mencoba terus berinovasi,” kata Brandon, Minggu (2/1/2022).
Sore itu cukup banyak yang datang. Stugo+ juga menyediakan tempat bermain untuk anak-anak, yang berada di ruang tengah, sehingga mudah dilihat.

Adanya ruangan untuk anak kecil itu dimungkinkan karena Brandon dan Sheilla sendiri punya putra yang baru berusia dua tahun.

Walau bukan franchise, namun Stugo+ memang berkaitan dengan Stuja+, kafe milik pasangan selebritas Ditto Percussion dan Ayudia Bing Slamet yang berlokasi di Cipete, Jaksel.
Stuja+ Coffee juga sudah ada di Bali, tepatnya di Kawasan wisata Canggu.
Kapan Stugo+ menyusul ke Bali?
Brandon tersenyum.

Brandon dan Sheilla, jika sama-sama punya waktu, menyempatkan untuk langsung menghampiri tamu. Di samping kopi, mereka juga menyediakan beragam jenis makanan.

“Banyak yang spesial di sini, misalnya Nasi Goreng Genyol, Bakmi Genyol. Ada juga ice kopi Stugo yang lumayan digemari,” ujar Brandon.

Bakmi Genyol dan Nasi Goreng Genyol sama-sama memakai lemak sapi, sehingga menimbulkan sensasi tersendiri di lidah.

Pelayanan yang ramah, memberi nilai plus yang lain untuk Stugo+. Untuk para perokok, jangan khawatir, Brandon menyediakan tempat khusus yang terpisah dari ruang utama.

Membuat Stugo+ menjadi tempat bersantai yang menyenangkan untuk semua kalangan, itu yang diinginkan Brandon dan Sheilla.

“Ke depannya ada musik kamar,” begitu antara lain dikemukakan Brandon.

Dia juga menjanjikan, ruang untuk “smoking area”  yang masih polos juga akan dibuat lebih menarik. “Agar nanti bisa lebih menyita perhatian beragam komunitas, baik penyuka olahraga maupun music,” katanya.

Penasaran dengan Stugo+? Coba cek instagramnya, di: ig@stujacoffee @ stugocoffee. (***)

Continue Reading

Kuliner

Asyiknya ‘kulineran’ sembari menikmati sensasi pemandangan landscape Kota Bandung 360 derajat

Published

on

Bandung, Jawa Barat, koin24.co.id – Menikmati makanan dan minuman, sambil dikelilingi landscape Kota Bandung? Bisa!

Kita bisa merasakan sensasi pemandangan 360 derajat dari roof top Ganesha Cafe yang berada di Jalan Brigjen Katamso, No.92, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Bandung, Jawa Barat.

Hanya 15 menit dari Gerbang Tol Pasteur, lokasi cafe ini dengan dengan Pusat Pendidikan Infanteri Pussenif Kodiklat TNI AD. Hal inilah yang menjadikan desain cafe ini army look.

Aroma outdoor activity terasa saat mau masuk ke dalam Ganesha Cafe. Ada muka mobil Land Rover berwarna merah yang identik dengan olahraga otomotif Off Road.

Di lantai 1 ini, terdapat beberapa stand produk seperti 5.11 Tactical dan juga Rudy Project untuk penjualan kacamata.

Sementara di lantai 2, pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman perpaduan tradisional dengan modern. Di lantai menawarkan suasana yang cozy untuk mengobrol bersama keluarga ataupun teman.

Dan untuk mendapatkan suasana yang berbeda, dan inilah favorit dari Ganesha Cafe. Pengunjung bisa menikmati makanan minuman dengan sensasi pemandangan 360 derajat.

Pengelola sengaja membuka 4 sisi lantai ini agar pengunjung bebas menikmati landscape Kota Bandung sejauh mata memandang. Tidak hanya permukiman, jajaran pegunungan yang memagari Kota Bandung pun bisa terlihat jelas.

Ada area dengan rumput sintetis yang dapat digunakan pengunjung “Bermalas-malasan”, merasakan hembusan angin kawasan Pasundan ini. Pokoknya area yang instagramable di lantai ini, akan membuat kita tidak bosan berfoto.

Bahkan jika datang pada malam hari, dan beruntung cuaca yang cerah, akan terlihat bintang berkerlap kerlip di langit Kota Bandung.

Ganesha Cafe juga memiliki banyak makanan dan minuman yang enak.

Seperti Nasi Liwet Ganesha. Yang bertabur petai, teri dan telur asin dengan pelengkap ayam goreng, tahu dan tempe bacem. Ada juga minuman Klepon Latte, dengan cita rasa tradisional yang dikemas secara modern dalam bentuk latte kekinian.

Untuk harga tidak usah khawatir, cukup terjangkau. Untuk harga makanan mulai dari Rp 20.000, sementara minuman bisa didapat mulai Rp 15.000.

Itu saja masih bisa lebih murah, kalau pengunjung follow akun Instagram @ganeshacafe.bdg. Setelah memposting dan tag akunnya, pengunjung masih bisa mendapatkan potongan 10%. Ada juga diskon khusus anggota TNI/Polri 10%.

Untuk kalian yang ingin membuat acara kumpul-kumpul, arisan, acara ulang tahun, lamaran, bahkan resepsi pernikahan bisa juga di Ganesha Cafe. Di masa pandemi Covid-19 ini, pengelola sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Selain menyediakan tempat cuci tangan futuristik dengan sistem otomatis, aturan memakai masker serta pemeriksaan kesehatan pegawai secara berkala dilakukan. (***)

Continue Reading

Kuliner

Duren Acin Mangga Besar, omset turun hingga 60 persen di era pandemi meski terapkan protokol kesehatan ketat

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Buah durian atau duren memang menjadi salah satu favorit kuliner warga Jakarta dan juga Indonesia. Di tengah tengah hingar bingar kota, salah satu kawasan kuliner yang ramai dikunjungi adalah kawasan Mangga Besar Jakarta. Selain menyajikan berbagai macam makanan dan minuman, kawasan Mangga Besar juga jadi surganya pesta durian di sepanjang jalan Mangga Besar.

Harum buah durian dan rasanya yang di angan-angan, sudah pasti memikat anda untuk mencicipinya. Salah satu kedai yang menyita perhatian adalah Kedai Durian Acin. Anda bisa melihat dengan jelas spanduk besar di kawasan Mangga Besar. Karena memang letaknya di pinggir jalan dan ada tiga cabangnya.

Durian Acin menyajikan berbagai macam durian baik montong maupun lokal. Namun yang menjadi spesialisnya adalah durian medan dengan rasa manis pahit yang menggoda lidah.

Sang pemilik Acin mengaku sudah 25 tahun berjualan durian di kawasan Jakarta. Dijelaskan Acin, sebagian besar pembelinya adalah pelanggan tetap yang memang sudah merasakan sensasi durian Medan Acin yang terjaga kualitasnya.

“Kita pengiriman setiap tiga hari sekali langsung dari Medan menggunakan thermo king. Dan kami jaga kualitas durian Medan mulai dari pengiriman sampai penyimpanan di Jakarta hingga sampai di pelanggan,” ucap Acin belum lama di kiosnya di daerah Mangga Besar, Jakarta.

“Rasa kami tanggung jawab. Karena kalau tidak enak baik dikarenakan busuk atau hal lain, langsung kami ganti. Jadi jangan protes, langsung bilang saja ke karyawan kami yang berseragam, pasti diganti yang baru,” tagas Acin yang menjamin rasa buah duriannya paling favorit di Jakarta.

Ditambahkan Hengki, rekan kerja Acin, durian yang dijajakan ke pelanggan merupakan durian pilihan. “Yang di atas sudah pilihan kami baik dari rasa atau pun bentuk. Kita sudah sortir satu per satu untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Intinya kami tanggung jawab soal rasa, kalau tidak sesuai, kami sajikan buah baru. Anda puas, kami juga puas,” ucap Hengki dengan ciri khas rambut panjang yang dikepang.

“Saya sudah 16 tahun ikut Ko Acin, di sini kami tidak mau pelanggan pulang dengan rasa kecewa. Kami maunya pelanggan puas dan pasti akan balik lagi. Ini yang kami jaga,” ucap salah satu karyawan setia Acin.

Soal harga Acin menjualnya mulai dari Rp50 ribu, tergantung jenis dan ukurannya. “Saya makan duren bersama kawan-kawan 6 buah. Tadi ada dua buah yang besar ternyata kurang mantap dan begitu lapor langsung diganti duren baru. Pokoknya di sini tinggal duduk, langsung dipilihkan, kita percaya sama tukang duren,” ujar Anto yang mentraktir rekan-rekannya.

“Ini saya makan, keluarga di rumah minta dibungkus. Untung Durian Acin juga menyediakan packing untuk dibawa pulang. Temen senang, keluarga juga senang,” tutur Anto.

Di saat pandemi, Acin mengaku omsetnya menurun drastis hingga 60 persen. Namun demikian, Acin tidak mau ambil pusing dan tetap mengikuti aturan pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan. Semua karyawannya diwajibkan memakai masker, lalu juga menyediakan tempat cuci tangan sampai dengan imbauan untuk menjaga jarak. Acin juga selalu berkoordinasi dengan Satpol PP setempat untuk berkonsultasi dan menjaga protokol kesehatan dengan baik.

“Sudah pasti kita terapkan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kesehatan menjadi prioritas kami,” ucap Acin menutup pembicaraan. (***)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler