Connect with us

Sport & Soccer

Jelang PON 2024, PB. Ferkushi gelar Kejurnas dan Seleknas 2022 di Lampung

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta,Koin24.co.id – Memasuki tahun 2022 ini, Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB. Ferkushi) langsung tancap gas.

Induk organisasi cabang olahraga yang diketuai Mayjen TNI (Purn) Abdul Hafil Fuddin itu pada Bulan Pebruari, tepatnya 20 – 27 akan menggelar kegiatan penting dan strategis di Lampung.

Ketua Umum PB. Ferkushi Abdul Hafil Fuddin mengatakan, kegiatan penting dan strategis yang diagendakan adalah Kejurnas sekaligus Seleknas pembentukan Tim Nasional Kurash Indonesia, dan juga penataan wasit terbaik dari seluruh daerah, untuk penataan wasit ini, PB. Ferkushi akan mendatangkan Dua Wasit kelas dunia dari Uzbekistan.

Mengenai kejurnas, Hafil Fuddin menegaskan bahwa ini menjadi satu parameter untuk menjaring atlet Kurash terbaik guna menghadapi SEA Games tahun ini juga di Vietnam.


Dalam Kejurnas sekaligus Seleknas ini akan mempertandingkan 5 kelas putra dan 5 kelas putri sebagaimana yang akan dipertandingkan di Vietnam.

Terkait organisasi, Hafil Fuddin juga menjelaskan, di sela-sela Kejurnas sekaligus Seleknas ini juga akan digelar Rakernas yang menjadi pedoman dasar bagi PB. Ferkushi mengevaluasi reorganisasi untuk menyatukan visi, tekad menghadapi even-even Nasional maupun Internasional.

Rakernas ini juga menjadi ajang konsolidasi bagi Pengprov, mengingat pada PON XXI 2024 di Aceh – Sumut Kurash sudah resmi dipertandingkan.

“Target kami, pertandingan Cabang Kurash pada PON XXI Aceh – Sumut akan berlangsung dengan sukses penyelenggaraan dan prestasi,” kata Mantan Pangdam Iskandar Muda itu.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Sport & Soccer

Taekwondoin Indonesia Berhasil Raih Emas di Kejuaraan Dunia

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Taekwondoin Indonesia, Andi Sultan asal DKI Jakarta berhasil meraih medali emas untuk kategori Freestyle Male Cadet dalam kejuaraan dunia “Online 2021 World Taekwondo Poomsae Open Challenge Final”. Yang penilaiannya berlangsung dari tanggal 20 – 23 Desember 2021. Andi Sultan sukses merebut emas dengan skor 6.220 mengalahkan taekwondoin Iran M Habibzadeh yang hanya meraih skor 5960 yang harus puas mendapatkan perak.

Sementara medali perunggu di raih taekwondoin asal Meksiko O. Martinez dan taekwondoin asal Macao H.Shi yang masing-masing meraih skor 5750 dan 5500.

Selain Andi Sultan, Indonesia sendiri menurunkan 2 atlet lainnya, yakni M. Nadim Faturrahman dari Jawa Barat yang turun di kategori Recognize Male Cadet dan Naylana Khansa Janneta asal Jawa Barat yang turun di kategori Freestyle Female Cadet.

Kedua atlet Indonesia, Nadim dan Naylana harus puas berada di peringkat kelima. Nadim harus mengakui keuanggulan taekwondoin asal USA yang meraih emas dengan skor 6080, perak dari taekwondoin Italia B.

Corradeshi dengan skor 5960 dan medali perunggu yang direbut oleh taekwondoin asal Macao C. CHiang dengan skor 5720 dan taekwondoin Iran A.Amrafe yang meraih skor 5640. Nayla sendiri meraih skor 5380.

Sementara itu, Taekwondoin Indonesia lainnya Nadim Faturahhman gagal meraih medali perunggu setelah kalah tipis dari taekwondoin asal Hongkong yang meraih skor 7310. Nadim sendiri meraih skor 7300. Emas di kategori ini direbut oleh taekwondoin asal Korea H. Kim dengan meraih skor 7470. Medali perak diraih taekwondoin asal Peru R. Perez dengan skor 7360.

Terkait dengan keberhasilan tim Indonesia meraih emas dan masuk ke 5 besar kejuaraan dunia ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI, Yefi Triaji menyatakan puas.

Menurutnya, penampilan ketiga atlet kita sudah cukup maksimal. Selain Andi Sultan yang tampil meyakinkan dan nyaris sempurna dengan teknik skill dan gerakan freestyle-nya, ketiga atlet kita semua tampil maksimal.

Menurutnya, memang persaingan di semua kategori cukup ketat dan semua atlet yang turun adalah atlet-atlet terbaik yang pernah juara dan berperingkat delapan besar di rangkaian seri kejuaraan dunia selama satu tahun ini.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki ketika dihubungi menyatakan rasa bangganya kepada para atlet.

Menurutnya, walaupun ditengah masa pandemi Covid-19, mereka tetap konsisten berlatih keras, sehingga hasil yang raihpun maksimal. Ini menunjukkan bahwa prestasi yang dicapai mereka adalah output dari sebuah proses tata kelola pembinaan atlet usia muda yang berjalan dengan baik.

Para atlet berprestasi ini tak lepas dari identifikasi bakat dan pembinaan yang di produksi oleh klub atau dojang, dan di monitoring serta di bina terus secara berjenjang ditingkat pengprov, hinggga mereka digembleng secara optimal di pelatnas.

“Saya sebagai Ketua Umum PBTI merasa bangga, dimana atlet muda kita berprestasi di tingkat global. Ini menunjukkan walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, pembinaan atlet di pusat maupun di darah tetap berjalan secara optimal,” ujar Thamrin.

Untuk diketahui bahwa, kejuaraan dunia yang digelar World Taekwondo ini adalah kejuaraan dunia yang diselenggarakan selama tahun 2021 yang bertepatan dengan kondisi atau situasi masa pandemi Covid – 19.

Oleh karenanya, kejuaraan berkategori level G2 ini digelar secara online atau virtual.

Sebelumnya, WT menggelar World Taekwondo Poomsae Open Challenge I 2021 yang mempertandingkan kategori junior (pasangan dan tim).

Berikutnya World Taekwondo Poomsae Open Challenge II 2021 yang mempertandingkan kategori cadet (pasangan dan tim) dan World Taekwondo Poomsae Open Challenge III 2021 mempertandingkan kategori senior dan kategori Para (disabilitas).

“Jadi, kejuaraan Dunia ini adalah grand final yang merupakan putaran akhir dari rangkaian serie ini, dimana para atlet terbaik dari masing-masing serie kembali bertarung merebut yang terbaik di masing-masing kategori,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Sport & Soccer

Ketua Umum PBTI: Parameter Audisi dan Seleknas Taekwondo Obyektif Untuk Mendapatkan Atlet Berkualitas

Published

on

Bogor, koin24.co.id – Audisi dan Seleksi Nasional Atlet Taekwondo Indonesia untuk persiapan Sea Games 2022 yang berlangsung di Hotel Green Forrest Bogor, Jawa Barat sejak 6 Desember 2021 lalu, resmi berakhir (12/12).

Sebanyak 23 atlet (14 atlet putra dan 9 atlet putri) diaudisi dan diseleksi secara ketat dengan parameter obyektif yang dilakukan oleh tim penilai.

Adapun tim penilai sendiri terdiri dari jajaran pelatih nasional, maupun yang berasal dari tim yang menilai dari sisi psikologi, kesehatan maupun dari sisi fisik berbasis ‘sport science’.

Audisi dan Seleknas hari terakhir disaksikan dan ditutup oleh Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki, S.Sos secara online didampingi para pengurus PBTI. Hadir pula Ketua Pengprov Ti Jawa Tengah, Alex Haryanto.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBTI merasa bangga sekaligus mengapresiasi antusiasme dan semangat para atlet yang mengikuti audisi dan seleknas ini. Antusiasme dan semangat mengikuti setiap tahap pelaksanaan seleksi yang sangat ketat ini, menurutnya modal kuat bagi tim pelatnas taekwondo nantinya dalam menjalankan berbagai program latihan.

Selain itu, dirinya juga menjamin bahwa proses penilaian yang berlangsung selama audisi dan seleknas ini dilaksanakan secara obyektif, fair dan terukur.

“Hanya atlet berkualitas sesuai kualifikasi dan standard yang kita inginkan yang akan lolos dan akan berada dalam pelatnas taekwondo nanti,” ujar Thamrin.

Lebih lanjut ketua umum PBTI juga menekankan bahwa, agar atlet dan seluruh tim tetap fokus menjaga protokol kesehatan.

Apalagi menurutnya, pandemi Covid-19 belum berakhir ditambah dengan kekhawatiran masuk dan berkembangnya varian virus ‘Omicrom” di Indonesia.

Disisi lain Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres), Yefi Triaji mengatakan bahwa hasil audisi dan seleknas ini merupakan salah satu dari komitmen PBTI dalam menjaring atlet potensial dan berprestasi di PON XX Papua lalu.

Selanjutnya bagi mereka yang lolos, akan masuk menjadi bagian dari persiapan timnas taekwondo Indonesia menuju Sea Games, Vietnam 2022 mendatang.

“Kami akan menentukan dan mengumumkan hasilnya segera dalam waktu dekat. Yang penting pada prinsipnya, siapapun atlet yang terpilih adalah selain terbaik dari segi teknik, mereka yang terpilih adalah atlet yang siap dari segi fisik, mental dan intelegensia,” terang Yefi.

Ditambahkan Yefi, proyeksi kedepan, dengan sistem yang sudah kita bangun saat ini, semoga kita bisa mendapatkan atlet dengan masa produktif yang lebih panjang dari hasil program prestasi yang berorientasi pada olimpiade sesuai dengan roadmap Desain Besar Olahraga Nasional.

Tentu menurutnya, program pengembangan atlet jangka panjang (Long Term Athlete Development Program) ini, bisa efektif berjalan jika proses pembinaan terstruktur dengan materi dan kompetensi kepelatihan yang baik yang didukung oleh sistem dan massifnya kompetisi yang berlangsung ditanah air.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan, Kepelatihan dan Pengembangan (Diklatbang), Dr. Fahmy Facherzzy, M.Pd mengatakan bahwa, tim sport science taekwondo Indonesia sudah bekerja dan telah mengevaluasi seluruh atlet. Hasilnya akan disampaikan lepada Ketua Umum.

Intinya menurut Fahmy, selain aspek technical skill yang dinilai oleh para pelatih, hasil penilaian dalam seleknas yang berbasis digital sport science ini juga telah bekerja mengukur kapasitas dan kinerja fisik atlet berdasarkan aspek Phisical (metabolisme tubuh, berat badan, kadar dan komposisi gizi, protein, lemak hingga mengukur kekuatan massa tulang atlet.

Aspek phisical lainnya adalah menyangkut kriteria genetic speed dan kesimbangan. Sementara dari hasil kesehatan atlet akan dilaporkan oleh tim dokter pelatnas taekwondo dari hasil psikotest tentang mentalitas bertanding dan intelegensia atlet.

Dikatakan Fahmi, secara umum hasil audisi dan seleknas ini, kondisi fisik tim hanya tinggal menyempurnakan performa atlet lewat program khusus.

“Diharapkan Februari nanti kondisi team sudah progress, Maret akan dilakukan test kembali. Namun teknik, taktik dan strategi perlu mendapat perhatian khusus dari pelatih. Ini dilakukan untuk mengejar sisa 4 bulan menjelang Sea Games, Vietnam 2022,” ujar Fahmy. (Red).

Continue Reading

Sport & Soccer

Menpora: Implementasi DBON Harus Dilakukan Secara Sungguh-sungguh

Published

on

Sanur, koin24.co.id – Sebagai sebuah program unggulan yang diharapkan bisa mendongkrak prestasi olahraga Indonesia, sekaligus mengikis masalah yang membekap dunia olahraga nasional, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) harus didukung oleh semua pihak. Mulai dari stakeholder olahraga, instansi terkait, pemerintah daerah, media, hingga kementerian-kementerian yang telah ditunjuk untuk terlibat dalam pelaksanaan dan penerapan DBON.

Terlebih, saat ini DBON sudah mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021. “DBON sudah mendapat payung hukum Perpres No.86 tahun 2021. Di dalam revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), DBON juga masuk. Roh UU SKN adalah DBON,” jelas Menpora Zainudin Amali saat hadir di acara Webinar Nasional Hybrid DBON 2021, Rabu (1/12/2021), di Grand Inna Sanur, Bali.

Dalam acara yang bertajuk ‘Peran Siwo PWI Mendukung Sukses DBON Menuju Indonesia Emas 2045’ hasil kerjasama Kemenpora dan Siwo PWI ini, Menpora menyatakan, program sebagus apapun tidak akan berarti jika implementasinya tidak ada.

“Saat ini, aturan dan desainnya sudah ada, tinggal bagaimana kita mengerjakannya. Sebagus apapun dasar hukumnya, tapi kalau implementasinya tidak ada, maka akan macet,” ungkap Menpora di hadapan pengurus cabor, kalangan akademisi, dan jurnalis Bali yang hadir dalam acara sosialisasi DBON di Pulau Dewata tersebut.

Menurutnya, selama ini dalam upaya meningkatkan kapasitas olahraga prestasi, elemen-elemen yang terlibat di dalamnya masih kerap jalan sendiri-sendiri. “Selama ini, kita bergerak sendiri-sendiri untuk mengurusi olahraga prestasi. Tidak ada sinergi. Contohnya, jika pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada olahraga, maka prestasi olahraga daerah tersebut akan bagus. Demikian juga sebaliknya,” ungkap Menpora.

Menpora menegaskan, kini kondisi itu tidak boleh terjadi lagi. “Dengan adanya Perpres No.86 tahun 2021, maka ada kewajiban pada kepala daerah untuk menjalankannya. Jadi, pemerintah daerah tidak bisa beralasan lagi, karena aturannya sudah ada. Terlebih, memajukan olahraga di daerah juga bisa memajukan perekonomian masyarakat setempat,” jelasnya.

Kini, melalui DBON, pembinaan olahraga prestasi difokuskan pada 12 cabang yang sudah dipertandingan di Olimpiade dan 2 cabang yang belum dipertandingkan di Olimpiade. Menpora menyatakan, banyak pihak yang bertanya padanya soal mengapa hanya 12 cabang itu yang masuk dalam DBON.

“Ke-12 cabang itu adalah cabor yang menyumbangkan medali di Olimpiade dan punya harapan untuk menyukseskan target-target ini. Namun, 12 cabang ini tidak kekal di dalam DBON. Kalau ada cabor yang tidak berprestasi, maka akan dikeluarkan dari DBON. Kami menerapkan sistem promosi dan degradasi,” papar Menpora.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler