Connect with us

Sport & Soccer

Taekwondoin Indonesia Sabet Juara Dunia

Avatar

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Taekwondoin Indonesia, Andi Sultan menjadi juara dunia setelah berhasil meraih point tertinggi di ajang World Taekwondo Poomsae Open Chalennge II 2021.

Andi Sultan merebut emas dengan mengalahkan taekwondoin dari sejumlah negara. Andi Sultan mengumpulkan point tertinggi 6860, mengalahkan peringkat kedua asal Iran, M. Habibzadeh yang mengumpulkan skor 6760 dan harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diraih oleh taekwondoin O. Martinez, asal Meksiko dan H. Shi, asal Macao.

World Taekwondo Poomsae Open Challenge 2021 adalah, ajang kejuaraan online yang digelar oleh badan taekwondo dunia (World Taekwondo) sepanjang tahun 2021 ini. Kejuaraan dunia ini dibagi kedalam 3 tahap. World Taekwondo Poomsae Open Challenge I 2021 mempertandingkan untuk kategori junior (pasangan dan tim). World Taekwondo Poomsae Open Challenge II 2021 mempertandingkan kategori cadet (pasangan dan tim) dan World Taekwondo Poomsae Open Challenge III 2021 mempertandingkan kategori senior dan kategori Para (disabilitas).

Diakhir tahun nanti, 8 peserta terbaik dari masing-masing tahap kembali akan bertarung di grand final open Challenge.

Di ajang kejuaraan dunia level G.2 ini, Timnas taekwondo Indonesia mengikuti kategori kadet dengan menyertakan 3 orang atletnya. Ketiga atlet tersebut adalah Muhammad Nadim Fathurahman Hemawan, asal Jawa Barat yang tampil di nomor Poomsae recognize Male, Naylana Khansa Janeeta, asal Jawa Barat yang tampil di nomor Poomsae recognize Female & Freestyle dan Andi Sultan, atlet asal DKI Jakarta yang tampil di nomor poomsae freestyle Male.

Keberhasilan Andi Sultan tak lepas dari analisis pelatih timnas Poomsae Mr. Shin Seung Jung yang melihat potensi atlet ini yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Selain prestasinya, menurut pelatih asal Korea itu, Andi Sultan yang aktif di media sosial dengan banyak memperagakan atraksi freestyle taekwondonya, memang memiliki karakter dan bakat yang luar biasa dan sangat membantu penilaiannya dalam melihat potensi atlet tersebut.

“Era digital teknologi informasi saat ini, memang memungkinkan kita bisa menilai kapasitas para atlet. Dan para pelatih seyogiayanya juga bisa mendorong perkembangan kualitas atlet melalui ekspose media sosial. Andi Sultan adalah salah satu contoh, bagaimana dirinya mampu meyakinkan para pelatihnya, baik di level klub, Pengprov maupun khususnya pelatih nasional terkait kapasitas teknik dan skillnya memperagakan jurus dan akrobatik dalam taekwondo,” ujar pelatih nasional yang mengantarkan Defia Rosmaniar meraih Emas Asian Games 2018 lalu itu.

Senada dengan Mir. Shin, Pelatih Nasional Poomsae Maulana Haidir menyampaikan, dengan kemampuan presentasi skill para atlet melalui media sosial yang dimilikinya, kedepan untuk bisa lebih mematangkan dan mengefektifkan pola dan proses seleksi atlet, sistem audisi bisa menjadi suatu alternatif yang bisa diterapkan.

Menurutnya, ini memungkinkan kita bisa lebih optimal melakukan penjaringan atlet berbakat secara efektif dan efisien dan mampu mengakomodir potensi para atlet yang tersebar hingga kepelosok daerah yang mungkin saja tidak terjangkau atau teridentifikasi oleh pengurus didaerah. “Tinggal teknis, mekanisme dan parameternya perlu diatur saja dengan melibatkan pengurus didaerah,” ujar Maulana.

Untuk diketahui bahwa, Andi Sultan adalah, atlet asal DKI Jakarta, Selain aktif di taekwondo, dirinya juga pemegang gelar juara nasional INC Master 2020, sebuah kompetisi tingkat nasional dalam memperagakan keahlian menggunakan alat beladiri Nunchaku.

Dengan keahlian freestyle taewondo dan kemahirannya menggunakan Nunchaku itulah, dirinya saat ini sukses menjadi aktor laga di sebuah sinetron dilayar kaya di salah satu televisi swasta.

Terkait dengan keberhasilan Andi Sultan meraih medali emas di ajang kejuaraan dunia tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengucapkan selamat dan berharap capaian prestasi tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi bagi atlet lainnya untuk bisa berprestasi tingkat dunia.

Senada dengan Ketua Umum PBTI, Kabid Humas PBTI, Kolonel Ruminta juga mengapresiasi atas Raihan Taekwondoin Indonesia Andi Sultan. “Sebagai salah satu pengurus PBTI, tentunya saya bangga dengan apa yang di capai oleh Andi Sultan. Artinya kita punya atlet masa depan yang potensial untuk di kembangkan lebih lanjut,” ujar mantan Kapendam Jaya mengakhiri keterangannya. (Red).

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Sport & Soccer

FORNAS Beri Energi Positif bagi Warga Palembang

Published

on

Palembang, koin24.co.id – Gelaran Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI 2022 benar-benar memberi energi positif bagi warga Palembang. Antusiasme warga kota untuk menyaksikan beragam cabang olahraga prestasi dan olahraga rekreasi begitu tinggi, apalagi ajang tersebut mendapat dukungan dari Kemenpora RI.

Seperti yang terlihat di PTC Mall Palembang. Di mall kebanggaan warga Palembang itu digelar lima cabang olahraga, yakni tai chi, barongsai, liong dan barongsai, breakdance, dan senam kreasi. Hadirnya kelima cabang olahraga rekreasi itu tak pelak menarik animo masyarakat Palembang untuk datang ke PTC Mall.

Salah satu yang paling menyedot banyak perhatian adalah breakdance, yang digelar di lantai M3 PTC Mall. Saat event berlangsung, Minggu (3/7/2022), penonton menyemut mengelilingi arena. Hentakan musik yang diputar, membahanan di seantero ruangan, membuat penonton kan bersemangat menyaksikan puluhan peserta unjuk aksi.

Cabor breakdance di FORNAS VI 2022 mempertandingkan tiga kategori, yakni open style, B-boy battle, dan dance competition. “Untuk kategori open style, ada 25 tim yang ambil bagain. Di kategor B-boy battle ada 16 tim dan di kategori dance competition ada 12 tim yang turut serta,” jelas Praditya Ilham, Ketua Panitia cabor breakdance.

Puluhan peserta itu datang dari berbagai daerah, seperti Jambi, Padang, Pekanbaru, Palu, dan tentu saja tuan rumah, Palembang. Beradu kemampuan breakdance di ajang sekelas FORNAS ini mendorong peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.

“Kami ingin menunjukkan kemampuan terbaik kami di ajang ini. Palembang punya talenta-talenta breakdance yang berkualitas. Lewat FORNAS, kami akan perlihatkan performa maksimal,” kata Sherlyne Marjana, salah satu peserta yang tampil.

Menurutnya, selain membuat tubuh menjadi bugar, breakdance juga bisa membangun kepercayaan diri. “Tampil di hadapan orang banyak membuat kami bisa melatih rasa percaya diri. Kami tak lagi ragu melakukan gerakan-gerakan disaksikan orang banyak. Justru hadirnya penonton membuat kami kian bersemangat,” lanjut Sherlyne yang tergabung dalam Evo Dance School.

Tak hanya peserta yang bersemangat, pengunjung yang hadir di PTC Mall pun menjadi semangat mendengar hentakan musik dan melihat para atlet breakdance unjuk kebolehan. “Ajang breakdance jelas menghibur kami yang semula datang ke mall hanya ingin berbelanja. Gerakan yang diperlihatkan sangat energik,” kata salah satu pengunjung PTC Mall, Dina Marlina.

Sementara itu Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta saat membuka pertandingan salah satu Induk Olahraga (Inorga) di FORNAS 2022 ini berpesan untuk selalu bersemangat dan tunjukkan yang terbaik melalui ajang ini sehingga membuat Indonesia lebih bugar lagi kedepannya.

Menurutnya, melalui ajang FORNAS ini terdapat hal-hal yang menyenangkan, karena selain berolahraga, terjalin pula silaturahim antar masyarakat, ada cerita seputar relawan-relawan, penggiat-penggiat mandiri, sehingga jika hal ini tersampiakan dengan baik kepada masyarakat akan menimbulkan motivasi untuk berolahraga dengan penuh kegembiraan.

“Dalam olahraga masyarakat, kebugaran itu jiwa dan raga, bukan hanya jasmani yang sehat, tapi juga mental, sehingga melalui ajang FORNAS ini tercipta kegembiraan bersilaturahmi melalui olahraga yang mencakup jiwa persahabatan dan persaudaraan,” ucap Raden Isnanta kepada para peserta lomba.

“Pastikan anda memiliki visi untuk membuat Indonesia bugar, karena anda semua merupakan dutanya provinsi untuk menyebarkan ajakan berolahraga ke dareahnya masing-masing usai ajang di Palembang ini selesai, sehingga dengan selesainya ajang FORNAS ke-VI nanti, bukan menjadikan kita selesai berolahraga, namun menambah motivasi kepada kita untuk terus mengajak masyarakat untuk lebih bugar, sehat melalui olahraga,” tambahnya.

Selain itu, olahraga masyarakat sangat memegang peranan penting, karena tidak mungkin mendapatkan prestasi yang gemilang kalau dari hulunya yakni olahraga masyarakat tidak tergerakkan.

Continue Reading

Sport & Soccer

Menpora Amali: Pemerintah Segera Berikan Bonus SEA Games 2021 Sesuai Arahan Presiden Jokowi

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Pemerintah akan segera memberikan apresiasi kepada para atlet yang berprestasi pada ajang SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam lalu, sebagai bentuk ucapan terima kasih negara kepada para pahlawan olahraga yang telah berjuang di pesta olahraga negara-negara ASEAN edisi ke-31 itu, dimana bonus paling lambat akan diterima pada Jumat pekan ini.

Seperti diketahui, pada SEA Games yang disebut extraordinary tersebut, kontingen Indonesia berhasil meraih total 241 medali, melalui 69 emas, 91 perak dan 81 perunggu dengan berkekuatan 499 atlet yang mengikuti 32 cabang olahraga dari 40 cabang yang dipertandingkan.

Perolehan pada medali emas hanya terpaut 3 medali saja jika dibandingkan pada SEA Games 2019 Manila yang meraih 72 medali emasi dari total 837 atlet yang diberangkatkan, sehingga kebijakan pemerintah dalam efisiensi pemberangkatan atlet pada SEA Games 2021 Hanoi dinilai sudah sangat tepat.

“Kemarin saat di acara Formula E, saya sudah konsultasi dengan Bapak Presiden Jokowi terkait bonus ini. Beliau mengatakan segera. Untuk itu, kita akan segera berikan apresiasi dari pemerintah kepada para atlet peraih medali pada pekan ini,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Menteri asal Partai Golkar itu pun mengatakan jika simbolis pemberian bonus tersebut (perwakilan dari atlet berprestasi) akan dilakukan di Istana Bogor. “Paling lambat hari Jumat ini, tergantung jadwalnya bapak Presiden, kegiatannya beliau, karena harus menyesuaikan, karena beliau akan memberikan langsung, kemungkinan di Istana Bogor,” tambah Menpora Amali.

Terkait besaran bonus yang akan diguyur kepada atlet peraih medali, Menpora Amali menyebut jika nilainya sama pada saat SEA Games 2019 sebelumnya di Manila, Filipina. “Arahan Bapak Presiden Jokowi, nilainya sama dengan yang 2019 di Manila,” pungkasnya.

Berikut besaran Bonus SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam yang sama dengan besaran bonus SEA Games 2019 Manila, Filipina:

1. Atlet tunggal:
– Medali emas Rp 500 juta
– Perak Rp 300 juta
– Perunggu Rp 150 juta.

2. Atlet ganda:
– Medali emas Rp 400 juta
– Perak Rp 240 juta
– Perunggu Rp 120 juta.

3. Atlet beregu:
– Medali emas Rp 350 juta
– Perak Rp 210 juta
– Perunggu Rp 105 juta.

4. Pelatih tunggal/ganda:
– Medali emas Rp 200 juta
– Perak Rp 120 juta
– Perunggu Rp 90 juta

5. Pelatih beregu:
– Medali emas Rp 300 juta
– Perak Rp 180 juta
– Perunggu Rp 90 juta

6. Pelatih untuk medali kedua dan seterusnya:
– Medali emas Rp 100 juta
– Perak Rp 60 juta
– Perunggu Rp 15 juta

7. Asisten pelatih tunggal/ganda:
– Medali emas Rp 100 juta
– Perak Rp 60 juta
– Perunggu Rp 30 juta

8. Asisten pelatih beregu:
– Medali emas Rp 150 juta
– Perak Rp 90 juta
– Perunggu Rp 54 juta.

9. Asisten pelatih untuk medali kedua dan seterusnya:
– Medali emas Rp 50 juta
– Perak Rp 30 juta
– Perunggu Rp 15 juta.

Continue Reading

Sport & Soccer

Menpora Amali Perintahkan Chandra Bhakti Jaga Atlet Panjat Tebing Menuju Olimpiade Paris 2024

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan yang terdapat dalam Perpres 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dalam Olimpiade Paris 2024 nanti, cabor ini diproyeksikan mampu mendulang medali, dalam hal ini emas, lantaran juara dunia dimiliki oleh Indonesia.

Oleh karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan jika pemerintah dalam hal ini Kemenpora akan mempersiapkan betul perjalanan cabor ini untuk memetik asil maksimal di Olimpiade Paris 2024 nanti.

Hal tersebut diungkapkan Menpora Amali dalam konferensi pers usai menerima audiensi Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba A.C. Wahid atau yang dikenal dengan Yenny Wahid, beserta pemecah rekor dan Juara Dunia panjat tebing Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo serta pelatih Hendra Bashir, di kantor Kemenpora, Senin (6/6/2022).

“Kita akan persiapkan betul mereka mulai dari Training Camp-nya (TC) yang jangka panjang. Kita serius mempersiapkan ini, karena mereka merupakan aset Nasional, aset Bangsa yang telah menjadi Juara Dunia, sehingga prestasinya akan tetap terjaga dan terkontrol hingga Olimpiade Paris 2024 nanti,” ucap Menpora Amali kepada awak media.

“Nanti Pak Chandra Bhakti sudah tau lah cara menjaga mereka, termasuk tadi saya sudah sampaikan, untuk mereka ke tempatnya atau ke kampungnya, itu harus diatur betul, dijaga dan diawasi, karena jangan sampai hal sepele tapi bisa mengganggu performa, kita jaga sampai Olimpiade Paris 2024, jangan sampai terganggu,” tegas Menpora Amali.

Ya, bisa dikatakan, panjat tebing tak henti-hentinya memberikan prestasi gemilang dipentas internasional untuk Indonesia khususnya dinomor speed. Mulai dari Evi Neliwati yang mencatatkan namanya sebagai pemanjat tebing Indonesia pertama Indonesia yang meraih peringkat pertama pada Seri Kejuaraan Dunia (World Cup Series) 2007 yang dilaksanakan di Singapura dengan mengalahkan saingan terberatnya dari Rusia.

Kemudian Aries Susanti Rahayu yang meraih medali emas pada Asian Games 2018 di nomor kecepatan perorangan putri, setelah pada babak final mencatatkan waktu 7.61 detik mengalahkan rekan senegaranya Puji Lestari. Catatan waktu ini sekaligus menjadi record Asian Games.

2019 Pada IFSC Climbing Worldcup di Xiamen, China, Aries Susanti Rahayu berhasil memecahkan rekor dunia Women Speed World Record dengan catatan waktu 6,995 detik menumbangkan rekor sebelumnya 7,101 detik atas nama YiLing Song dari China.

Selain itu, Alfian Muhammad Fajri juga pernah membuat harum nama Indonesia, setelah berhasil meraih gelar juara dunia dalam kejuaraan IFSC Climbing World Cup Chamonix, di Perancis pada 12 Juli 2019 lalu, melalui nomor speed world record dengan catatan waktu 5,764 detik, mengalahkan atlet China Zhong Qixin yang mengoleksi 6,382 detik.

Sebelumnya pada 2018, Alfian juga pernah meraih juara dunia di IFSC Worldcup Chongqing, China, pada April 2019. Kala itu Alfian menorehkan catatan waktu 5,970 detik.

Juara Dunia panjat tebing kembali hadir tiap tahunnya dari Indonesia. Kini giliran Veddriq Leonardo yang memenangkan lomba panjat cepat putra di Piala Dunia Panjat IFSC 2021 yang diadakan di Salt Lake City, AS, pada 28 Mei 2021, sekaligus meraih rekor dunia kategori Speed Men World Record dengan catatan waktu 5,25 detik.

Beberapa bulan kemudian hal serupa dilakukan Veddriq Leonardo yang meraih medali emas dalam nomor speed putra di IFSC Climbing World Cup Villars di Swiss pada Sabtu (3/7/2021), mengalahkan atlet Rusia Dmitrii Timofeev di final setelah mencatatkan waktu 5,329 detik, unggul 2,021 detik dari lawannya.

Veddriq pun kembali menjadi juara dunia pada Sabtu (28/5/2022) lalu yang berlangsung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat setelah mengalahkan wakil Austria Tobias Plangger dengan mencatatkan waktu 6,33 detik.

Kemudian nama Kiromal Katibin juga terpampang sebagai juara dunia usai mengalahkan wakil Amerika Serikat, Noah Bratschi dengan catatan waktu 5,64 detik, pada hari Jumat (20/5/2022) lalu, bahkan dirinya mampu mempertajam sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed putra dengan catatan waktu 5,10 detik pada babak kualifikasi di World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 yang berlansgung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Bahkan ini menjadi kali keduanya bagi Katibin sukses mempertajam rekor dunia dalam satu tahun terakhir, setelah mencetak rekor dengan catatan 5,17 detik pada ajang yang sama ketika berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 6 Mei 2022 lalu, dengan mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang kompatriotnya Veddriq Leonardo pada World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat dengan catatan waktu 5,25 detik.

Dengan demikian, pada Olimpiade Paris 2024 nanti, cabor panjat tebing diharapkan mampu menjadi cabor baru yang bisa mempersembahkan medali emas dalam multi event skala dunia ini, dimana sebelumnya tradisi emas dipersembahkan dari bulutangkis.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler