Connect with us

News

SAPMA Pemuda Pancasila berbagi beras dan masker wujud implementasi Pancasila

Avatar

Published

on

Jakarta, koin24.co.id – Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila melakukan aksi berbagi beras dan masker dengan tema ‘BERSAPMA BERBAGI’ kepada tiap-tiap pedagang, pemulung dan masyarakat yang membutuhkan lainnya di sekitaran Gedung DPR/MPR RI, Senayan dan dilanjutkan di kawasan Universitas Al-Azhar, Minggu (18/10/2020).

Ketua Umum Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila Aulia Arief berharap kegiatan ‘BERSAPMA BERBAGI’ tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Terutama, di saat kondisi hari ini kita bersama sama menghadapi pandemi Covid-19 dengan berbagai macam dampaknya. Semoga kegiatan ini mendapatkan rahmat dari Allah Ta’ala,” ujar Arief Ebot, sapaan akrab Ketua Umum SAPMA Pemuda Pancasila.

Sementara itu, Puntho Pranowo, perwakilan Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila menyatakan aksi yang dilakukan bersama segenap Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila, SAPMA Pemuda Pancasila Jakarta Selatan (Jaksel) dan SAPMA Pemuda Pancasila DKI Jakarta tersebut semata-mata demi semakin timbulnya perwujudan nilai-nilai ideologi Pancasila di tengah-tengah masyarakat.

“Selaku Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila berkeyakinan bahwa Pancasila akan semakin hidup bilamana diwujudkan dalam hidup keseharian dan bukan hanya sekedar dihafalkan. Apalagi, Ayah saya Nanung Astoto juga MPO Pemuda Pancasila di daerah asal Purwokerto/Banyumas,” ujar Puntho.

Terlebih, SAPMA merupakan lembaga otonom yang merupakan anak kandung dari Ormas Pemuda Pancasila dimana SAPMA lahir pada tahun 1989. Terkait hal itu, SAPMA Pemuda Pancasila terpanggil untuk membela negara di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia sekarang ini. Dimana, pandemi Covid-19 berdampak pada resesi ekonomi pada kuartal III-2020.

Maka, Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Jakarta Selatan Globantara Ibrahim beserta Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Jaksel Malik Faizal mengajak seluruh pemuda-pemudi untuk terus aktif berperan di lingkungan sekitarnya masing-masing khususnya yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Hadir Pengurus SAPMA PP Jaksel Wakil Ketua Kevin, Kabid Infokom Fahri, dan Ketua SAPMA Komisariat Universitas Bakrie Ridho.

“Untuk itu, SAPMA akan selalu hadir membela negara untuk meringankan beban masyarakat terlebih yang terdampak pandemi Covid-19 saat-saat ini,” tandas Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Jaksel Globantara Ibrahim dan Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Jaksel Malik Faizal.

Puntho menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, Wakil Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo, Sekretaris Jenderal MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman yang telah memberikan suri tauladan dalam bela negara.

Serta, kepada Ketua Umum SAPMA Pemuda Pancasila Aulia Arief (Arief Ebot), Sekjend SAPMA Pemuda Pancasila Willy Danandityo, Wasekjend SAPMA Pemuda Pancasila Hisyam Diah dan segenap senior keluarga besar SAPMA Pemuda Pancasila dan Pemuda Pancasila.

“Melalui bantuan sosial, SAPMA Pemuda Pancasila ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat kurang mampu dan sebagai salah satu bentuk kepedulian demi meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19,” tandas Hisyam.

Lalu, Ketua SAPMA Pemuda Pancasila DKI Jakarta Shaquille Rekardianto, Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakarta Selatan Yedidiah Soerjosoemarno dan jajaran, Senior Pemuda Pancasila Bung Haji Tambul dan rekan-rekan media yang telah memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya aksi ‘BERSAPMA BERBAGI’ tersebut.

“Semoga bantuan beras ini meski jumlahnya mungkin tidak seberapa bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak pandemi. Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang, Pancasila Abadi,” pungkas Puntho.

Seperti diketahui, kegiatan sosial dihelat dalam rangka menyambut jelang HUT Pemuda Pancasila ke-61 pada 28 Oktober. Bantuan beras dan masker disebar di sebanyak 10 titik. Penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan di sekitar Gedung DPR/MPR dan kawasan Universitas Al-Azhar tersebut digelar dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat dan tertib. (***)

Hukum & Kriminal

Sayid Iskandarsyah Gugat Dewan Kehormatan PWI Rp 100 Miliar, Hakim Tunda Sidang karena Tergugat Absen

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta, Koin24.co.id – Mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Sayid Iskandarsyah, menggugat sembilan anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat sebesar Rp 100 miliar. Gugatan ini resmi diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor registrasi 395/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst. Namun, dalam sidang perdana yang digelar pada Kamis,(25/7/2024) seluruh tergugat absen sehingga persidangan ditunda.

Kuasa hukum Sayid Iskandarsyah, HMU Kurniadi, SH., MH., dari Tim Penyelamat PWI Pusat, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran para tergugat. “Mestinya para tergugat hadir agar persidangan bisa berjalan lancar dan cepat,” ujar Kurniadi, yang merupakan jebolan magister ilmu hukum Universitas Gadjah Mada. Ketidakhadiran para tergugat membuat hakim ketua majelis menunda persidangan hingga dua pekan ke depan.

Kurniadi menjelaskan bahwa merujuk pada Pasal 125 HIR, jika tergugat tidak hadir meskipun telah dipanggil secara sah, hakim dapat menunda pemeriksaan dan memerintahkan pemanggilan sekali lagi. Jika tergugat kembali absen, hakim dapat menjatuhkan putusan verstek. Dalam gugatan ini, Sayid Iskandarsyah menuntut ganti rugi kepada sembilan anggota Dewan Kehormatan dan Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto.

Dari sembilan anggota Dewan Kehormatan yang digugat, empat di antaranya masih menjabat, yaitu Sasongko Tedjo, Akhmad Munir, Sibatangkayu, dan Fathurrahman. Lima anggota lainnya, yaitu Zulfiani Lubis, Nurcholis, Helmi Burhan, Asro Kamal Rokan, dan Iskandar Zulkarnain, telah diresuffle oleh PWI Pusat.

“Kami sebagai penasihat hukum yang tergabung dalam Tim Penyelamat PWI Pusat mewakili Bapak Sayid Iskandarsyah untuk membela hak dan kepentingan hukum yang bersangkutan,” kata Kurniadi, yang juga kandidat doktor ilmu hukum Universitas Diponegoro. Tim hukum telah mendaftarkan gugatan dan menyiapkan bukti serta saksi untuk mendukung kasus ini.
Sidang lanjutan kasus ini akan digelar dua pekan mendatang. Dengan adanya bukti dan saksi yang telah disiapkan, Sayid Iskandarsyah berharap persidangan berjalan lancar dan memberikan keadilan atas dugaan penyalahgunaan dana yang melibatkan Dewan Kehormatan PWI.

Continue Reading

News

Berman Nainggolan Anggap Keputusan DK PWI Tentang Pemberhentian Hendry Ch Bangun ‘Suka-Suka’

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

JAKARTA, Koin24.co.id – Anggota Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat hasil reshuffle, Berman Nainggolan, mengkritik keputusan pemberhentian Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, yang tengah menjadi sorotan. Ia menilai keputusan tersebut sebagai langkah ‘suka-suka’ ala Dewan Kehormatan (DK) PWI.

“Apa dasar hukumnya? Hasil Rapat Pleno Diperluas menyepakati perubahan pengurus yang diserahkan kepada ketua umum, tetapi setelah diumumkan, pengurus hasil reshuffle terkesan tidak diterima. Sekarang, tanpa angin tanpa hujan, tiba-tiba ketua umum diberhentikan dari keanggotaan PWI dan ada rencana menggelar KLB. Memangnya organisasi ini milik DK sehingga bisa bertindak suka-suka?” kata Berman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/7/2024).

Berman menyarankan agar Ketua DK membaca baik-baik Pasal 28 ayat (1) Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI yang dengan jelas menyatakan bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) hanya bisa diadakan jika diminta oleh sekurang-kurangnya 2/3 jumlah provinsi dengan alasan ketua umum menjadi terdakwa kasus yang merendahkan harkat dan martabat profesi wartawan.

“Apakah Hendry Ch Bangun sudah menyandang status terdakwa? Kasus apa? Bacalah aturan dengan teliti. Jangan karena panik, malah melanggar PRT PWI,” tegasnya.

Berman juga mempertanyakan keputusan DK PWI yang masih menyertakan tanda tangan sekretaris sebelumnya, yang sudah diberhentikan. “Masa iya, orang yang dipecat bisa menandatangani pemecatan? Aneh sekali. Apakah kau sudah baca aturannya? Kau terkesan paling hebat dalam menjaga marwah, tapi nyatanya kau rusak sendiri. Tengoklah akibatnya, apakah tidak memikirkan bagaimana situasi di daerah?” ujarnya.

Ia juga mengaku kecewa dengan sikap Ketua DK yang terkesan tidak menghormati keberadaan lima anggota DK baru hasil reshuffle yakni Tatang Suherman, Mahmud Matangara, Hendro Basuki, Noeh Hatumena dan dirinya sendiri.

“Ini sudah mengarah ke like and dislike. Bagi yang tidak sejalan dianggap musuh. Mau dibawa ke mana organisasi besar sekelas PWI kalau orang-orang memiliki mindset seperti itu?” ucap Berman.

Namun, secara personal, ia tetap menghormati semua pengurus DK baik yang masih menjabat maupun yang sudah tidak menjabat.

“Kita semua ini kawan. Sebagai orang Indonesia yang memegang teguh adat ketimuran, tentunya saya hormat betul kepada kalian semua. Tapi mohon maaf, sikap di organisasi yang keliru harus kita luruskan. Jangan merasa paling benar sendiri. Salam hormat dan salam sehat untuk semuanya,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Pemberhentian Hendry Ch Bangun dari Keanggotaan PWI Otomatis Batal

Berman Nainggolan Lumbanradja

Published

on

Jakarta,Koin24.co.id – Sekretaris Dewan Kehormatan PWI, Tatang Suherman, menegaskan bahwa surat keputusan Dewan Kehormatan PWI Nomor 50/VII/DK/PWI-P/SK-SR/2024 tanggal 16 Juli 2024 tentang sanksi pemberhentian Hendry Ch Bangun dari keanggotaan PWI dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan batal demi hukum.

Hal ini dikarenakan surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Nurcholis, yang sudah diganti dari posisinya sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan. Selain itu, lima dari sembilan anggota Dewan Kehormatan tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut. “Keputusan tersebut otomatis batal. Abaikan saja,” tegas Tatang di Jakarta, Kamis (18/7/2024).

Tatang Suherman juga menyoroti tindakan Dewan Kehormatan (DK) yang dianggap melampaui kewenangannya. Permintaan Ketua DK untuk menyiapkan Kongres Luar Biasa (KLB) juga dinilai tidak berdasar. “Menurut PD PRT Pasal 28, KLB hanya bisa dilakukan jika Ketua Umum menjadi terdakwa dalam kasus yang merendahkan martabat wartawan dan diminta oleh sekurang-kurangnya 2/3 jumlah provinsi,” jelasnya.

Tatang menegaskan bahwa Hendry Ch Bangun tetap menjadi anggota PWI dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sah. “Hendry Ch Bangun masih anggota PWI dan Ketua Umum PWI,” tegasnya.

Perubahan pengurus ini merupakan hasil rapat pleno yang diperluas pada 27 Juni 2024, yang memberikan persetujuan dan mandat kepada Ketua Umum untuk melakukan perubahan pengurus pusat. Rapat tersebut juga dihadiri oleh Sasongko Tedjo, Helmi Burhan, dan Diapari Sibatangkayu. Sementara Asro Kamal Rokan hadir secara daring. Mereka tidak pernah menolak hasil rapat. “Hasilnya bulat,” kata Tatang yang juga hadir pada rapat tersebut.

Sementara itu, Berman Nainggolan, anggota Dewan Kehormatan PWI, mengatakan bahwa berdasarkan Keputusan Pengurus Pusat Nomor 218-PLP/PP-PWI/2024 tentang Perubahan Pengurus Pusat PWI masa bakti 2023-2028, yang telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 9 Juli 2024, terjadi perubahan dalam susunan dan personalia Dewan Kehormatan. Zulfiani Lubis yang awalnya menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan digantikan oleh Mahmud Matangara, sementara posisi Sekretaris Dewan Kehormatan yang sebelumnya dijabat oleh Nurcholis telah digantikan oleh Tatang Suherman.

Posisi anggota juga mengalami perubahan, dengan Asro Kamal Rokan digantikan oleh Hendro Basuki, Helmi Burhan digantikan oleh Noeh Hatumena, dan Iskandar Zulkarnain digantikan oleh Berman Nainggolan. Dengan pergantian tersebut, anggota Dewan Kehormatan lama yang tersisa hanya Sasongko Tedjo, Diapari Sibatangkayu, dan Fathurrahman. “Kami, lima anggota Dewan Kehormatan, sudah melayangkan protes terhadap Sasongko,” ungkap Berman Nainggolan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler